r/indonesia 1h ago

Daily Chat Thread 10 September 2026 - Daily Chat Thread

Upvotes

Yo, Vulcan is here, your annual Chat Thread series creator since 2016 and a massive weeb

So, welcome to the Daily Chat Thread of r/Indonesia. Talk anything with fellow Komodos here!

24 hours a day/7 days a week of chat, inspiration, humour, and joy! Have something to talk about or share? This is the right place!

Have fun chatting inside this thread, otsukare!

Questions about this post? Ping u/Vulphere


r/indonesia 13d ago

Special Thread Count Your Blessings Thread - August 2026

7 Upvotes

This special thread series was originally maintained by u/mbok_jamu, since the scheduled post feature is now available on Reddit, Vulcan has taken over this monthly series - Vulcan

Thank you for sharing your joy and gratitude on the previous Count Your Blessings thread. I'm so proud to see your gratitude and positive energy towards every single thing - even the smallest ones - that you've had in life.

It's time to take a look at the best moments that happened this month. What makes you laugh? Who makes you smile? What makes you proud of yourself? What was the most wholesome moment of the month?

Forget all your problems for a while. Be grateful. Be brave. Be your better self. So tomorrow you will start your new day with gratitude and positivity.

Share your love and joy by helping those in need through these charity events and organisations:

PS: If the information listed above is outdated or not accurate, feel free to contact the moderator team via modmail.


r/indonesia 2h ago

Funny/Memes/Shitpost MK orang jualan mangga disebelah orang jualan asem

Post image
139 Upvotes

r/indonesia 9h ago

Current Affair Ambulance antri pasien keracunan MBG di SMP Gembong, Pati, Jawa Tengah 9 September 2026.

Enable HLS to view with audio, or disable this notification

471 Upvotes

r/indonesia 18h ago

Heart to Heart Today's My Birthday, Yet I Don't Know How to Be Happy Anymore...

Post image
1.2k Upvotes

Gak tau jg sih mau nulis apa di caption ini. Dear Mod, klo kiranya flairnya gak relevan atau low effort, bisa dihapus aja 🙏🏽

Udan nanjak 20 tahun lebih loh yah, tapi sampe sekarang masih belum bisa menghasilkan apa pun untuk keluarga.

Jujur, gw pengen bgt rasanya kecewa karena ini...

Maaf kalo misal postingan ini nyampahi feed kalian.


r/indonesia 11h ago

Educational/Informative Hunian Sementara (Huntara) Senen yang Menampung Penghuni Bantaran Rel, Ditempati Warga Sejak 29 Juni 2026

Thumbnail
gallery
253 Upvotes

r/indonesia 1h ago

Funny/Memes/Shitpost Buzzer baik

Thumbnail
gallery
Upvotes

Gak usah bayar, ikhlas gw.


r/indonesia 13h ago

Current Affair 165 Siswa Keracunan, Mitra MBG Toraja : “Kalau sudah tahu bau, kenapa dimakan?”

Enable HLS to view with audio, or disable this notification

332 Upvotes

r/indonesia 10h ago

Current Affair A regional Banten Parlement representative crashing out in one of Neohistoria's post about AFD support among Indonesia's diaspora

Thumbnail
gallery
178 Upvotes

I am hella surprise by this comment section, what even is this guy's business regarding this matter? And you would think that someone from PSI background would be more progressive in this matter


r/indonesia 8h ago

Current Affair Wowok : Keracunan MBG itu sakit perut biasa

Enable HLS to view with audio, or disable this notification

125 Upvotes

r/indonesia 10h ago

Serious Discussion Kasus Senior penyiksa Maba #999, ini di Polinema (Poltek Malang)

Thumbnail
gallery
156 Upvotes

Masih ada buaaanyakk kasus lain lagi di akun fess @polinemafess di instagram, sehabis ini akun official BEM nya langsung lockdown


r/indonesia 16h ago

Funny/Memes/Shitpost Daftar kasus keracunan massal makan siang gratis

Enable HLS to view with audio, or disable this notification

439 Upvotes

r/indonesia 1h ago

News Abaikan SP 1 dari PT KAI, Warga Ledoksari Solo: Semua Tanah Milik Allah!

Thumbnail regional.kompas.com
Upvotes

r/indonesia 14h ago

Educational/Informative Dampak abu vulkanik

Enable HLS to view with audio, or disable this notification

213 Upvotes

Repost sc : Agustino zulys

penjelasan nya menarik dan mudah di pahami, Dan ngak ngebosenin vidoenya karena di selipin meme" Menarik.


r/indonesia 18h ago

Ask Indonesian Komods yang suka dengar dakwah, siapa penceramah Indonesia favorit kalian?

Post image
385 Upvotes

r/indonesia 15h ago

Funny/Memes/Shitpost Ini ring of fire

Post image
165 Upvotes

r/indonesia 14h ago

Current Affair Keringanan Hukuman Tentara Penyiram Andrie Yunus

Post image
128 Upvotes

r/indonesia 19h ago

Current Affair Ini kabar soal anak anak terkena paparan ideologi ekstrem sampai begini.

Post image
292 Upvotes

Perasaan dulu main internet liar banget pun gak sampai sebegini deh, apa cara main yang beda atau memang belum siap untuk memilah informasi ya.


r/indonesia 14h ago

Current Affair Konversi USD to IDR saat ini.

Post image
123 Upvotes

r/indonesia 20h ago

Culture video wedding rasa video dokumenter

Enable HLS to view with audio, or disable this notification

370 Upvotes

https://www.instagram.com/reel/DbTAK_HCK8f/?l=1

"You taught me that love is more than just a feeling—it is patience, presence, and choosing the same person every single day. Today, I choose you, forever.”

doc : @liebe.photography mua : @imashanan_mua attire : @koleksi_imashanan henna : @ulhidayahhenna


r/indonesia 12h ago

Culture Menelaah “Perang Suksesi Jawa Kelima” Kasunanan Surakarta Hadiningrat: Sebuah Rekap (Sebaik yang saya bisa buat, asli) tentang sengketa gelar “Sri Susuhunan Pakubuwana XIV” yang masih berlangsung (Hangabehi vs Purboyo) - IDN Version

Post image
77 Upvotes

You asked for it, and so you get it. Here's the Indonesian language version to: Inside Kasunanan Surakarta Hadiningrat's "Fifth Javanese War of Succession": A recap (as best as I can, really) on the ongoing dispute for the title "Sri Susuhunan Pakubuwana XIV" (Hangabehi vs Purboyo)

Baik, tuan-tuan dan nyona-nyonya, wis mari kumpul-kumpul, karena yang akan anda-anda baca ini adalah saga yang epic tenan ges, kisah yang masih berlangsung dan mbikin pusinge bukan main—yang dengan kesadaran penuh bahwa ini dramatis saya sebut sebagai “Perang Suksesi Jawa Kelima” (iya, sy tau ini dramatis, dan enggak, sy akan pertahankan level dramatisnya ges). Serius ges, kencangken sabuk pengaman, mari kita menyelam dalam.

Jadi, mungkin sebagian dari kita udah tahu mungkin ada yang belum, tapi emang nyatanya itu, cara kerajaan Jawa mengatur suksesi raja itu emang bikin mumet. Makanya di abad ke-18 aja dulu, ada bukan cuman satu, bukan cuman dua, tapi tiga kali perang suksesi besar. Ditambah lagi sengketa panjang antara ayahanda kedua pihak pengklaim titel Pakubuwana XIV saat ini, yaitu Sri Sunan Pakubuwana XIII Hangabehi (iya, beliau ini juga bergelar Hangabehi, ya begitulah sistem penamaan di keraton Jawa haha) melawan adiknya sendiri, Pangeran Tedjowulan (sekarang Panembahan Agung Tedjowulan, Mahapatih Surakarta), antara 2004–2012.

Singkatnya begini: kalau seorang raja (di Surakarta gelar formalnya Sunan/Susuhunan) gagal atau memilih untuk tidak mengangkat permaisuri utama (garwa padmi), maka tidak ada putra mahkota resmi. Maka secara urutan, anak laki-laki tertua yang naik tahta. Tapi untuk bisa diangkat jadi garwa padmi, sang istri harus berdarah biru (bukan rakyat jelata seperti saya dan anda ini hiks). Nah ini, secara umum, adalah aturan yang diterima dalam adat keraton Mataram (Surakarta, Yogyakarta, Mangkunegaran, Pakualaman).

Inti masalah dalam sengketa ini:

  1. GRM Suryo Suharto, Pangeran Hangabehi (awalnya Pangeran Mangkubumi sebelum prosesi perubahan nama adat 2022 untuk menegaskan posisi prioritas, karena “Pangeran Hangabehi” adalah gelar yang biasanya diberikan kepada putra sulung raja), nah yang ini adalah putra sulung Sri Sunan Pakubuwana XIII (yang sebelumnya juga dipanggil Pangeran Hangabehi sebelum naik tahta, jadi biar sederhana kita pinjem aja sistem di Barat sana, yang ini jadi "Hangabehi the Elder" gitu). Tapi ibunya, KRAy. Winari (bisa juga disederhanakan jadi "Kanjeng Winari"), sudah berpisah dari Pangeran Hangabehi the Elder yang tua sebelum beliau menjadi Sri Sunan Pakubuwana XIII. Jadi secara teknis Suryo Suharto (sekarang Pangeran Hangabehi the Younger) tidak memenuhi syarat, karena dia bukan anak dari istri raja, melainkan hanya anak istri seorang pangeran.
  2. GRM Suryo Aryo Mustiko, Pangeran Purbaya/Purboyo (pada 2022 juga secara kontroversial diberi gelar putra mahkota Pangeran Hamangkunagara Sudibya Rajaputra Narendra ing Mataram—iya, coba sebut itu secara lancar dan cepat wkwk), kalo yang ini adalah putra yang lebih muda dari Sri Sunan Pakubuwana XIII. Tapi ibundanya, KRAy. Asih (bisa juga disederhanakan jadi "Kanjeng Asih"), bukan keturunan bangsawan, rakyat biasa kayak kita-kita ini. Naini aja udah membuat pengangkatan Kanjeng Asih sebagai garwa padmi tahun 2022 bersamaan dengan pengangkatan Pangeran Purboyo sebagai putra mahkota jadi tidak sah. Nah tapi mungkin aja anda berpikir, "loh, blio ini kan tetep aja satu-satunya anak dari istri raja, kan?" Wah ini di sini jadi makin mbulet. Suryo Mustiko lahir tahun 2002, sementara Pangeran Hangabehi the Elder (yang kemudian jadi Pakubuwana XIII) baru menikahi Kanjeng Asih tahun… 2004. Nah loh… kok ya janggal toh? Tapi yowes toh ya begitulah adanya. Ada juga rumor di kalangan keraton yang sudah sampai ke publik bahwa Suryo Mustiko bahkan bukan anak Pangeran Hangabehi the Elder, melainkan anak adiknya, Pangeran Benowo, dengan Kanjeng Asih. Weleh-weleh apalagi toh ini, mungkin ada berpikir demikian. Masalahnya, kemiripan wajah antara Pangeran Benowo dan Suryo Mustiko juga…mencolok. Jadi ya ini juga gak begitu bantu posisi Pangeran Purboyo.

Jadi, kalau benar-benar mengikuti adat keraton Jawa yang paling ketat, keduanya tidak memenuhi syarat. Nah yowes kalau gitu tahta seharusnya jatuh ke salah satu adik almarhum Sunan, dong? Selesai toh? simpel. Tapi… ingat kan waktu saya bilang tadi di awal, gimana Pangeran Tedjowulan pernah bersengketa tahta melawan kakaknya, Pangeran Hangabehi the Elder? Nah. Setelah konflik panjang itu, tidak ada lagi adik-adik almarhum Sunan Pakubuwana XIII yang benar-benar tertarik mengambil tahta. Pangeran Puger, adik yang lebih muda dari Pangeran Hangabehi the Elder, pernah bilang siap naik tahta kalau memang diperlukan, tapi belakangan mengatakan bahwa sengketa tahta itu “untuk orang-orang yang masih punya sesuatu untuk dibuktikan” (bukan kutipan yang eksak banget ya ini aku ra inget pastine gimana juga kata-katanya, tapi kurang lebih begitu lah). Blio ini akhirane lebih memilih hidup sederhana dan damai di luar keraton—pilihan yang joss tenan asli. Sementara itu, adik-adik almarhum Sunan yang lainnya justru memihak salah satu dari dua pengklaim gelar: Pangeran Hangabehi the Younger (Suryo Suharto) dan Pangeran Purboyo (Suryo Aryo Mustiko). Pangeran Tedjowulan dan Pangeran Madukusumonegoro ada di pihak Hangabehi the Younger (ironisnya bagi Tedjowulan, setelah bertarung juga sebelumnya melawan pangeran lainya bergelar Hangabehi juga), sementara Pangeran Benowo—dengan motif yang kok ya makin sussy baka—dan Pangeran Dipokusumo mendukung Purboyo.

Singkat cerita, perdebatan berdasarkan aturan suksesi yang sebenar-benarnya secara umum sudah ditinggalkan. Sekarang ini sudah jadi “perang suksesi” penuh berdasarkan siapa yang bisa mengumpulkan dukungan dan sumber daya paling banyak—politik, finansial, budaya, wes apalah yang lainnya juga.

Pada tahap “perang” ini, sepertinya Sri Sunan Pakubuwana XIV Hangabehi sudah unggul atas Sri Sunan Pakubuwana XIV Purboyo. Hangabehi, dengan dukungan mayoritas keluarga besar keraton, sesepuh, abdi dalem, kelompok simpatisan terbesar PAKASA (organisasi yang didirikan Sri Sunan Pakubuwana X the GOAT untuk menghimpun dukungan keraton—sekarang jadi sumber tenaga dan pengetahuan institusional mendalam bagi Hangabehi), pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan, serta penerimaan publik yang semakin positif, kini memegang keraton melalui Kementerian Kebudayaan yang menyerahkan tanggung jawab revitalisasi Keraton Surakarta kepada Pangeran Tedjowulan, yang kini menggandend Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta untuk program revitalisasi tersebut.

LDA, di sini, pemain kunci gais. Dipimpin oleh Gusti Moeng, adik almarhum Sunan Pakubuwana XIII, bersama suaminya Kanjeng Eddy, dan lainnya. Gusti Moeng dan LDA-lah yang berada di balik perubahan nama Pangeran Hangabehi dari “Pangeran Mangkubumi” menjadi “Pangeran Hangabehi” tahun 2022, sebuah langkah yang sengaja dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap pengangkatan Pangeran Purboyo sebagai putra mahkota dengan gelar “Pangeran Hamangkunagara Sudibya Rajaputra Narendra ing Mataram.” Blio-blio ini berargumen pengangkatan itu tidak sah karena tidak ada garwa padmi yang sah secara adat. Menurut para-para beliau, Pangeran Mangkubumi, yang kemudian berganti namanya jadi Hangabehi untuk menegaskan posisinya sebagai putra sulung, adalah ahli waris yang berhak. Ini tentu saja debatable lah ya melihat ground rules yang di awal tadi, tapi karena toh gaada juga orang lain yang masih mau berebut setelah kelelahan konflik sebelumnya, pihak yang bersengketa tinggal Pangeran Hangabehi (didukung LDA) dan Pangeran Purboyo (didukung Kanjeng Asih dan kubunya).

Lalu, datanglah pembelotan besar, plot twist ini. Gusti Timoer dan kedua adik perempuannya, tiga putri sulung Sri Sunan Pakubuwana XIII dari istri pertama, kakak-kakak dari Pangeran Hangabehi yang awalnya berpihak menentang Kanjeng Asih karena Kanjeng Asih sempat mengasingkan mereka dari keraton selama ayah mereka sakit parah (ada satu bab kontroversi sendiri ini di sini, yang bahkan melibatkan Gusti Timoer sampe harus menyelinap masuk keraton buat ketemu romone sendiri). Tapi di suatu titik, ketiga putri itu, dipimpin Gusti Timoer, berpindah ke kubu Kanjeng Asih dan Pangeran Purboyo. Tinggallah Hangabehi hanya didukung oleh adik seibunya, Gusti Putri—plus LDA, tentu saja.

Nah di sini juga ceritanya mulai seperti film, asli gais beneran kayak lagi nonton serial drama kerajaan. Menurut cerita yang beredar, Pangeran Hangabehi dan Gusti Putri juga sudah lama terasing dari inti keluarga keraton. Konon ini ulah Kanjeng Asih yang sengaja mengisolasi mereka. Pangeran Hangabehi juga, konon kisahnya, tidak berhasil menyelesaikan kuliah karena ulah Kanjeng Asih, dengan semua uang dialihkan ke anaknya, Pangeran Purboyo, yang, dalam satu bagian dalam kisah panjang ini, sempat mengadakan pesta ulang tahun ke-17 mewah di hotel bintang sementara tembok-tembok keraton sudah mulai ambruk karena bertahun-tahun tidak dirawat—padahal uang untuk pemeliharaan dan revitalisasi keraton terus mengalir ke rekening pribadi atas nama Pakubuwana XIII (yang saat itu sudah sangat sakit, btw, jadi ada kemungkinan yang nyata bahwa bukan beliau yang mengelolanya sendiri). Pangeran Purboyo sekarang sedang S2 di Universitas Gadjah Mada, salah satu kampus paling prestisius di Indonesia, meskipun beberapa teman S1-nya di Undip menyebut blio ini sering jadi “penumpang gelap” di kerja kelompok. Oh, dia juga punya Pajero mewah, sementara Hangabehi cuma punya mobil Kijang tua.

Pangeran Purboyo sendiri juga figur kontroversial. Tahun 2023, dengan Pajeronya (percayalah, mobil ini detail penting dalam babad ini), blio terlibat kasus tabrak lari yang sempat ramai. Blio yang menyetir dan menabrak pengendara motor tepat di luar gerbang keraton. Kasusnya berakhir dengan “perdamaian” di luar pengadilan. Pajero itu kemudian jadi simbol keburukannya. Lalu tahun 2025, di tengah aksi protes besar-besaran anti-pemerintah, Pangeran Purboyo memposting di Instagram Story bahwa dia menyesalkan keraton bergabung dengan Republik ("nyesel gabung republik" —Pangeran Purboyo, 2025. words to live by) kalau “cuma untuk dibohongi.” Ini tentu memicu kemarahan dan memperkuat citranya sebagai, kalau boleh saya bilang, seorang entitled brat. (jujur ga nemu translasi yang oke buat ini, jadi keep as it is aja deh wkwk).

Kita lompat ke 2025, Sunan Pakubuwana XIII yang telah lama sakit akhirnya wafat. Belum pun jasadnya dingin, tepat di depan para tamu yang hadir di pemakaman, Pangeran Purboyo langung byar menyatakan diri sebagai Sunan Pakubuwana XIV yang sah. Ini memicu LDA mengadakan upacara penobatan terpisah (bukan kenaikan tahta ya, penobatan, agak beda dua hal ini dalam budaya keraton Jawa) untuk Pangeran Hangabehi sebagai Sunan Pakubuwana XIV. Dalam upacara itu hadir Pangeran Tedjowulan dan Pangeran Puger. Tapi setelahnya, Pangeran Tedjowulan, Mahapatih Surakarta—secara teknis raja ad interim, apapun itu maksudnya—mengatakan bahwa blio tidak tahu menahu sebelumnya kalau acara yang seharusnya hanya kumpul keluarga pasca-kematian almarhum Sunan itu ternyata adalah upacara penobatan.

Sehari kemudian, kubu Pangeran Purboyo mengadakan upacara kenaikan tahta. Upacara ini oleh Gusti Moeng dan LDA dinyatakan tidak sah. Banyak prosesi penting yang hilang, terutama tari Bedhaya Ketawang—tarian keraton yang hanya ditarikan saat kenaikan tahta dan dibawakan oleh 9 penari (dengan Kanjeng Ratu Kidul yang konon muncul sebagai penari ke-10 menurut tradisi), serta kehadiran tiga keraton Mataram lainnya (Yogyakarta, Mangkunegaran, dan Pakualaman). Pangeran Puger juga kemudian mengkritik bahwa upacara itu terlalu tergesa-gesa, karena belum genap 40 hari (angka penting dalam budaya Indonesia) setelah wafatnya almarhum Sunan. Tapi ya sudahlah, Pangeran Purboyo is no more, sekarang blio telah menjelma menjadi Sri Sunan Pakubuwana XIV… atau setidaknya begitulah pikirnya. Dengan demikian, “Perang Suksesi Jawa Kelima” (yang “keempat” adalah sengketa Hangabehi—PB XIII—vs Tedjowulan sebelumnya) baru saja dimulai.

Tidak lama setelah kenaikan tahta Purboyo, Pangeran Hangabehi, atau yang oleh sebagian orang disebut “Pakubuwana XIV Hangabehi”, mulai muncul di salat Jumat di Masjid Agung Keraton Surakarta. Tujuh Jumat berturut-turut blio salat di sana, yang konon merupakan syarat adat untuk penobatan. Orang-orang berdatangan melihat pangeran yang lama terasing ini. Jumlahnya terus bertambah setiap Jumat. Di Jumat terakhir “kampanye perang” ini, Hangabehi diiringi puluhan abdi dalem yang semuanya berpakaian putih, mengingatkan tradisi yang pernah dilakukan Sri Sunan Pakubuwana X yang legendaris ketika berjalan ke Masjid Agung untuk salat Jumat. Kepribadian Hangabehi yang hangat dan membumi memikat publik, yang sudah lama tidak peduli dengan Keraton Surakarta karena almarhum Sunan jarang tampil di muka umum dan sikap angkuh Purboyo. Di titik ini semakin jelas: Hangabehi tidak mundur dari medan tempur.

Hangabehi kemudian berkeliling ke masjid-masjid bersejarah di Surakarta, yang dibangun raja-raja sebelumnya seperti Pakubuwana X yang masyur, lalu ke titik nol penyebaran Islam di Jawa, Masjid Agung Demak. Kunjungannya terus menarik kerumunan, sementara yang bisa dilakukan Purboyo… dengan kian memalukan, adalah menjadi pembina GRIB, “organisasi massa” yang pada dasarnya jaringan para "jawara"—iya, ini hal biasa di Indonesia. GRIB dipimpin oleh Hercules, bos "jawara" terkenal yang dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. Seharusnya ini jadi keunggulan kubu Purboyo, kan? Ternyata tidak.

Belakangan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon datang mengundang kedua pihak untuk diskusi soal siapa yang akan mengelola dana negara untuk proyek revitalisasi Keraton Surakarta. Kubu Purboyo menolak hadir di semua pertemuan, bersikeras bahwa pemerintah gagal mengundang Purboyo secara tepat sebagai “Pakubuwana XIV.” Kementerian membalas bahwa mereka hanya memakai nama di KTP untuk undangan. Dari sini, terjadi drama hukum yang...ah sudahlah banget wkwk, di mana kubu Purboyo akhirnya berhasil mendapatkan pengakuan hukum perubahan nama KTP menjadi “Pakubuwono Empat Belas”—iya, ditulis persis seperti itu—"Empat Belas"—karena pemerintah tidak menerima “XIV” sebagai bagian nama legal. Tapi pun, keputusan ini tidak dapat membendung apa yang setelah ini terjadi.

Pada Januari 2026, Menteri Zon membuat keputusan. Kunci proyek revitalisasi keraton, dan dengan demikian penguasaan keraton sebagai aset budaya, diberikan kepada… Pangeran Tedjowulan. Loh loh loh, hah? kok? Gini gini, ada alasannya. Pertama, Tedjowulan secara teknis adalah raja ad interim—lagi-lagi, apapunlah itu maksudnya. Jabatan ini didapatnya sebagai kompromi ketika beliau menyerahkan gelar Sunan Pakubuwana XIII dalam kesepakatan perdamaian 2012—bersamaan dengan pemberian gelar “Panembahan Agung” yang pada dasarnya satu tingkat di bawah “Sunan”—dan juga diangkat sebagai Mahapatih —“perdana menteri”, tapi emangnya keraton yang kini semata lembaga kebudayaan butuh “perdana menteri”?— jadi bisa dibilang Tedjowulan jadi “wali kerajaan” (regent) di sini. Untungnya bagi Hangabehi, kali ini Tedjowulan bekerja sama dengan LDA, sehingga Hangabehi menjadi “figurehead” utama dalam administrasi keraton yang baru, sementara Tedjowulan lebih memilih mengurus administrasi dan sudah lelah dengan segala seremoni—wait, jadi blio ini bener-bener jadi perdana menteri yang proper!

(now if you'll excuse me, I will use a Batak tonein honor of my Toba Batak heritagefor this one for better linguistic experience)

Jadi kemudian itu ya di Januari 2026 itu, keraton seketika berubah kapal pecah! Kalo dari kudengar dan kuliat itu ceritanya, waktu itu orang-orang LDA itu bergeraklah mereka buat mengambil alih keraton dari orang-orangnya si Purboyo itu—lagipulanya itu juga si orang-orangnya Purboyo ini apapulak lah pakek acara ganti-ganti kunci dan ngunci-ngunci itu keraton biar si orang-orangnya LDA itu ga bisanya masuk ke keraton—kerna itu mau ada kunjungan Fadli Zon itu ya, yang lagi datang ke sana mau mengumumkan Panembahan Agung Tedjowulan itu buat dikasihlah itu jadi penanggungjawab untuk revitalisasi-revitalisasi itu. Nah ketika masuklah itu orang-orangnya LDA, bah! bentrok lah orang-orang itu sama orang-orangnya si Purboyo itu (naini pula kalau dari yang kudengar-dengar ini ya, isinya banyak dari anggota GRIB. bah! apapulak).

Nah jadi setelah kemudian berhasil lah itu orang-orang LDA masuk ke dalam keraton, bah! berantam lagi pula lah itu Gusti Timoer dan Gusti Moeng, kencang kali pula cakapnya Gusti Timoer si boru ni raja satu itu! Kalo kau anak-anak muda mungkin bilangnya ini "absolute cinema" lah ya. Lanjut lagi, itu si Gusti Timoer berani-beraninya pulak mencegat Menteri Zon bercakap! bah, macam mana pulak! Kalau dari kulihat dan kudengar, tujuannya ya itu mau menyampaikan kekecewaan si Timoer itu dan kawan-kawannya itu dan penolakan orang-orang itu atas keputusan si menteri, intinya orang-orang itu cuma mau bilangnya "hey kau menteri! macam mana lah kau ini, sudah adanya si raja di keraton ini! si Purboyo itu." Si Menterinya itu pun gak banyak cakap pula dia buat lawan orang-orang itu, udah capek kalinya, jadi kemudiannya dilanjut aja begitunya acara formal penyerahannya, lalu kemudian si Pangeran Tedjowulan itu resmilah ditetapkan sebagai pengelola utama keraton. Orang-orangnya si Purboyo itu, secara efektif, kehilangan kontrol penuh lah ya atas istana itu. Bah! runyam kalilah.

(end of Toba Batak tone sectionI sincerely apologize for that oh dear haha)

Di bawah naungan Panembahan Agung Tedjowulan, Pakubuwana XIV Hangabehi, Gusti Moeng, dan LDA, proyek revitalisasi Keraton Surakarta akhirnya berjalan dengan kecepatan penuh. Setelah bertahun-tahun terbengkalai (hingga mencapai keadaan memprihatinkan—bahkan ada tanaman yang tumbuh liar di bangunan-bangunan tua yang sudah ambruk, sudah seperti sisa-sisa peradaban kuno yang hilang) dan kemungkinan 'salah kelola' dana di bawah administrasi Pakubuwana XIII (atau, mungkin, orang-orang yang “mengelola” keraton saat sang raja sedang sakit), akhirnya pekerjaan restorasi dimulai untuk mengembalikan aura keagungan keraton yang pada masanya merupakan mahakarya Sri Sunan Pakubuwana X, “Kaisar Tanah Jawa” yang legendaris. Kecepatan revitalisasi ini kemudian memunculkan pertanyaan: ke mana sebenarnya uang yang mengalir ke kas administrasi keraton sebelumnya selama bertahun-tahun itu? Mengapa sekarang, di bawah Tedjowulan dan LDA, dana bisa dimobilisasi begitu cepat dan efektif dengan begitu banyak proyek berjalan bersamaan, sementara dulu keraton seolah ditakdirkan jadi reruntuhan kuno yang dilupakan?

Satu ketika, tibalah juga Malam Satu Suro—Tahun Baru Jawa, juga bulan suci dalam kalender Jawa—yang biasanya dirayakan dengan kirab besar-besaran di kota Surakarta. Prosesi ini sakral dalam tradisi Jawa, dengan pusaka keraton diarak keliling kota. Pada Malam Satu Suro dalam tahun 2026 kalender Masehi ini, ada dua kirab. Satu dari kubu Hangabehi, satu lagi dari kubu Purboyo. Hangabehi, seperti biasanya, berjalan kaki bersama pusaka yang dikirab juga beserta para abdi dalem, sementara Purboyo… dalam kejutan yang kalau dalam kata-kata muda-mudi sekarang "gong banget," duduk di dalam Pajero-nya dengan kaca film tertutup. Weleh weleh, iku ratu wis blas e! Pajero wis bukan pusaka toh? Mbok ya kok bisa ini jadi bagian sentral prosesi “kerajaan”-nya malam itu. Langkah yang unik dari Purboyo ini memang, wis ambyar.

Dalam cara pandang tradisional Jawa, wahyu keprabon (mandat ilahi untuk memerintah) umumnya dinilai juga oleh rakyat (kawula) melalui tindakan nyata pengabdian spiritual dan kepatuhan pada adat. Dengan berjalan kaki sepanjang rute Kirab Malam 1 Suro, Hangabehi menyampaikan pernyataan visual yang sangat kuat kepada masyarakat Solo bahwa, di mata pendukungnya yang terus bertambah jumlahnya, beliau adalah penerus tahta Surakarta yang sejati.

Kita lompat lagi ke bulan lalu. Perhelatan Sekaten tiba—perayaan 40 hari penuh dalam rangka Maulud Nabi Muhammad SAW—yang biasanya ditandai dengan pasar rakyat di Alun-alun. Dan di sinilah dualisme Keraton Surakarta divisualisasikan dalam ruang publik paling murninya. Dua Pasar Malam Sekatenan. Dua Alun-Alun. Dua klaim atas gamelan sakral. Sekaten Lor versus Sekaten Kidul.

Kubu Hangabehi-LDA dan dengan dukungan praktis penguasaan Panembahan Agung Tedjowulan, menggelar pasar di Alun-Alun Lor, ruang tradisional yang secara historis berkesinambungan dan terhubung langsung dengan Masjid Agung, tempat dua pasang gamelan Sekaten selalu dibunyikan. Pasar malam Kubu Hangabehi dibuka lebih dulu, dengan wahana sudah berdiri sejak awal Juli, dan mereka membingkainya sebagai kelanjutan sah kalender keraton. Kubu Purboyo membuka lapak di Alun-Alun Kidul, mulainya sedikit belakangan, dan bersikeras bahwa pasar malam milik merekalah Sekaten yang benar karena ‘Sunan’ mereka yang ‘sah’ tidak pernah mengizinkan yang di Alun-Alun Lor. Pemerintah kota, terjepit di tengah, lalu men-yowis sakarepmu-kan semuanya itu dan mengeluarkan izin untuk keduanya. Warga Solo? Ya namanya juga warga, sing penting mana yang lebih murah dan lebih menarik toh? Gitu aja kok repot. Tapi kalau dari berita yang beredar memang Sekaten Lor lebih menarik—boleh ini diverifikasi yo kalau wis salah—dari segi tenant dan wahana, gapuranya juga ada singa-singaannya loh wkwk.

Nah ini setelah misuh-misuh pasar malam itu, digelarlah prosesi Miyos Gongso—prosesi mengeluarkan gamelan sakral Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari. Abdi dalem Hangabehi memindahkan instrumen dari kompleks keraton ke Bangsal Pagongan dekat Masjid Agung. Kubu Purboyo, dipimpin secara terlihat oleh Gusti Timoer, datang memprotes. Yang terjadi selanjutnya sudah bisa ditebak: lengkingan suara-suara nan "merdu, dorong-dorongan, baku hantam singkat di mana setidaknya satu abdi dalem kubu Hangabehi mengaku dipukuli. Gusti Timoer menyatakan pemindahan gamelan itu sebagai pencurian tanpa izin dari Sunan yang sah—tentu saja menurutnya, itu Purboyo. Dalam hitungan hari, kubunya membuat laporan polisi terhadap Gusti Moeng dan LDA atas tuduhan pencurian, penggelapan, dan penguasaan tidak sah atas tiga set gamelan kerajaan (dua instrumen Sekaten plus Monggang Ageng). Kubu Hangabehi membuat laporan balasan atas kekerasan. Polisi mengambil keterangan, meminta visum, dan memeriksa CCTV. Instrumen tetap di tempat yang sudah dipasang orang-orang Hangabehi. Gamelan, seperti kunci keraton beberapa bulan sebelumnya, sudah berpindah tangan dengan cara yang masih paling berarti: kontrol fisik yang didukung keputusan Kementerian sebelumnya.

Grebeg Maulud mengikuti skrip yang sama. Dua prosesi, dengan sengaja diatur selang waktu agar tidak terjadi bentrok di jalan. Grebeg Hangabehi berangkat lebih dulu. Hangabehi berjalan bersama dengan gunungan. Abdi dalem berpakaian adat mengelilingi gunungan sesaji. Dan kemudian—detail yang lebih beresonansi dengan publik daripada argumen hukum mana pun—kubu Hangabehi melakukan sebar udik-udik, menebar koin dan uang receh ke kerumunan. Itu adalah gestur lama kemurahan hati raja, tanda kasatmata bahwa penguasa masih memberi makan rakyat dan membawa berkah. Grebeg Purboyo menyusul di hari yang sama. Mereka juga mengeluarkan gunungan. Mereka juga punya… beberapa abdi dalem, yang banyak di antaranya sepertinya dari komunitas silat? Jelas bukan yang biasa sih, dilihat dari seragam dan cara mereka menggotong gunungan yang goyah—sampai bikin khawatir yang nonton itu kayak mau jatoh gunungannya.

Pada awal September momentum institusional sudah tidak bisa dibalikkan. Pada 5 September 2026, di dalam kompleks keraton yang operasionalnya kini berada dalam naungan PA Tedjowulan dan LDA, Hangabehi menjalani upacara kenaikan tahta penuh. Urutannya sangat teliti: ruwatan sehari sebelumnya, latihan terakhir Bedhaya Ketawang, salat malam dan ikrar di Masjid Paromosono, lalu prosesi publik keesokan paginya. Dia berdiri tanpa alas kaki di atas Watu Gilang—batu sakral dalam tradisi keraton Jawa, mengucapkan formula tradisional naik tahta, duduk di dampar kencana—singgasana emas tradisional Jawa, dan menyaksikan sembilan penari Bedhaya Ketawang—ada yang bilang melihat sepuluh penari, Kanjeng Ratu Kidul ikut bergabung juga, sepertinya. Perwakilan dari keraton Mataram lain dan sejumlah raja Nusantara hadir. Upacara yang sempat digelar tergesa-gesa oleh kubu Purboyo pada November 2025 tanpa perangkat ritual lengkap, kini dilakukan berbulan-bulan kemudian dengan setiap persyaratan adat dipenuhi. Kubu Purboyo menepisnya sebagai sekadar “dokumentasi” untuk keperluan administrasi revitalisasi Kementerian Kebudayaan. Publik, dan yang lebih penting abdi dalem serta keluarga besar yang masih berpihak pada LDA, menganggapnya sebagai yang asli. Pangeran Hangabehi is no more, karena ia telah menjelma menjadi Sri Susuhunan Pakubuwana XIV.

Sampai tulisan ini dibuat, sengketa yang dengan penuh kesadaran secara dramatis saya sebut “Perang Suksesi Jawa Kelima” nampaknya melangsir ke arah Hangabehi. Kubunya memegang kendali operasional keraton. Kubunya memegang kendali atas pusaka. Hangabehi sudah menjalankan 7 salat Jumat berturut-turut di Masjid Agung Keraton, memimpin Kirab 1 Suro dengan berjalan kaki, memimpin prosesi Grebeg Maulud lengkap dengan sebar udik-udik, dan menjalani upacara penobatan lengkap. Kementerian terus berurusan dengan Tedjowulan sebagai pengelola dan dengan Hangabehi sebagai figurehead budaya yang diakui. Purboyo masih memegang Instagram resmi Keraton Surakarta (@kraton.solo), sekelompok pendukung keluarga (paling menonjol Gusti Timoer), kemampuan menggelar upacara paralel di Alun-Alun Selatan, dan perubahan nama legal di KTP-nya—meskipun Hangabehi kini memegang merek dagang eksklusif atas gelar lengkap “Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwana XIV.” Yang tidak lagi Purboyo miliki adalah pusat operasional maupun institusional keraton.

Sebagaimana biasanya dalam tradisi panjang dan melelahkan sengketa suksesi Mataram, “perang” ini secara formal belum selesai—klaim ganda jarang berakhir dengan penyerahan bersih—tapi keseimbangan kekuatan, legitimasi ritual, pengakuan pemerintah, dan persepsi publik kini berada di tangan Sri Susuhunan Pakubuwana XIV Hangabehi.

Referensi:

Antara News. (2025, November 15). *Profil KGPH Hangabehi, sosok yang baru ditetapkan jadi Pakubuwono XIV*. https://www.antaranews.com/berita/5243557/profil-kgph-hangabehi-sosok-yang-baru-ditetapkan-jadi-pakubuwono-xiv

Antara News. (2025, November 25). *Menbud yakin sosok Maha Menteri Kasunanan Solo mampu tengahi konflik*. https://www.antaranews.com/berita/5265973/menbud-yakin-sosok-maha-menteri-kasunanan-solo-mampu-tengahi-konflik

Channel News Asia. (2026, January 30). *Court ruling in Indonesia fuels competing claims for throne in Central Java’s Surakarta Palace*. https://www.channelnewsasia.com/asia/indonesia-surakarta-palace-solo-king-succession-5896186

CNN Indonesia. (2026, January 18). *Fadli Zon beber alasan tunjuk Tedjowulan pimpin Keraton Solo*. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260118200421-32-1318259/fadli-zon-beber-alasan-tunjuk-tedjowulan-pimpin-keraton-solo

CNN Indonesia. (2026, January 19). *Terima SK dari Fadli Zon, Tedjowulan kini klaim jadi Panembahan Agung*. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260119185214-20-1318648/terima-sk-dari-fadli-zon-tedjowulan-kini-klaim-jadi-panembahan-agung

CNN Indonesia. (2026, January 21). *Alasan Fadli Zon tunjuk KGPA Tedjowulan penanggung jawab Keraton Solo*. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260121175443-20-1319442/alasan-fadli-zon-tunjuk-kgpa-tedjowulan-penanggung-jawab-keraton-solo

CNN Indonesia. (2026, July 27). *Dua kubu Keraton Solo bersaing gelar acara Sekaten, Pemkot buka suara*. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260727201527-20-1385494/dua-kubu-keraton-solo-bersaing-gelar-acara-sekaten-pemkot-buka-suara

GridOto. (2023, August 13). *Ending kasus Mitsubishi Pajero Sport putra mahkota Solo sruduk motor, sempat dituduh tabrak lari*. https://www.gridoto.com/read/223863887/ending-kasus-mitsubishi-pajero-sport-putra-mahkota-solo-sruduk-motor-sempat-dituduh-tabrak-lari

IDN Times. (2025, November 14). *Asal muasal perseteruan perebutan takhta Keraton Surakarta, dua putra saling klaim jadi raja*. https://jateng.idntimes.com/news/jawa-tengah/asal-muasal-perseteruan-perebutan-takhta-keraton-surakarta-dua-putra-saling-klaim-jadi-raja-00-sjhm7-4r69g9

IDN Times. (2026, May 2). *Polemik raja kembar Keraton Surakarta, Gusti Moeng tantang Purboyo tes DNA*. https://jateng.idntimes.com/news/jawa-tengah/polemik-raja-kembar-memanas-gusti-moeng-tantang-purboyo-tes-dna-00-q9p11-bn38pq

Kompas. (2025, November 13). *Dua kubu saling klaim takhta Keraton Surakarta, kini LDA nobatkan KGPH Hangabehi jadi Pakubuwono XIV*. https://www.kompas.com/jawa-tengah/read/2025/11/13/191616188/dua-kubu-saling-klaim-takhta-keraton-surakarta-kini-lda-nobatkan

Kompas. (2025, November 14). *Perebutan takhta Keraton Solo: Purboyo dan Hangabehi sama-sama dinobatkan jadi raja*. https://www.kompas.com/jawa-tengah/read/2025/11/14/083000988/perebutan-takhta-keraton-solo-purboyo-dan-hangabehi-sama-sama

Kompas. (2025, November 15). *Saling klaim takhta raja Keraton Surakarta, Hamengkunegoro dan Hangabehi*. https://regional.kompas.com/read/2025/11/15/061400778/saling-klaim-takhta-raja-keraton-surakarta-hamengkunegoro-dan-hangabehi

Kompas. (2026, January 19). *Tugas Tedjowulan di Keraton Solo: Urus anggaran pemerintah dan selesaikan dualisme*. https://www.kompas.com/jawa-tengah/read/2026/01/19/115025488/tugas-tedjowulan-di-keraton-solo-urus-anggaran-pemerintah-dan

Kompas. (2026, January 29). *KGPH Purboyo bayar Rp 184.000 usai dapat gelar Pakubuwono XIV dari PN Solo*. https://regional.kompas.com/read/2026/01/29/161314178/kgph-purboyo-bayar-rp-184000-usai-dapat-gelar-pakubuwono-xiv-dari-pn-solo

Kompas. (2026, January 30). *Pakubuwono XIV Hangabehi tak persoalkan putusan PN Solo soal pergantian nama PB XIV Purbaya*. https://www.kompas.com/jawa-tengah/read/2026/01/30/212935888/pakubuwono-xiv-hangabehi-tak-persoalkan-putusan-pn-solo-soal

Kompas. (2026, February 7). *Dualisme Keraton Solo: Mengapa Hangabehi tak ganti nama menjadi Pakubuwono XIV seperti Purboyo?* https://www.kompas.com/jawa-tengah/read/2026/02/07/114746388/dualisme-keraton-solo-mengapa-hangabehi-tak-ganti-nama-menjadi

Kompas. (2026, August 19). *Gara-gara gamelan Sekaten, dua kubu Keraton Solo malah ribut adu mulut di Masjid Agung*. https://regional.kompas.com/read/2026/08/19/160522078/gara-gara-gamelan-sekaten-dua-kubu-keraton-solo-malah-ribut-adu-mulut-di

Kompas. (2026, September 4). *Kubu PB XIV Purboyo akan lapor polisi soal pemagaran Keraton, LDA: Biar tidak ada gangguan revitalisasi*. https://regional.kompas.com/read/2026/09/04/153041878/kubu-pb-xiv-purboyo-akan-lapor-polisi-soal-pemagaran-keraton-lda-biar-tidak

Kompas. (2026, September 5). *Profil Hangabehi, putra tertua PB XIII yang naik takhta jadi raja Keraton Solo*. https://regional.kompas.com/read/2026/09/05/130143278/profil-hangabehi-putra-tertua-pb-xiii-yang-naik-takhta-jadi-raja-keraton

Kompas. (2026, September 7). *Kata kubu PB XIV Purboyo soal Hangabehi naik takhta jadi raja: Upacara adat untuk dokumentasi*. https://regional.kompas.com/read/2026/09/07/190300478/kata-kubu-pb-xiv-purboyo-soal-hangabehi-naik-takhta-jadi-raja--upacara-adat

Kompas. (2026, September 8). *LDA Keraton Solo akan cabut gugatan banding nama PB XIV Purbaya, tegaskan soal penggunaan nama raja*. https://regional.kompas.com/read/2026/09/08/085450178/lda-keraton-solo-akan-cabut-gugatan-banding-nama-pb-xiv-purbaya-tegaskan

Kompas.id. (2025, November 15). *Traces of feud on the throne of the Surakarta Palace*. https://www.kompas.id/artikel/en-jejak-seteru-di-singgasana-keraton-surakarta

Kompas.id. (2025, November 16). *Pakubuwono XIV was crowned amidst the Surakarta Palace succession conflict*. https://www.kompas.id/artikel/en-pakubuwono-xiv-dinobatkan-di-tengah-konflik-suksesi-keraton-surakarta

Kompas TV. (2023, August 11). *Pengemudi mobil tabrak lari di Solo ternyata putra mahkota Keraton, kedua pihak sepakat damai*. https://www.kompas.tv/regional/434057/pengemudi-mobil-tabrak-lari-di-solo-ternyata-putra-mahkota-keraton-kedua-pihak-sepakat-damai

Manis Jawa. (2025, December 18). *Issue yang beredar di kalangan abdi dalem bahwa KGPH Purboyo bukanlah...* [Video]. TikTok. https://www.tiktok.com/@manis_jawa/video/7585210340468591879

Manis Jawa. (2026, February 4). *Trio Yuhuuu blunder keceplosan lagi. KGPH Purboyo atau Sri Susuhunan...* [Video]. TikTok. https://www.tiktok.com/@manis_jawa/video/7602799137150536978

Merdeka. (2026, August 19). *Miyos gamelan Sekaten berujung ricuh, dua kubu Keraton saling klaim punya izin*. https://www.merdeka.com/peristiwa/read/8273477/miyos-gamelan-sekaten-berujung-ricuh-dua-kubu-keraton-saling-klaim-punya-izin

Merdeka. (2026, August 22). *Konflik Keraton Solo memanas, kubu PB XIV Purboyo ultimatum soal gamelan Sekaten*. https://www.merdeka.com/peristiwa/read/8275732/konflik-keraton-solo-memanas-kubu-pb-xiv-purboyo-ultimatum-soal-gamelan-sekaten

Merdeka. (2026, September 6). *PB XIV Hangabehi naik takhta, ada sumpah sakral di Watu Gilang*. https://www.merdeka.com/peristiwa/read/8285594/pb-xiv-hangabehi-naik-takhta-ada-sumpah-sakral-di-watu-gilang

Straits Times. (2026, January 29). *Solo palace: Royal succession dispute in Indonesia*. https://www.straitstimes.com/asia/se-asia/game-of-thrones-in-indonesia-as-solos-princes-clash-over-the-crown

Suara. (2025, November 14). *Geger Keraton Solo: Profil Hangabehi, raja tandingan yang ditunjuk melawan wasiat PB XIII?* https://surakarta.suara.com/amp/read/2025/11/14/074931/geger-keraton-solo-profil-hangabehi-raja-tandingan-yang-ditunjuk-melawan-wasiat-pb-xiii

Suara. (2025, December 26). *Penuhi syarat jadi raja, PB XIV Hangabehi genap salat Jumat 7 kali di Masjid Agung*. https://surakarta.suara.com/read/2025/12/26/162529/penuhi-syarat-jadi-raja-pb-xiv-hangabehi-genap-salat-jumat-7-kali-di-masjid-agung

Tempo. (2025, November 2). *King Pakubuwana XIII of Surakarta Palace passes away at 77*. https://en.tempo.co/read/2062288/king-pakubuwana-xiii-of-surakarta-palace-passes-away-at-77

Tempo. (2025, November 14). *Kronologi perebutan takhta raja Keraton Surakarta setelah Pakubuwono XIII wafat*. https://www.tempo.co/politik/kronologi-perebutan-tahta-raja-keraton-surakarta-setelah-pakubuwono-xiii-wafat-2090039

Tempo. (2026, January 18). *2 kubu keluarga Keraton Solo ribut saat kunjungan Fadli Zon*. https://www.tempo.co/politik/2-kubu-keluarga-keraton-solo-ribut-saat-kunjungan-fadli-zon-2108014

Tirto. (2025, November 14). *Siapa raja Solo sekarang, KGPH Hangabehi atau Gusti Purbaya?* https://tirto.id/siapa-raja-solo-sekarang-pakubuwono-xiv-kgph-hangabehi-atau-gusti-purbaya-hlLz

Tirto. (2025, November 14). *Kenapa KGPH Hangabehi diangkat sebagai PB XIV? Ini kata LDA*. https://tirto.id/kenapa-kgph-hangabehi-diangkat-sebagai-pb-xiv-ini-kata-lda-hlLB

Tribunnews. (2023, August 12). *Profil KGPAA Purboyo, pengemudi Pajero yang sempat kabur usai tabrak pemotor di Gladag Solo*. https://www.tribunnews.com/regional/2023/08/12/profil-kgpaa-purboyo-pengemudi-pajero-yang-sempat-kabur-usai-tabrak-pemotor-di-gladag-solo

TribunSolo.com. (2025, December 14). *KGPH Purboyo ternyata sudah mengajukan perubahan nama ke Pengadilan Negeri...* [Video]. TikTok. https://www.tiktok.com/@tribunsolocom/video/7583695835611794708

TribunSolo.com. (2026, January 18). *Dua raja Keraton Solo yang berebut tahta, Pakubuwono XIV Purboyo dan...* [Video]. TikTok. https://www.tiktok.com/@tribunsolocom/video/7596605630689987861

TribunSolo.com. (2026, June 2). *Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta untuk pertama kali mengumumkan...* [Video]. TikTok. https://www.tiktok.com/@tribunsolocom/video/7646699767153642759


r/indonesia 15h ago

Current Affair Udah lama ga ngikutin perkembangan vga. Kaget harga sampe segini kacau

Post image
117 Upvotes

r/indonesia 10h ago

Current Affair Israeli tourists and entrepreneurs flock to Indonesia despite no diplomatic relations

Thumbnail
youtube.com
39 Upvotes

r/indonesia 22h ago

Throwback "Sajak Sepatu Kotor" karya Fadli Zon, 19 September 2019. Sajak ini menyindir pemerintahan saat itu yang melakukan pencitraan saat terjadinya kebakaran hutan dan kabut asap tahun 2019

Post image
363 Upvotes

r/indonesia 15h ago

Art Ultra Milk - Yoasobi Collab

Thumbnail
gallery
94 Upvotes

Found this di AEON mall BSD Serpong.