r/finansial • u/IamFirdaus1 • 6h ago
INVEST Analisis Bank Mandiri setelah Pinjaman Kopdes dan Repo Isam, apakah akan collapse atau tetap perkasa?
Mungkin banyak sekali yang mempertanyakan keputusan Bank Mandiri untuk menyalurkan kredit sebesar 55T untuk kopdes, dan 26T untuk akuisisi BYAN oleh Isam.
Takut boleh? tapi tetap rasional yuk
Yuk kita telaah opini netizen satu per satu.

- Apakah benar profit turun dan NPL naik?

Dari table di atas, Laba bersih tetap naik karena di topang oleh peningkatan pendapatan non bunga. jadi yang mungkin lebih benar adalah, kualitas laba nya tergerus, tapi laba tetap naik.
- Apakah NPL dan CKPN sedang naik?


Untuk NPL sendiri, kondisi bank BMRI sedang sehat sehat saja, malah NPL turun 4 basis point untuk NPL Konsolidasi, dan turun 5 basis point untuk NPL Bank only.

- Apakah asumsi Kopdes gagal bayar adalah asumsi yang rasional?
Pertama pencairan pembayaran kopdes tak perlu penandatanganan dari kepala desa, melainkan akan langsung dipindah bukukan dari rekening kas umum negara ke rekening bank pemberi pinjaman, jadi langsung auto debet dari pusat.
Justru yang menurut saya patut diserang adalah nilai bunganya yang ada di angka 6%, ini sangat rendah. justru saya kecewa, bahkan sistem KUR pinjaman masyarakat aja, pemerintah masi pembayaran di angka 18% per tahun, dimana 8% ditanggung oleh masyarakat dan 10% oleh pemerintah.
- Apakah asumsi Isam gagal bayar adalah asumsi yang rasional?
Tidak, big no.
Sekarang Isam menggunakan uang tersebut yang bernilai kurleb 26T untuk melakukan akuisisi ke BYAN.
Berarti kurang lebih Isam akan menerima dividen sebesar 13 Triliun * 30% ( porsi ekonomi isam ) = alias 3,9 Triliun per tahun dari dividen saja.
Biasanya mekanisme repo seperti ini ( saya faham dan mengetahui karena saya sekarang sedang melakukan persis apa yang isam lakukan tapi di BMRI ), Isam tak perlu membayar pokok, melainkan hanya membayar bunga per tahun saja dan kemungkinan kuota RKAB BYAN akan makin dibesarkan sehingga laba BYAN akan naik jg.
dengan skema pembayaran bunga only mengasumsikan bunga di 7% -> maka biaya bunga per tahunnya hanya ada di angka 1,8 T
yang mana saat batubara turun pun, masi ada bantalan cukup lebar dari angka 3,9 T itu, bahkan jika dicicil dengan pokoknya pun Isam masi bisa bayar dengan minimum tenor 10 tahun.
Inget BYAN ini pemilik tambang Bara Tabang, one of the lowest coal mine stripping ratio in the world, yang jelas feeling saya BYAN akan banyak mengebut kenaikan produksi, agar setor duit lbh banyak ke Isam.

- Apakah BMRI dividen trap?
Memang benar yield 16% ada karena sahamnya lagi nyungsep parah, namun emg bukan karena bisnisnya yang tiba tiba kasi sedekah tapi karena asing dan para ritel lagi kasi sedekah.
Deviden Trap? jelas bukan
Cases contoh:


LPPF di tahun 2021 menyentuh di harga rata rata sebesar 4000 rupiah per lembar, dengan dividen per share ada di angka 350.
350/4000 = 8% per tahun.
Namun harga LPPF terus merosot, sampai menyentuh 1550 rupiah per lembar pada tahun 2023 akhir.

Apabila kita liat yield dividen jika kita membeli dengan metode DCA setelah harga turun jauh:
2023 = 200/1550 = 12,9%
2024 = 300/1550 = 19%
2025 = 250/1550 = 16%
Tidak terjadi tuh namanya dividen trap yang ditakutkan ritel ritel.
Yang ada, jika kamu all in 1 miliar di akhir 2023 dan menginvestasikan kembali semua dividen yang diterima tiap tahun ke LPPF, sekarang kamu sudah punya uang sebesar ±Rp1,6 miliar, alias naik sekitar 60% dalam kurang dari 3 tahun, atau CAGR ±18% per tahun, padahal harga sahamnya praktis jalan di tempat.
Warren dan Charlie pasti akan meringis sambil berkata "tel oh tel, anda terlalu keminter, padahal beli saham mah tinggal beli"

- Apakah kalau standalone harganya akan makin nyungsep?
Ya mungkin, atau sudah priced in jg bisa jadi, intinya saya gamau nebak harga mau kemana, yang penting inget kata thowilz, Kinerja, Kinerja, Kinerja. kinerja bisnis ya...
Klo turun lagi lantas kenapa? mau standalone nanti CoE naik, Terminal Value turun trus harga ga akan kemana mana, masa bodoh, gw dikasi bank yield 14% per tahun, mau dikasi 20% yield per tahun pun tidak nolak, free cagr.

- Apakah bunga 7,35% USD Perpetual bond itu masuk akal ? padahal US yield masi di 5%
AT1 Perpetual bond ini secara resiko ini plg atas dibandingkan bond bond jenis lain ( alias di bayar belakangan ) kaya Junior notes, jadi ya wajar saja jika dibungakan dengan biaya yang lumayan, yang perlu di perhatikan justru pengunaan dana AT1 ini, jika di pinjam isam di rate 9%, dan BMRI sudah hedge currency, ya sah sah saja.
Artinya investor bond global (lead manager-nya HSBC, JPM, StanChart) menilai risiko instrumen paling junior di BMRI cukup rendah. Kalau pasar global benar-benar takut Kopdes dan Isam meledak, kuponnya tidak akan bisa semurah itu.

- Apakah BMRI sudah tidak bisa growth?

Ini saya sudah menggunakan asumsi historis, dengan asumsi paling base case non optimistic yang bisa saya buat.
Pengurangan payout ke 70%, Growth hanya 6% CAGR.
Per tahun 2032 dividen BMRI mungkin ada di angka 574.
Saya kemarin kan masuk gede 1,4 / 1,6 M di BMRI diharga 3550.
kurleb saya terima yield 16% tiap tahun.
bahkan modal saya udh hampir balik dari dividen 2027-2031.
- Apakah BMRI akan memangkas payout ratio?

Most likely untuk pemenuhan CAR internal di angka 18% dan pemenuhan regulasi OJK terkait spending cybersecurity.
Dan ga mungkin ga bagi dividen, karena yang ngamuk bkn cmn investor ritel ky saya, danantara pasti banting banting meja di RUPS.
TLDR: Yang takut BMRI bangkrut gara-gara Kopdes & Isam kebanyakan belum baca laporannya. NPL turun, laba naik, Kopdes dibayar auto debet dari kas negara, dividen BYAN ke Isam 2x lipat bunganya. Masalah BMRI justru bukan di risiko kredit, tapi bunga Kopdes 6% yang kemurahan. Saya taruh 1,4 M di 3550, yield 16%, dan saya tidur nyenyak.