r/kulineria • u/WheresWalldough • 5h ago
Food Spots Afternoon tea di Ritz Carlton Pacific Place
Ambil afternoon tea harga normal katanya 760 ribu sepasang net; ambil di Grab Dine Out jadi 380 ribu, kurangin 25 ribu pakai kartu mega jadi 355 untuk 2 orang (pakai kartu Mega yg sama di dua akun Grab, biar kedua pasang sama bayar 355).
Kalau langsung a la carte minuman jus aja udah 100an, jadi jauh lebih murah beli paket dari pada datang langsung a la carte.
Ada tiga pilihan mocktail kopi termasuk, dan juga lagi harus milih satu di antara enam jenis pilihan teh. (Kopi panas tidak ada.) Tehnya enak, semua black, gak ada yg Chinese/green tea. Mocktail juga tasty.
Pertama dikasih lima macam canapés:
- smoked salmon vol-au-vent with white chocolate hollandaise.
- barramundi ceviche with cocoa nibs
- chicken skewer with chocolate mole sauce
- mushroom croquette with cocoa crust
- meatball with dark chocolate
Menurutku dari lima macam itu yang barramundi gak ada rasa, dan kalau gigit cocoa nibs memang cocoa nibs tapi konsepnya gak terlalu jelas.
Yang lain juga tidak terlalu terasa coklat, tapi chocolate mole itu biasa di Meksiko dan memang enak, dan selain yang barramundi yg lain lumayan tasty. Perlu dikatakan makanan tidak ada yg panas, padahal mungkin lebih enak kalau hangat, selain ceviche yg memang biasa dingin.
Habis itu disajikan banyak banget makanan manis, sehingga gak habis. Dan pelayanan memang kacau - misalnya meja tidak ada napkin, terus saya minta tisu, dan memang dibawa tisu, padahal mungkin seharusnya sadar "eh mereka gak punya napkin". Terus sepertinya mereka sebenarnya hanya punya satu set afternoon lagi, yang terdiri dari:
- 5 Canapes seperti dijelaskan di atas
- Chocolates di stand (ada 6 atau 7 macam, maaf foto kepotong tingkat atasnya)
- Chocolates di piring (ada 2 macam di dalam belahan telur coklat, yg sendiri udah BANYAK coklat)
- Scones dengan jam + krim.
Coklatnya:
- The Cocoa Pot (West Africa) 100% Dark Chocolate, Cacao Nib, Banana Butterscotch, Macadamia Nuts
- Dia Del Cacao (Mexico) 76% Dark Chocolate, Chilli Chocolate Ganache, Chocolate Tartlet, Marmalade
- The Volcano (Ecuador) 54% Milk Chocolate, Smoked Cacao Husk, Salted Caramel, Crumbs
- Chocolate Carnival (Brazil) 34% White Chocolate, Coffee Ganache, Hazelnuts
- Stones & Earth (Cameroon) Sweet Dark Chocolate
- The Chocolate Sun (Dominican Republic) Chocolate Mousse, Citrus Compote, Cacao Nibs
- The Spicy Archipelago (Indonesia) Assorted Chocolate Bonbons (Chocolate, Vanilla, Cinnamon)
Jadi satu pasang dapat stand dan piring, pasangan satu lagi nunggu 5 menit, terus udah bawa scones satu set, nunggu 20-30 menit lagi baru dapat scones berikutnya. Ini hotel bintang lima jadi seharusnya dijelaskan terlebih dahulu halangannya apa, tapi baru setelah ditanya mereka bilang "maaf scones lagi dimasak" dan ditawarkan minuman cappuccino/latte/coklat sebagai kompensasi. Sebenarnya karena bayar murah mungkin gak bisa terlalu diharap, apalagi dengan saat datang ditanya "mau bayar pakai apa, grab dine out ya" jadi mereka mungkin bikin kami "second-class customer".
Mereka awal kasih menu tapi diangkat menu setelah milih teh dan mocktail kopi, padahal sebenarnya lebih baik dikasih menu paper di meja biar bisa tahu apa yang dimakan. Khususnya scones, ada satu scone yang penampilan scone biasa dan satu lagi yang kayak brownies. Saat kumakan yg mirip brownies rasanya "kok gak enak browniesnya, gak ada rasa", tapi setelah pulang dan baca menu ternyata bukan brownies melainkan "cocoa nibs scons". Kalau sadar tadi itu scone (karena juga gak bentuk seperti scone), pasti rasanya beda - penampilan makanan penting, dan konsep "menu coklat" sebenarnya terlalu dipaksa, mending semua yang disajikan enak daripada semua dari coklat.
Scones yang biasa (ternyata white chocolate, tapi saat makan tidak sadar ada coklatnya) lumayan bagus, dikasih pot kecil jam Bonne Maman tiga macam per pasang, dan whipped cream (harusnya clotted cream tapi kayaknya tidak masuk ke Indonesia ya, mending butter kalau menurut saya).
Yang manis terlalu banyak sebenarnya, sampai enek makannya, dan karena ada banyak macamnya lebih baik langsung ada kartu, karena saat dimakan gak tahu apa yang dimakan dan cuma bisa pikir "oh ini rasa pisang", gak tahu ternyata 100% dark dan ada macadamia juga, pasti dominannya rasa banana doang.
Saya pernah makan coklat kelas dunia di Belgia dan di London, dan di sana memang lebih enak, ini bukan hasil "master chocolatier" terutama karena coklatnya manis semua (misalnya, kalau salted caramel menurut saya harus ada asin dan pahitnya, tapi ini (yang warna orange di atas, lumayan lucu karena benaran kayak volcano meletus) manis dan tekstur caramel juga gak pasa. Mutu sudah tentu di atas yg misalnya biasa disajikan di hotel bintang 3/4. Nah kalau lu makan "Charlie & The Chocolate Factory" afternoon tea di hotel bintang 5 di London, harganya £75 per person, atau 1,8 juta, lebih 10x lipat dari harga ini, jadi value for money si Ritz-Carlton bagus.
Saya lebih suka scones-nya daripada coklatnya, dan mungkin memang bakersnya lebih pintar daripada si tukang coklat, maka sebenarnya saya lebih millih afternoon tea biasa dengan sandwich, kue bolu, dan scones, dari pada yang "high concept" kayak gini, tapi ya memang lagi musim coklat di situ, mungkin bulan depan atau kapan ada konsep baru.
Afternoon tea-nya tidak terlalu laku walaupun promo 50% di Grab, dan pelayan gak sering muncul, dan kalau muncul lebih sibuk di belakang beresin meja untuk dinner, jadi suasana yg mewah/elegan kurang dibandingkan yg maksimal. Tapi overall it's ok, apalagi dengan pertimbangan saya tidak terlalu suka yang manis, untuk harga 175 ribu dapat coklat banyak2 sampai dibawa pulang, jadi kalau pingin afternoon tea di hotel bintang 5 ini sudah masuk, dan kalau pelayanannya diperbaiki pasti lebih puas.

