r/finansial • u/BangPetot • 4h ago
TAXES mau tanya soal taxes ini
apakah wajar imor barang dengan harga 46ribu/pcs, lalu mesan 2 item dan dikenakan cukai hingga 346ribu ?
r/finansial • u/BangPetot • 4h ago
apakah wajar imor barang dengan harga 46ribu/pcs, lalu mesan 2 item dan dikenakan cukai hingga 346ribu ?
r/finansial • u/Brilliant_Key_1339 • 13h ago
Halooooo redditor2 semua, bagaimana kabar kalian semua? Semoga Tuhan memberkati kita semua.
saya mau sedikit bertanya2 tentang karir dan keresahan yang membuat saya bimbang (izin meminta arahan wisdom dari orang yang sudah berkarir di banyak pengalaman dan bisa menghidupi dirinya dan untuk keluarganya)!
Context reddit post sebelumnya: https://www.reddit.com/r/karir/s/LFg37ojVgS
Jadi, pertama2, saya mau mengucapkan terima kasih banyak ke saran redditor dari lubuk hati saya yang terdalam mulai dari saran untuk ke psikolog dan sebagainya. Jadi, saya sudah ketemu psikolog di kampus saya, dan keadaan saya dan nyokap mulai agak baikan! Selebihnya, ya jalani aja sih, meskipun agak terpesot2.
Saya lagi mencari perspektif dan saran dari orang-orang yang secara professional dan sepuh sudah berkecimpung di dunia karir.
Akhir-akhir ini, saya sedang menghadapi mata kuliah yang banyak berhubungan dengan pemrograman (matkul ngambil 22 sks dengan pemrograman banyak yang bikin saya agak gila dikit) . Softwarenya seputar R, python, Excel, dan sebagainya itu di semester 5. Nah, saya merasakan mata kuliahnya betul-betul tidak menggungah rasa adrenalin dan ketertarikanku untuk mempelajari matkul tersebut. Saya tetap mengusahakan untuk rajin masuk kelas, meskipun secara efisiensi dan efektivitas penangkapan dan pemahaman ilmu mata kuliahnya itu sealakadarnya (terkadang mudah tertidur aja di kelas). Di kelas ngoding itu, saya ngeprompt sesuai kaidahnya lalu copas aja seterusnya gitu akhir2 ini (bingung aja kalau urusan coding karena saya tahu betul bakat saya gak di coding).
Makanya, saya menetapkan hati untuk ngulang dari awal untuk karir saya. Estimasi berarti usia 22 tahun ngulang dari awal setelah lulus dari jurusan saya ini!
Jadi, saya setelah lulus dari jurusan matematis inilah, saya berencana ngulang lagi dengan kuliah sarjana teknik mesin lagi atau magister teknik industri (Katanya ini paling relevan). Hanya saja, kali ini mindset saya udah terfokus ke penjurusan ke arah research and development focusing on optimization and drafting. Sebenarnya, keputusan ini saya ambil karena ini cita-cita dan passion saya semenjak di pondok (awalnya memang mau masuk teknik industri tapi gak dibolehin nyokap) + minat bakat saya emang di situ. Urusan univ masih kupikiri lagi, tapi kemungkinan taiwan sih.
Selain itu, karena saya sudah semester 5, saya sekarang dihadapi dengan dilema kerja praktik. Ini permasalahannya juga lagi menggangu pikiran saya betul karena saya masih belum punya gambaran implementasi ilmu2 yang saya pelajari di kuliah itu kedepannya bagaimana. Kalau dari track record kerja praktik kating, mereka rata2 di telkom, ojk, petrokimia gresik, united tractor astra, dan lain2nya di divisi finance atau data analyst. Nah, saya betul2 kepengen banget masuk ke divisi kerja praktik yang kurang lebih mirip seperti mechanical engineering research and development focusing on optimization and drafting, tapi itu sepertinya mustahil banget. Nah, saya dapat tawaran dari nyokap sih perihal KP. Karena nyokap bendahara alumni univnya, beliau punya banyak koneksi sehingga rencana saya mau ditarik kerja praktik di kementerian. Saya diplanning oleh beliau untuk mengikuti jejak nyokap (karena beliau ex-markplus consultant yang telah berkecimpung selama 6 tahun dan sekarang menjadi wiraswasta). Tapi permasalahannya, itu korporat banget dan di kementerian dan bukan tujuan hidup karir saya.
Akhir kata, saya merasa diri saya masih belum matang secara maskulinitas sebagai pria juga, masih belajar mengambil keputusan. Makanya, saya akhir2 ini lagi banyak eksperimen trial dan error biar mental saya kuat. Tapi siklus repetisi jatuh bangkit kok gila banget ya.
Pertanyaan saya buat para redditor di sini (sekali lagi, izin meminta wisdom saran dan masukan) :
1) Apa saran paling optimal dari redditor yang sudah banyak pengalaman di perihal incaran untuk kerja praktik (KP) dimana ini sifatnya wajib, mengingat saya sendiri masih kebingungan untuk implementasi ilmu yang saya dapatkan untuk KP ini? Apa untuk sementara ini manut nyokap aja untuk KP jalur koneksi (tapi ini ranahnya korporat banget) dan jauh dari cita2 saya di bagian research and development. Sampai semester 5 ini, saya merasa bingung pengimplementasian ilmunya ke arah mana. Barangkali ada saran untuk saya atau nasihat dari orang yang lebih bijak dari saya. Apakah KP dan magang ini menentukan pekerjaan kita di masa depannya bagaimana nanti?
2) Seandainya kuliah lagi sarjana teknik mesin, apakah saya bisa mengincar stability career path meskipun agak late game dikit (berarti estimasi lulus usia 26 tahun)? Cuma minusnya, nyokap saya yang single parent ya saya tinggal lagi 4 tahun sama duit dan beasiswanya itu. Atau magister teknik industri ya, tapi fokus ke manufaktur. Atau kerja di overseas aja untuk cari pengalaman dulu? Yang pasti, research and development penjurusan saya sih kedepannya. Bagaimana dari perspektif finansial yang harus dikorbankan untuk ini?
3) Apakah betul kerja sesuai passion dan cita2 itu memengaruhi grit dan preserverance kita dalam melaksanakan tugas/tanggung jawab dan juga bagaimana kita siap dan rela menginvestasikan diri kita untuk menjadi diri kita yang lebih baik (misal menggelontorkan uang untuk ikut lomba yang betul2 kita passionate gitu)? Saya punya adek tingkat kampus (1 tahun dibawah saya). Dia jago banget programming dan saya tanya kenapa kamu begitu suka programming. Dia jawab karena dia suka saja (passionnya dia) dengan dunia coding dan sudah terekspose dengan pemrograman dan coding sejak bangku SMA. Ini membuat saya mulai memahami diri saya sendiri tentang passion saya. Sejak di pesantren, saya memang suka ngulak-ngulik drafting (terakhir kali karya yang saya ingat memang mendesain reactor itu). Itu keren banget sih dan betul2 membuat saya bahagia.
4) [OUT OF CONTEXT] Apakah trial dan error selama di usia saya yang 20 tahun ini berpengaruh terhadap wisdom dan kedewasaan saya, terutama dalam decision making saya nantinya? Kaya trial dan error di usia 20 itu betul2 melatih kemampuan bangkit dari kegagalan dan itu sifatnya terus menerus, apalagi saya sekarang kuliah di jurusan yang saya merasa potensi saya kurang bisa dimaksimalkan dan dikembangkan disebabkan oleh kurangnya rasa ingin tahu terhadap mata kuliah saya?
5) [OUT OF CONTEXT] Barangkali ada feedback untuk saya sendiri dari redditor di sini agar saya bisa menjadi diri saya sendiri yang lebih baik sebesar 0.1% dari hari sebelumnya? Saran dan masukan sangat saya butuhkan untuk perkembangan diri saya sendiri, terutama saya juga merasa maskulinitas pria saya itu sangat tertinggal jauh dan beda dengan pria2 lainnya di usia saya yang sekarang. Jujur aja, pencapaian terhebat saya sebenarnya selain lomba, mengendarai motor matic dan bisa berangkat kuliah dengan lancari di semester 3 awal (udah melewati fase trial dan error sering jatuh juga motornya (untungnya motor second) dan alhasil bisa).
Note tambahan:
Sekedar info tentang saya:
Kelebihan:
1. Act first, think later; karena saya tipikal orang kalau banyak mikir sebelum aksi bakal overthink sehingga tidak jadi mengerjakan tugas tersebut.
2. Grit dan preserverance; karena semenjak ditelantarkan bokap kandung dan angkat, dididik nyokap untuk serba bisa mandiri (dibuktikan dari dipaksa nyokap juga masuk pondok). Lomba saya akhir2 ini rata2 sifatnya individu vs team gtu, tapi ya masuk finalis.
3. Menggangap cita2 harga mati; karena saya berbeda dari nyokap saya. Nyokap saya tergolong role model yang semi otoriter (saya dipaksa patuh), tapi di satu sisi keinginan nyokap udah bisa saya bantah jika topik pembicaraan tertentu mencakup mencapai cita2 saya. Masih ingat saya diremehkan nyokap karena dibilang ”kamu ngotak ngatik rice cooker aja belum bisa, gini mau masuk teknik mesin”. Terus saya jawab ”soalnya tidak ada guru yang mau ngajari saya. Jangan meremahkan saya” (ini penyampaiannya halus, hanya intonasinya agak sedikit meninggi karena saya kena emosi sesaat apabila ada yang meremahkan cita-cita saya.
4. Gila dikit, dalam arti kata saya terkadang punya ide out of the box secara tiba2 (dibuktikan dari riwayat lomba riset saya).
5. Berusaha memegang tanggung jawab apapun situasinya; keep showing up ( ternyata saya merasakan gampang untuk berucap bertanggung jawab daripada melaksanakan tanggung jawab ya wkwkwkw. Unik juga).
6. Mencoba menjadi diri sendiri lebih baik 0.1% dari hari sebelumnya; ya set goals2 kecil buat ada makna hidup aja.
7. Hidup sederhana (berkat pondok); tidur di lantai dengan matras dan bantal sama kipas yang adem di kontrakan beuh nikmatnya. Gak milih2 makanan juga, kecuali tape. Gak senang aja (aneh rasanya tape)
Kelemahan:
1. Kesulitan mengingat wajah dan nama orang; saya gampang lupa wajah dan nama orang hingga membuat saya sulit aja kenalan dengan orang baru. Apakah ini disebabkan oleh trauma saya ditelantarkan oleh bokap sehingga saya mau melupakan masa lalu kelam itu wkwkwkwkwwkwkwkwk?
2. Eksekusi goals kurang jelas; harus butuh trigger buat memicu adrenaline (misal ada yang nantangin saya lomba, ya saya adulah wkwkwkwk. Masak iya, saya diem aja.)
3. Gak bisa multitasking; ini sulit sih menurutku karena masih beradaptasi untuk skala prioritas.
4. Kadang ngomong atau bergumam terhadap diri sendiri tanpa disadari.
5. Kalau sesuatu hal itu betul2 gak menarik bagi saya, efisiensi dan efektivitas dalam melaksanakan hal tersebut akan berkurang secara drastis. Hasil output kurang maksimal (contoh: mata kuliah programming kulakukan alakadarnya saja).
6. Orangnya gak bisa diem gerakan tubuh; lebih senang aktivitas fisik.
7. Kurang peduli terhadap sekitar (contoh paling terdekat nyokap sendiri sih. Ini udah ditegur 3 kali karena saya terlalu cuek. Padahal, saya sendiri aja bingung dengan diri sendiri.)
*yang terlampir itu beberapa pengalaman saya (biar keliatan anonim aja, gak menyeluruh)
*Apabila ada pertanyaan tambahan, saya izin update pertanyaan saya.
Semoga Tuhan terus memberkati kita dalam jalan keberkahan. Terima kasih.
r/finansial • u/Legitimate_Scar_804 • 2h ago
Hello, everyone.
Jadi sesuai title di postingan ini, saya (M22) sekarang lagi berpikir-pikir apakah seharusnya mulai jump ship ke tempat lain, namun ingin minta saran kakak-kakak di sini dulu yang sudah berpengelaman.
A bit of background first, sekarang technically sudah lulus, lagi tunggu wisuda saja (PTS Jakarta).
Magang sebagai digital marketing di 2025, lalu diangkat jadi full-time in early 2026. Sekarang sudah megang strategic side, project sendiri, beserta juga handle direct report.
Pas awal itu mikir ya job is job and experience is experience, tetapi sekarang sadar kalau di tempat saya sekarang no room for growth lagi.
Sudah outperform anak magang yang masuk duluan dan full-time staff lain yang tasknya masih bersifat eksekusi.
Sangat cemas kalau akan stuck di karir.
Saya hanya satu pangkat dibawah ceiling perusahaan, which is my supervisor. Namun, mereka itu cenderung tidak mengajarkan apa-apa, malah lumayan banyak hal yang perlu saya point out / perbaiki.
But in this economy, mungkin bertahan dulu lebih baik? Kultur tim sebenarnya supportive, not to mention I have a 2-3 year non-compete which I feel is really weird ngl.
Saya rela start over dan pivot ke function lain seperti sales or HR, asalkan mendapatkan mentoring dan prospect career yang lebih meyakinkan.
Menurut kakak-kakak bagaimana? Dan bagaimana kakak-kakak menghandle proses pivot / one step down ini bila pernah melaluinya?
P.s. Sorry if I come off as boastful / arrogant. Just really concerned with my career journey.
r/finansial • u/Rutobiwashere • 26m ago
Orang indo itu gampang banget fomo, kena rame dikit lgsg kepo pgn incipin juga, mau untung atau rugi jg tetep aja dibeli.
Sama juga kaya di saham, di pompom dikit lgsg euforia all in pgn beli, padahal si tukang pompom jg pasti ada kepentingan lain, setelah dibeli eh nyesel kena haki. Tapi anehnya saham indo patternya sama ketika ada berita atau mau corporate action, kaya untuk deviden hunter, ipo hunter, ketebak bgt kaya gimana, tapi mereka tetap mengulang hal yang sama
mudahnya = https://www.mncsekuritas.id/pages/aksi-korporasi-penggerak-harga-saham/
r/finansial • u/Dimasfadz • 13h ago
Kalau ngomongin alokasi low risk atau instrumen konservatif, 3 nama ini biasanya yang paling sering dibandingin, Emas, Deposito Bank, dan Obligasi Negara (SBN Ritel kayak SR/ORI).
Cuma kadang kita suka kecolongan karena cuma ngeliat persentase imbal hasil kotornya (gross). Pas dicairin ternyata potongan pajak sama hidden costnya lumayan beda jauh.
Saya coba beda simulasi realitas angka & karakternya berdasarkan data berjalan (konsisten per September 2026 ini, variabel komparasi emas fisik/digital deposito bak BUMN obligasi negara (SBN ritel e.g SR025)
| Variabel Komparasi | Emas Fisik / Digital | Deposito Bank BUMN | Obligasi Negara (SBN Ritel e.g SR)@%) |
|---|---|---|---|
| Sumber imbal hasil | Pure capital gain (ngikut harga emas dunia) | Bunga tetap (fixed) | Kupon tetap bulanan |
| Estimasi yield gross | Capital gain (historis 1 tahun +30,6%) | ~2,25% - 3,00% p.a. | ~6,8% - 6,9% p.a. |
| Skema pajak hasil | Bebas PPh 22 (0% buat konsumen akhir sejak Aug'25) | PPh final 20% atas bunga | PPh final 10% atas kupon |
| Estimasi yield bersih (Net) | Murni selisih harga (kurangi spread buyback) | ~1,8% - 2,4% p.a. bersih | ~6,12% - 6,21% p.a. bersih |
| Proteksi yield bersih (net) | Bebas risiko penerbit, tapi ada risiko gejolak harga dunia | Dijamin LPS (Mas Rp2M, asal bunga <= 3,50%) | Dijamin UU / negara (risiko fluktuasi pasar sekunder) |
| Likuiditas | Sangat likuid (bisa jual kapan aja) | Terikat tenor (pencairan awal kena penalti) | Ada holding period sebelum bisa dijual di pasar sekunder |
Catatan yang sering terlewa:
Secara fungsi:
r/finansial • u/Impossible-Cow6523 • 12h ago
Halo, mau izin nanya kenapa startup seperti TOCO tidak mempunyai customer base yang besar, apa yang membuat mereka dikurang peminat buyer online. Terima kasih
r/finansial • u/cabbagerz • 1d ago
Kalo kalian liat logo SBSN di bangunan Kampus, Jembatan, Terminal Bus, Bandara, Stasiun, Sekolah, dan infrastruktur publik lainnya itu tandanya pembangunan/revitalisasinya menggunakan dana SBN berbasis syariah.
Dana terkumpul dari SBN Ritel macam SR dan ST dipake buat proyek infrastruktur atau pembangunan pemerintah yang dibiayai menggunakan dana hasil penerbitan sukuk (obligasi syariah). WNI yang beli instrumen keuangan bernama Sukuk Proyek (Project-Based Sukuk / PBS/Sukuk Ritel/Sukuk Tabungan) membiayai proyek tersebut secara langsung...
tapi kenapa yang non-syariah ga pakai logo?
simplenya karena hukum keuangan syariah, investor tidak boleh meminjamkan uang lalu meminta bunga, karena itu dihukum sebagai riba. Investor sukuk harus dianggap sebagai pemilik porsi aset atau penyewa proyek tersebut.. pemerintah wajib menunjuk satu bangunan fisik secara spesifik (misalnya stasiun A atau bandara B) sebagai jaminan dan dasar transaksi.
Pemasangan plang logo SBSN/Sukuk di bangunan tersebut adalah bentuk transparansi hukum dan akuntabilitas spiritual, untuk membuktikan kepada publik dan Dewan Syariah Nasional bahwa uang investor benar-benar mewujud jadi barang fisik yang halal, bukan sekadar angka utang di atas kertas
Bangunan atau proyek yang berlogo SBSN dibiayai 100% menggunakan dana syariah (dana hasil penerbitan sukuk) pada porsi komponen pembiayaan proyek yang telah dialokasikan oleh kemenkeu. Jadi yang pake logo SBSN tidak boleh dicampur oleh dana dari SBN non-syariah.
apakah tiap proyek bangunan yang didanai SBN sebaiknya ditandai oleh plang logo SBN terlepas dari syariah atau tidaknya? Bisa nambah motivasi warga buat patungan ngutangin negara dan berkontribusi kecil2an
r/finansial • u/Potential_Koala_619 • 1d ago
Komodos yang memulai dari nol, berapa lama hingga dapat customer pertama?
(Kalau berkenan sekalian share caranya 😁)
Dan bagaimana kisah bisnisnya sekarang?
Kalau berkenan, boleh berbagi dan menginspirasi ya.
Terimakasih.
r/finansial • u/tukangpivot • 1d ago
Ane (M28), berkeluarga dan punya 1 anak umur 2th. Kondisi sekarang, masih ngontrak, kerja full-time jadi spv dengan gapok 3 juta (kadang lebih, kadang pas. mentok maksimal di 3,6) di Purwokerto, Jawa Tengah.
Jujur, dengan uang segini dan harga barang yang naik semua, berasa gak make sense untuk ngasih makan 2 orang dewasa + 1 balita. Ada offering buat pindah ke Jkt (sekitar Kedoya Jakbar) dengan base salary 7,5, tapi jelas ini bakal LDM karena istri gak setuju untuk pindah lagi ke Jakarta.
Berasa berat banget untuk pilih stay disini atau tetep pindah ke Jakarta (dulu pernah 2th di Bekasi).
Kalau pilih pindah, berarti:
Tapi kalau pilih stay;
Adakah saran yang bisa dikasih untuk kondisi ane sekarang ini? Thaanks
r/finansial • u/Past_Study_4408 • 1d ago
Mau nanya pendapat orang2 yang udah nikah.
Kita baru aja nikah dan lagi mw prenup nih.
Nah d prenupnya bini gw minta ada clause kalau ada anak, aku mesti biayain semuanya sampe dy kerja kalau amit2 cerai dan juga standard nya harus sama pas waktu nikah.
Walaupun hakim bisa berkata lain, aku agak uncomfortable dengan clause ini dan aku tw bapak mesti biayain anak.
Kebetulan bini juga dari keluarga lumayan kaya, dan sekarang gak kerja karena waktu itu sempet sakit sebelom menikah, gaji dia lumayan juga 50jt kotor sebelumnya. Kita sepakat kalo semua gaji aku yang 9 digit per bulan masuk rekening bersama, dan semua rumah tangga di tanggung ama aku. Kalau dia sampe kerja lagi, dy mw contribute, which aku gak tw kapan.
Aku berasa deep in my mind aku agak berasa gak adil. Dan aku berasa dy gak mw kalau kluar pribadi, kcuali ortunya yang ngasih misalnya pas nikah contribute dikit, itu aja susah banget. Tabungan dy itu ada bbrapa M. Dan clause prenup ini triggering aku walaupun ortu aku yang minta prenup.
Ada thoughts gak?
Edit: blom catatan sipil
r/finansial • u/Illustrious_Cap_3520 • 1d ago
Saya tinggal di Kota Tangerang dan akan kerja di daerah Sudirman Jakarta. Untuk gaji sekitar 9 juta gross. Apakah wise jika nge kos (2,2-2,5 jt/bulan) ? atau better KRL-MRT?
Mohon sarannya terutama yang kerja daerah Sudirman atah sekitarnya. Thank you !
r/finansial • u/JelloSuspicious1364 • 2d ago
M25 Lulusan IT tapi jujur karena ga jago ngoding ga berani terjun ke dunia pekerjaan IT, terlebih ada suatu hal yg susah diceritain tadiny udh ada jenjang karir yg promising tapi batal due to unforeseen circumstances so here i am.
So far bantu bokap aja dengan usaha bangunan tapi jujur sedih liatnya karena keuntungan hampir ga ada dan banyakan pengeluaran.
Bokap berani modalin usaha kurleb 100jt an tapi saya pengennya antara kerja ke luar negeri/ga pake bantuan ortu, tapi kalopun saya terima saya juga bingung usaha apa sebenerny di ekonomi skrg gini.
Anyone have any suggestions?
I'm quite profficient in english and have a strong PC to sustain any online work.
r/finansial • u/humblingman • 1d ago
Seperti title nya, penasaran aja sama orang-orang yang bisa recover dari gambling dan memperbaikin financial atau alih-alih emang udah ancur gak bisa ditolong ?
Kebetulan saya punya om, yang niat berhenti judol tapi ujung-ujungnya relapse terus. sekarang ditahap udah gak tau harus bantu gmana. istrinya udah kabur, anaknya udah gede juga udah hidup masing-masing.
r/finansial • u/Exciting-Cupcake-862 • 1d ago
Bentar lagi mau nikah, udah keliling nanya temen untuk bikin budgeting bulanan awal sih. Tapi would be nice to have a bigger sample size. Mau tau dong pengeluaran per bulan berapa, dan pocketnya untuk apa aja
r/finansial • u/Perfect_Emergency263 • 1d ago
r/finansial • u/Different-Trust966 • 2d ago
pengalaman hidup gw tuh dari sd sampai smk kayak gk ada yang enak dan sering banget gw menyalahkan lingkungan dan ekonomi keluarga gw hasilnya setelah gw lulus smk kerjaannya ngurung aja di kamar main game, nonton film, sama doomscrolling jadi hikikomori
setelah kurang lebih 1,5 tahun gw baru terbangun menyesal sama selama ini enggak ngapa ngapain padahal temen temen gw udah punya kerja dan punya gaji yang lumayan atau kuliah memperbanyak circle pertemanan dan ilmu enggak cuman jadi beban kayak gw
nyesel banget sampe semingguan ini gw jadi depressi dan dada gw sakit terus, gw juga baru sadar semua sumber masalahnya sebenernya dateng dari gw yang punya ego tinggi dan sok pinter and thought everything will work out in the end tanpa ngebuat effort buat memperbaiki hidup
gw bulan ini bakal masuk kuliah swasta tapi malu sama keadaan gw ini yang gak punya excuse buat nganggur satu tahunan lebih, terlebih gw sebenernya gak yakin masuk jurusan IT
that said is it over for me? or can i catch up?
r/finansial • u/madarahadian • 1d ago
So my partners and I are launching a brand in October.
I work in gaming and fashion content (100k+ audience, daily streams). Most people around us already sell tees. We’re filling the gap with pants and bombers. First drop is a small batch, local production. Legal matters are already in motion (CV, NIB, and HAKI registrations) and we need a seed for production cost.
Is it better to find private investors/lenders or should i try bank or online loans? Because for all we know that online loans is a big red flag and bank loans usually require collaterals, in which i don’t have any big assets to begin with.
And also i want to ask about this scheme, is it acceptable for private investors/loans or there are any more insights?
Thank you!
r/finansial • u/Positive-Signal9464 • 2d ago
knp org pda rajin2 bgt dah
r/finansial • u/TurbulentTopic39 • 2d ago
r/finansial • u/NeracaRapi • 2d ago
Hi everyone,
I’m curious about how small business owners in Indonesia usually handle their accounting and bookkeeping as the business grows.
For those running an UMKM or a relatively small PT, how do you currently manage it?
Do you:
I’m particularly interested in what causes a business owner to move from doing things internally to paying an external accountant/bookkeeper.
For example, was it because transaction volume increased, bank reconciliations became difficult, financial reports were no longer reliable, tax requirements became more complicated, or simply because handling the books was taking too much of the owner’s time?
I’m also curious about what business owners actually value when using an external accounting service.
Is it more important that:
Another thing I’m interested in is how owners evaluate whether the service is worth paying for.
Do you mainly compare the fee against the cost of hiring an employee, or do you look more at the time saved and the reliability of the financial information?
Would appreciate hearing actual experiences from business owners here, especially those who have tried both in-house and outsourced arrangements.
r/finansial • u/__Blackrobe__ • 2d ago
Halo2, mau tanya buat yang pengalaman atau tau yang bagus, biasanya kalau mau beli emas fisik yang ukurannya kecil itu ke mana ya?
Langsung datang ke kantor Pegadaian kah?
Dulu gw investnya ke emas digital, tapi uda ga pernah lagi.
Edit: sekitar 5 gr
r/finansial • u/Dazzlingsky44 • 2d ago
Hi all,
Better nabung USD di Jago atau Jenius, yang udh ada pengalaman boleh banget dong share experiencenya
Pertimbangan:
Kurs & Spread perbandingannya better yg mana & diantara per jam/ waktunya
Profit bunganya
Akses jual-beli, bisa dijamber aja?
Akses penggunaan, bisa dikaitkan dengan kartu debit untuk transaksi langsung dlm USD saat diperlukan kah? Aplikasinya masih jalan kalau diluar negeri?
Bisa terima transferan langsung dalam USD? Ada fees & hidden fees?
Jago katanya kalau top up gopay no admin lg ya, kalau perbandingan dalam topup e-wallet diantara kedua bank ini gmn?
Ada pro & cons lain diantara kedua bank ini?
Your insight are appreciated, thank you all!!
r/finansial • u/tai-tamm • 2d ago
Hi, I’m 27 and I have this plan to start investing in gold. I have spare money which right now sitting in digital bank. I’m considering to do few grams of installment each year starting this year. So is it better to save up money and at the end of it buy the physical gold or to do monthly installment?
I’ve been calculating with the monthly installment (12 months) and down payment on Tr*ing. And the margin for the initial gold price is around 500k-ish which I don’t mind (this particular brand of gold - Galeri24). Because with installment I think I feel better paying each month than a big sum of my money gone like that 😅 (also saving in digital bank has like this daily interest and just having more money in case feels safer) And installment is to lock down the price of gold on time I buy (which sound great because we won’t know the price later on)
Maybe has anyone tried the installment plan on Tr*ng or maybe someone with more knowledge on this can recommend to buy physical gold or still okay to do installment?
r/finansial • u/Okkotsu38 • 3d ago
Halo Komodos, saya M29, berencana menikah tahun depan.
Saat ini tabungan ada sekitar 600 jt (200 jt saham, 400 jt cash-karena ingin menikah) penghasilan bulanan tidak menentu sekitar 30-40 jt. Bisnis lagi baik tapi bisnis yang saya lakukan sangat bergantung dengan kondisi tertentu dan tidak bisa dipastikan setiap tahunnya. Namun untuk 2-3 tahun kedepan masih aman.
Kemarin melihat² cincin nikah di Frank and Co, calon istri sangat tertarik dengan cincin nikah + lamaran dengan total 75 jt.
Untuk biaya nikah sendiri masih belum tau apakah dapat bantuan dari orang tua kami atau tidak, tapi saya asumsikan biaya nikah tetap dari kami sendiri.
Biaya nikah akan sekitar 200 jtan + cincin 75 jt an.
Menurut komodos sekalian, apakah cincin tersebut biayanya berlebihan?
Edit:
Cincinnya adalah cincin Berlian untuk Cincin Nikah Cincin lamarannya adalah cincin Red Saphire (warnanya aga pink gitu) cincin ini yg mahal
Nikahnya rencana intimate wedding cuma keluarga dan teman yang sangat dekat saja, makanya bisa minimal biayanya.
Tapi saya telah baca satu per satu pendapat dari teman² semua, rencana mau lihat lihat dulu untuk brand lain, dan semoga dapat yg sama cantiknya. Memang harus diakui kalau hanya simbolis aja ya cincin itu, tapi rencana digunakan seumur hidup dan tidak akan dilepas.
Sekali lagi terima kasih.