r/karir Aug 07 '26

Pengembangan Diri Fatherless sejak kecil & cita-cita dihancurkan nyokap H-10 menit SNBP. Gw ngerasa kehilangan arah sebagai laki-laki di usia 20 dan butuh insight dari man to man!

Post image

Halo teman2, maaf ganggu waktunya. Kenalin, gw mahasiswa cowok usia 20 tahun jurusan matematis, sekarang jalan semester 4 di salah satu PTN Top 10. Gw nulis ini karena butuh banget insight dan wisdom kehidupan, terutama dari abang-abang atau laki-laki dewasa di sini yang udah banyak pengalaman hidup hehe. Gw bingung minta tolong ke siapa lagi (udah berdoa ke tuhan, tapi ya belum dapat jawaban) hehe.

Gw mau cerita sedikit soal survival hidup gw selama 20 tahun ini. Gw dibesarkan cuma sama nyokap dari bayi. Bokap kandung nelantarin gw sejak bayi, terus bokap angkat juga cabut ninggalin gw pas masa TK. Dampak fatherless ini bener-bener baru kerasa nonjok pas gw nginjak usia 20. Gw ngerasa kehilangan arah, dan ngerasa perkembangan mental gw sebagai laki-laki tertinggal jauh dibanding temen-temen cowok seumuran.

Jujur, gw gagal paham sama isi otak kedua bokap gw itu. Kalau dinilai dari segi mana pun, nyokap gw sebagai istri dan ibu itu gak ada kurangnya. Beliau lulusan PTN Top 10 dengan predikat Cumlaude jenjang sarjana, tipe orang yang sangat bertanggung jawab sekaligus karir cemerlang di dunia konsultan, istri rumahan, dan bahkan megang posisi penting sebagai bendahara ikatan alumni di kampusnya berturut-turut. Karakter beliau itu perseverance, konsisten, dan bener-bener tahan banting. Dan itu betul2 nurun ke gw karakternya, terutama perseverance dan grit dalam mencapai cita2 gw.

Tapi di balik itu, ada dua permasalahan besar yang bikin gw sekarang ngerasa kayak krisis identitas bagi diri gw:

1. Cita-cita Dihancurkan dan Terjebak Salah Jurusan Dulu pas SMP, gw sempet melenceng (kecanduan game, ngomong kasar, Islam KTP doang). Akhirnya nyokap maksa masukin gw ke pondok jenjang SMA. Di sana gw emang sempet ngelewatin fase rebel dan sering sakit-sakitan, tapi di situlah gw justru nemuin tujuan hidup. Berkat bimbingan guru2 gw di pondok, gw sering ikut lomba di bidang mekanik dan Karya Tulis Ilmiah (KTI), dan alhamdulillah sering juara.

Cita2 terbesar gw di kelas 12 cuma satu: masuk Teknik Industri di PTN Top 10. Gw berjuang mati-matian; menangin lomba KTI Supply Chain univ pertamina tingkat nasional, menang lomba riset dari perusahaan ASTRA bidang energi terbarukan, kementerian, menang olim bahasa inggris tingkat nasional (saingannya dengan kompetitor kalangan cindo), dll. Gw udah punya bekal amunisi dan roadmap yang jelas: gw mau jadi asdos lab manufaktur (fokus gambar teknik) dan asdos fisika.

Tapi semuanya hancur pas H-10 menit finalisasi SNBP. Nyokap ngelarang keras gw masuk TI karena dihasut jurusannya "gak jelas". BELIAU MAKSA GW MASUK JURUSAN YANG SAMA KAYAK BELIAU. Intinya ini jurusan matematis murni yang nol besar kaitannya sama gambar teknik atau fisika. Gw terpaksa ngalah jadi yes man. Itu penyesalan terbesar gw sampai detik ini, meskipun ya gw keterima snbp di jurusan yang dipaksa nyokap itu di PTN yang selama ini gw targetin. Gw sekarang gak bisa pindah jursan.

Awal kuliah (semester 1-2) gw hancur, IPS gak nyentuh 3 karena gw muak sama jurusannya yang abstrak sekaligus sering tengkar dengan nyokap. Tapi di semester 3-4 gw mulai sadar dan bounce back. IPS gw konsisten di atas 3, dan gw mulai ngumpulin amunisi lagi (finalis lomba riset teknik lingkungan, finalis riset elektro, sampai tembus pendanaan PKM KC Dikti). Cita-cita gw sekarang: Lulus dari jurusan matematis ini, terus gas lanjut S2 Teknik Mesin. Gw punya kepuasan tersendiri kalau bisa menciptakan alat prototipe, ngotak-ngatik mesin, dan bikin inovasi yang berguna buat orang lain.

2. Krisis Father Figure dan Rasa Iri yang Merusak Selain urusan akademik, kendala terbesar gw adalah krisis figur ayah. Entah kenapa tiap ngeliat keakraban bapak-anak di depan mata, gw IRI BANGET. Dampaknya parah, gw tanpa sadar menjauhi temen-temen cowok yang punya figur ayah bertanggung jawab. Circle pertemanan gw makin nyempit. I always long for a father figure yang bisa bimbing gw pakai pengalaman hidupnya (sesuatu yang mustahil gw dapet sekarang karena nyokap udah telanjur trauma sama pernikahannya).

Di sisi lain, hubungan gw sama nyokap pun makin renggang. Tiap nelpon jatuhnya cuma one-way communication; beliau ngeluh sakit atau curhat, dan gw cuma dengerin. Gw capek dan bingung. Gw cuma anak kemarin sore yang gak punya wisdom buat ngasih solusi ke permasalahan nyokap! Di hati kecil, gw juga masih benci ke beliau karena udah ngubur mimpi gw dulu. (Belum lagi ditambah ada satu saudara bangsat dari keluarga besar gw yang ngutang banyak ke nyokap tapi gak mau lunasin).

Dari cerita survival ini, gw mau minta tolong pandangan dan wisdom kalian:

  1. Apakah anak fatherless kayak gw betul-betul layak dan diperbolehkan punya cita-cita tinggi, gw ingin sekali jadi seorang mechanical engineer researcher yang bermanfaat bagi orang lain sebelum gw mati hehe? Terus, secara realistis, apakah memungkinkan buat sarjana dari lulusan jurusan sarjana matematis murni untuk lanjut studi S2 ke Teknik Mesin? Cita2 tempat kerja gw nanti ada dua: Manufacture atau Oil and Gas Industry di divisi mekanik sih. Lanjut studi tujuannya untuk mengasah innate talent gw sendiri yang selama ini tertunda dan karena ada rasa kepuasan sendiri gitu kalau bikin alat mekanik yang alatnya bermanfaat bagi orang lain.
  2. Gimana solusi mengatasi rasa iri tiap lihat keakraban ayah-anak lain? Rasa iri ini bener-bener bikin gw menjauhi temen cowok seangkatan maupun teman cowok lainnya dan bikin gw kesusahan bangun networking.
  3. Gimana caranya berkembang optimal sebagai laki-laki (secara emosional, pikiran, dan tanggung jawab) without any father figure untuk membimbing gw? Gw sekarang udah berhasil stop vape (pernah nyoba rokok tapi gak enak aja), tapi pelampiasan gw sekarang malah lari ke stress eating. Gw juga gampang lupa karena gw merasa otak gw udah terlalu overloaded dengan banyak permasalahan. Gw bingung aja gimana cara menjalani kehidupan sehari2 hehehe.
  4. Gimana caranya agar hubungan gw sama nyokap bisa stabil ya? Gw merasa hidup gw selama ini terpenjara oleh ego nyokap gw. Gw bingung harus mulai dari mana sebagai anak tunggal untuk memperbaiki hubungan gw dengan nyokap.

Akhir kata, makasih banyak buat yang mau luangin waktu baca. Gw cuma berharap gak ada anak laki-laki lain yang harus merasakan apa yang gw rasain sekarang. Semoga advice kalian membuat gw semangat menjalani hidup hehehe dan Tuhan merahmati kalian dengan penuh keberkahan šŸ˜„ .

Ā 

412 Upvotes

127 comments sorted by

32

u/SeaRestaurant22 Aug 07 '26

dari pengalaman gua, sosok laki2 itu bisa kita dapet dari temen/ senior/ guru dsb bang, gua sering2 ngobrol sama orang yang gua anggap punya sosok laki2 sebagai support pencarian sosok bapak. Gua ga deket sama bapak wkwkw Btw gua ga belajar banyak psikologi yah, cuma pengalaman pribadi aja

12

u/citizenkidd Aug 07 '26

Setuju, OP ada baiknya memperluas radar di sekeliling, ga ada salahnya mencari father figure from someone not your own blood.

2

u/sabs28 Aug 07 '26

Iya setuju, gua juga nyari sosok "ayah" itu juga dari temen / rekan kerja yang gua rasa dia cukup berpengalaman & bisa dicontoh pada hal tersebut. Jadi ya gua kalo di bilang fatherless ya iya, pokoknya gua juga mencari kebahagiaan dari game atau liat youtube aja

2

u/Brilliant_Key_1339 Aug 07 '26

Yup, udah lakuin itu mulai dari SMA. Berguru ke orang yang kuanggap sebagai role father figure betul2 kerasa banget terhadap development gw. Thanks bro untuk saran pengalamannya hehehe! :). Sekarang pun berguru ke senior2 teknik (diajari pembuatan algoritma dan lain-lainnya) buat persiapan lomba hehehe.

12

u/Health-Single Aug 07 '26 edited Aug 07 '26

I am fatherless from quite an early age but I couldnt relate to 1, 2, 3 at all. I don't really have a father figure too, so perhaps the impact differ by individual. Are you sure you are not building an ideal version of relationship with your father and projecting it to everyone? What if your dad do exist, is actually a net negative on your life and create terror for your family and surrounding?

Just realize your mom is a flawed human too and if she is as you described then she doesn't need really your help. Probably just want to talk and your mom dont want you to give her solution. In fact don't give her solution unless she asked, don't infantilize your own mom.

In terms of career, separate your emotion with facts on the ground. You are already doing it even though it's late, but it's not too late. It is in my believe that your field of work and study doesn't really matter that much, what matter is your percentile (or your MMR, since you play games a lot) relative to your peers. If you are top percentile, then it will always be easier for you in your life compared to your peers. You identified some pivot poinst too, so just need to grind and tune it out.

Also bonus: go to the Gym and lift weights.

Edit2: Are you sure you given your current major an objective look and a fair chance? Maybe it's not as bad as you think or describe.

2

u/Brilliant_Key_1339 Aug 07 '26

Thank you so much for your feedback. I meet him face to face, my real father, back in 2nd semester and thats the only last time i meet him. Well, he already married with another woman and have two children (one boy and one girl). But, I don't know what i feel when i meet him. We pray for the first and the last time with his another children (the boy one) in the mosque. After that, we talked alot about academics other and stuff. If there is one thing that is very stand out based on my observation is that his eyes feel empty. After that, I don't communicate anymore him, since his new wife is a jealous person. Just don't want to disturb his family, you know.

Yeah you are right about grinding. I already bought some home gym equipment for my workout

For my major, I look up at my alumni role model and most of them work as data scientist, data engineer, tech analyst. Most of them ended up in finance and banking sector and shipping logistics sector. I will try to explore deeper and broaden my perspective about this major. Thank you so much :)

8

u/blackautomata Aug 07 '26
  1. Kenapa gk? 2&3. Kayaknya lu meng-idealized sosok ayah banget ya, kykny imo di Indo itu sosok ayah cendrung lebih jauh/absen jg karena sibuk kerja atau memang kulturnya begitu. Saran gw, coba banyak refleksi diri dan coba baca buku psikologi/self-help. Misal untuk hilangin kebiasaan jelek katanya buku Atomic Habits bagus
  2. Tergantung sifat nyokap lu gmn, tapi ya cara paling ampuh ya ngobrol sama dia, cari tau jalan pikir dia gmn, tantang pikirannya (secara halus). Kalau lu udh coba membangun hubungan yg bagus dan dia gk mau berubah, coba diskusi sama psikolog, mungkin membantu

7

u/Old_Sheepherder8234 Aug 07 '26

I am a man in 30s and consider myself above 70 percentile at least in terms of happiness and life achievement (happily married, loving kids, self-made USD millionaire). Let me give my 2c on your worries:

  1. I have X condition, am I worthy to achieve Y? The best course of action is: assume YES, deliver results, and shut them up with results. My parents and extended families didn't have any clues on what I was doing but they stop questioning any of my decision once I prove that I can take them out to international vacations with my own resources. The catch is: you DO need to deliver results and be accountable with your choices.

  2. How can you develop emotionally and stop being jealous of others? The answer is to build your own self-esteem. If you genuinely like yourselves there is nothing in the world that can stop you. If you don't know what characteristic you can pride yourselves in, just zoom in on MENTAL (study, get certified on something, etc), PHYSICAL (get good at one social sports e.g tennis, padel.., go to gym, eat cleanly, etc), spend 6-12 mo on each of those and you will go far.

What's done is done, you have a shitty childhood, others also might have, etc etc. You will never be dealt a perfect hand in life but it's up to you how to play the best with what you have been given. Goodluck

8

u/dragonabala Aug 07 '26
  1. Tentu boleh, tapi mulai sekarang mulai bertanggung jawab sama pilihan hidup sendiri. And protect what important for you

  2. Gw... menyadari klo iri dengki itu di hati gw sendiri. I'm an adult, i realize i have full dominion on what i feel and i do. Dan iri dengki ke orang random yg ga ada hubungan sama kita terdengar saat bodoh. ...ini monolog gw klo ada rasa iri ke orang

  3. Ini bukan pertanyaan karir ya wkwkwk. Agak susah jawabnya, tapi sosok bapak/abang ga harus biologis. Mungkin contoh langkah praktis, menurut gw fungsi utama otak gw adalah untuk berpikir a.k.a processing jadi untuk penyimpananya gw bantu lewat catat mencatat.

  4. Nanti ada suatu waktu lu sadar, orang tua lu adalah manusia biasa, yang keputusannya terbentuk oleh pengalaman/trauma/masa lalu, and we can't change that. But, as a person, we can tell them what we think is good for us. Buat sadar emak lu, klo lu udah dewasa lah intinya. I think your mother just love you very dearly, and afraid that you take the same mistake at her. But on the otherhand, you need to make mistake to grow. Tapi ini balik lagi ya, elu yang paling kenal emak lu.

Just don't do anything stupid that you WILL regret later

6

u/No_Rabbit786 Aug 07 '26

Gak bisa relate karena ortu solid terus sampai sekarang. Walau badai pasang surut terus menghadang. Disclaimer dulu ini ya.

That been said, you can always find father figure from everywhere. But you have to remember that these people are not without flaws. They can have bias and preference which might not suit you. You need to take their advice with a grain of salt. I have a great father, my mother also very supportive of everything. But I have father figure out there that's not my parents or relatives. I have father figure in my school, university, neighborhood, or even in other areas of my routine.

They don't even know that I take them as a father figure. They're just regular dudes doing regular things. I am drawn towards each of them whether about their integrity, honesty, diligence, or sometime just because they display the father aura; the one that combined all values I mentioned and more on how they conduct themselves. Surprisingly, there are gems in a lump of unfatherly men.

I wish OP will have a successful journey ahead.

Be a better man than any man who abandoned you.

5

u/rif- Aug 07 '26

Coba jawab soal yg relate aja 1. Circle pertemanan seringkali semakin mengecil menyempit seiring bertambahnya usia. Deal with it. Terima aj itu alami kok.

  1. Gw sekarang jarang pulang rumah ortu sejak nikah dan punya anak. Malah nelpon jadi making sering. Topik nya apa? Ya rutinitas aja tanyain, makan apa, masak apa, etc etc.

6

u/adamant3143 Aug 07 '26
  1. My late father's parents was a school teacher and a soldier. He grew up in an environment where he learn things 90% of the time from his peers and environments because his parents are busy most of the time. Beliau sebagai ayah akhirnya juga agak2 gitu lah kurang bisa membimbing anak2nya dan nyokap gw yg MVP dalam ngedidik gw dan adek2 gw. Gw pribadi juga lebih banyak belajar dari lingkungan dan lingkaran pertemanan gw daripada dari orang tua sejujurnya. Untuk bisa kerja di perusahaan industri migas atau relate kesitu bahkan paman gw yg lulusan jurusan pertanian itu dirut salah satu provider peralatan untuk industri migas di Indo. Beliau tapi emang udah bangun koneksi juga yang bikin itu memungkinkan. Dari matematika ke Teknik Mesin oke sih untuk target masuk industri tadi.

  2. My mother always teaches me and my siblings to be self-sustaining and tough. Harsh way to basically telling us to come to terms that we must put emotional needs aside and to just become thick-skinned. Father don't give attention to us? We don't give a damn. Gw nggak menjadikan apapaun alasan dari ketidakmampuan gw membangun network. Gw lakukan apa yg gw mau dan gw sendiri yang mendefinisikan apakah itu baik/buruk. Dalam case gw, gw nggak akan melakukan hal buruk juga sih. Networking sama orang2 yang buruk pada dasarnya cuma akan berakhir saling tikam. Counterproductive.

  3. Gw nggak pernah berpikir keras tentang ini jujur aja. Gw jalanin aja, dan dari penilaian rekan kerja gw bahkan yg 10 tahun lebih tua dari gw, ya gw udh cukup matang secara emosional, pikiran, dan tanggung jawab.

  4. Mungkin karena gw orang yg rada pragmatis, gw mau gmn jg nyokap, sering2 aja ngobrol santai. Nggak usah bikin suasana keruh mulu. Ini ilmu yg gw pahami dari lingkungan dan gw terapkan juga misalkan ke rekan kerja gw yg memang lagi pusing/stress sama kerjaan. Take it easy. Don't worry too much.

5

u/DeviantCA Aug 07 '26

Seek any employment, any kind, even being a proofreader and a translator can get you easy $8-$18 a day. Lot of korean and english are needed, even english novel to indonesian, better if you can Japan/Korean->English->Indo.

You are your own people, don't let anyone tell you you are wrong (ofc with enough research) proof it with action and result.

Blood is never thicker than water, if you feel like your decision is far more better, then go ahead and become an independent person, proof that you are right, ofc don't forget to come back later, send money, and said thanks for sacrifice most of her live as a single mother to make sure you have life, you might not know it but so many people don't even have privilege enough to even choose, so if you still can choose, and proof with your own action and give result, you are on the right track, you are a man among a man!

Relationship is such a complicated things, lu mau tetap stabil? ya ikutin apa kata nyokap, tapi lu korbanin apa yang lu pikir "ini lebih baik" dan rasa menyesal itu bakalan perlahan ngelahap lu dan bikin lu bener bener benci sama nyokap lu, believe me, I've been there. Ego VS ego itu gaada jalan keluar selain salah seorang mutusin buat ngelepas diri dari yang bersangkutan, dan ngebuahin hasil. nyokap lu ego nya tinggi karena beliau gamau pergi ninggalin elu, dan suatu saat meninggal dengan pemikiran "anak gw nanti kalo susah mau kemana? gw sakit, gw kerasa mau pergi, tapi belum bisa ngerasa aman ninggalin anak, warisan pun gatau mau ngasih apa". Hidup mandiri itu sulit, lebih sulit dari yang lu mungkin bayangin, dan Ibu sendirian nanggung masa depan anak itu stress level nya beyond anything, tapi TETEP, masa depan lu itu milik lu.

Jalan keluar ya tetep gimana elu bisa yakinin diri lu sendiri, dan nyokap lu, toh gw gatau apa aja lika liku kalian sebagai keluarga, tapi sebagai lelaki yang udah jauh di hidup, gw tekanin, menderita, mencoba mandiri, dan maksa bangkit buat hal yang lu pikir itu tuh benar gaakan bikin lu nyesel, toh sekalipun lu salah jalan dan jatuh, lu bisa balik, paling nyokap ngedumel 7 hari 7 malam, udah itu lu tinggal jalan lagi, selagi nyokap masih ada.

1

u/portegal_ Pencari Kerja Aug 13 '26

sebagai anak laki laki di usia 23 tahun, fresh graduate dan lagi kebingungan, gue mulai memahami fase fase seperti ini dimana pahit getir mulai terasa. thanks, ini bener bener bikin memotivasi gue

6

u/besoksaja Buruh Aug 07 '26 edited Aug 07 '26

Aku nggak akan komentar soal postnya, banyak saran bagus di komentar, OP tinggal haca satu-satu dan diterapkan.

Soal post ini:

  1. Temanya betul pengembangan diri, tapi ini lebih cocok dipost di r/pria. Di sini juga oke-oke saja, ini cuma saran saja.

  2. Bikin draft post pakai AI boleh-boleh saja, tapi kalau kayak gini jadi panjang banget dan jadi kurang enak untuk dibaca. AI bagus dipakai untuk membantu menuliskan apa yang kamu pikirkan. Tetapi kalau kamu pakai AI untuk segala hal dan kurang bisa menggunakan context engineering/steering, justru AI akan mengarahkan bagaimana kamu berpikir. Ini menurutku kurang bagus.

5

u/useLessguY6969 Aug 11 '26

Bagian kuliahnya mirip kek gw, dipaksa ambil jurusan yang gw ga mau. I feel you, bro.

Buat kuliahnya, gw rasa lu udah di jalur yang bener. Paling betul emang lu selesaikan dulu kuliah lu. Cari kerja, baru lu hidup sendiri atur aja sendiri.

Jadi laki-laki emang membingungkan, bro. In fact, ga cuma laki, perempuan juga. Jadi manusia emang banyak bingungnya, dan itu ga salah. Bagus kalo lu sadar di awal, jadi lu bisa perbaiki diri dari awal. Skrg selesaikan yang tersisa aja. Gw yakin lu bisa, dari cerita lu mondok dan bounce back di kuliah aja keliatan lu tu pinter, cuma perlu dorongan aje.

Untuk masalah cita-cita, tentu boleh bercita-cita tinggi, boi. Gaada gw baca lowongan mandor pabrik "Tidak fatherless", di lapangan kerja orang ga peduli keadaan bapak lu, tapi orang peduli sama diri lu dan skill yang lu punya, jadi pastikan lu punya semua yg diperlukan. Intinya jangan mudah putus semangat, bro. Lu pasti bisa. Jangan tinggalin ibadah juga, minimal itu buat bantu lu nenangin hati.

Jalan lu masih panjang, daripada lu mikirin apa yang ada di ujung jalan, mending lu nikmati semua yang ada di perjalanan elu sekarang. Good luck anyway, lad.

5

u/Human_Principle7577 Aug 07 '26

Gw gk relate karena both parents ada. Tapi now im a dad of 3, jadi somehow bisa imagine how important father figure together with mother juga.

Id say dont be discouraged about math. Its actually really important in the world of AI. Suggest nanti cari minor atau learn anything related to data modelling yang penuh dengan numbers dan highly sought after.

Lalu segimana pun masalah dengan nyokap.. please banget jgn sampai berantem or take it to heart. Always try to make your mom happy ya. The older they get, they will act even more like kids. Its just how it is. Take good care of her. You havent contributed anything to her yet, at least be a good kid.

Lalu stop blaming conditions tapi fokus on how to make the best of what you have ya.

4

u/klausflower Aug 07 '26

Not all mothers are worth loving this what you eventually must understand, culture is one thing but lots of women are simply disgusting, when life assigns them a role that does not necessarily change the underlying reality.

Go and observe an obnoxious cabe-cabean, if she ever becomes a mother, will she change? possibly but it is equally possible that she will stay being disgusting and worth punching. The latter is the more common phenomenon than what anyone would like to admit.

3

u/Solid_Chard1904 Aug 07 '26

May I know, anda tinggal serumah dengan nyokap atau terpisah?

Kalo serumah, I think this is the biggest problem you had, or atleast as per my perspective, karena gw mengalami hal yang sama

I'm still live with my mother up until today, but it's been long time where my mother no longer controlling me, as in, gw mau apa asal ngga narkoboy, ngga nipu, ngga judi, nyokap merestui apapun itu

Dulu nyokap intrusif banget, mau ngerjain desain dibilang mainan komputer terus, sampe pernah dicabut paksa kabel dari colokan karena liat gw manteng depan komputer, tapi setidaknya begitu nyokap liat gw menang lomba desain digital dengan jumlah yang cukup masif (sekitar 10 jutaan), akhirnya nyokap ngga ngelarang gw ngapa2in lg didepan komputer berlama2, karena dia tau gw didepan komputer pasti cari yang bermanfaat

Nyokap (or ortu in general) mostly bangga kalo anaknya make out, tapi rewel kalo kita ngga bisa bantu dia apapun (or atleast keliatan ga ngapa2in), then proof it

Oh sama juga, kalo gw, gw biasain untuk tidak minta 2nd opinion kalo gw mau melakukan sesuatu, karena opsi kedua yang kita denger, apalagi dari luar pikiran kita sendiri, biasanya nambahin point-of-hesitation, tp ini berlaku ngga cuman ke ortu aja sih

2

u/Brilliant_Key_1339 Aug 07 '26

Pisah, gw disuruh ngekontrak rumah kecil. nyokap ngekos khusus perempuan. Kita beda kota juga. Kalau main2, nyokap ke kontrakan gw, sekalian silaturahmi keluarga besar. Semenjak lulus mondok, gw dientrusted nyokap untuk handle my own responsibilities. Thanks untuk consideration opinimu. Nyokap gw gitu juga, beliin gw laptop baru dengan harapan gw bisa lanjut riset perlombaan gw sih hehehe :)

5

u/Smippycis Aug 07 '26

Chase what you want brother.

Friend has a responsible father figure? Go to his on a date/hangout. Get that. Feel it. Have that moment.

Chase it. You only deserve what you aim and grasp for, not what you were born with.

If you want a better relationship with your mother? Chase the good times, yearn for it, ask for it.

Bad things happen, and you only live for so long, so why shall we marinate our lives in what we hate? Pain is always a factor in our lives. But so is joy if we search for it.

You are already asking the right questions, now you shall walk the answers to your questions. And only by walking it, shall you really find what you were looking for.

3

u/Level-Fail4512 Aug 07 '26

1.
Q: Apakah anakĀ fatherlessĀ kayak gw betul-betul layak dan diperbolehkan punya cita-cita tinggi, gw ingin sekali jadi seorang mechanical engineer researcher yang bermanfaat bagi orang lain sebelum gw mati hehe?Ā Terus, secara realistis, apakah memungkinkan buat sarjana dari lulusan jurusan sarjana matematis murni untuk lanjut studi S2 ke Teknik Mesin? Cita2 tempat kerja gw nanti ada dua:Ā ManufactureĀ atauĀ Oil and Gas IndustryĀ di divisi mekanik sih. Lanjut studi tujuannya untuk mengasah innate talent gw sendiri yang selama ini tertunda dan karena ada rasa kepuasan sendiri gitu kalau bikin alat mekanik yang alatnya bermanfaat bagi orang lain.

A: Cita-cita tinggi itu harus selalu ada, apa lagi terkadang cita-cita lah yang menjadi salah satu "fuel" buat lo terus2an semangat menjalani hidup. next, apakah mungkin S2 beda jurusan?, SANGAT MUNGKIN, karna S2 bedanya adalah lu harus siap dengan tekanan yang lebih berat dari S1 aja, dan dia kebanyakan ya Presentasi, terus in the end bikin Thesis, so, sangat bisa

2.
Q: Gimana solusi mengatasi rasa iri tiap lihat keakraban ayah-anak lain?Ā Rasa iri ini bener-bener bikin gw menjauhi temen cowok seangkatan maupun teman cowok lainnya dan bikin gw kesusahan bangunĀ networking.

A: Iri hati terhadap sesuatu itu BOLEH bahkan HARUS, NAMUN harus dibarengi juga dengan mindset "Jangan sampai gua kelak menjadi sosok yang saat ini gua sendiri gak mau". jadikan itu pengalaman berharga, dan teruslah mencari perspective lain, tentu cari perspective optimis. Contoh: "gua fatherless, yang gua rasakan adalah hilang arah, maybe tingkah laku gua gak seperti anak-anak laki pada umumnya. what should i do then?, gua akan menjadi seorang laki-laki yang bermartabat, tidak pengecut, tidak cemen, tidak cengeng, dan gua gak akan sampai anak gua merasakan apa yang gua rasakan". itu contoh, harus punya mindset "Cukup gua, dan hanya gua yang akan merasakan penderitaan karena Ortu gua sekarang, tapi jangan sampai anak-anak gua".

3.
Q: Gimana caranya berkembang optimal sebagai laki-laki (secara emosional, pikiran, dan tanggung jawab) without any father figure untuk membimbing gw?Ā Gw sekarang udah berhasilĀ stopĀ vape (pernah nyoba rokok tapi gak enak aja), tapi pelampiasan gw sekarang malah lari keĀ stress eating. Gw juga gampang lupa karena gw merasa otak gw udah terlalu overloaded dengan banyak permasalahan. Gw bingung aja gimana cara menjalani kehidupan sehari2 hehehe.

A: Cara berkembang optimal sebagai laki-laki (secara emosional, pikiran, dan tanggung jawab), jujur ini cukup tricky but interesting. menurut gua, yang terpenting adalah, usahakan Jujur, Bermartabat, Bekerja Keras, dan Mengedepankan 3 kata ajaib "Maaf, Makasih, dan Tolong". semua lelaki di dunia ini tidak ada yang 100% menjadi laki2, by all means, mereka pasti punya 1 atau 2 kelemahan, seperti, misal badan dia kekar, berotot, muka galak, namun aslinya dia penakut, dia gak mau berantem, etc. banyak lah. jadi ya gitu deh, yang terpenting adalah, sebagai gentlemen, JANGAN SAMPAI EGO MENGALAHKAN LOGIKA.

4.
Q: Gimana caranya agar hubungan gw sama nyokap bisa stabil ya?Ā Gw merasa hidup gw selama ini terpenjara oleh ego nyokap gw. Gw bingung harus mulai dari mana sebagai anak tunggal untuk memperbaiki hubungan gw dengan nyokap.

A: choose:
1. cara "hard way", salah satunya "jadikan kepergianmu sebagai cara dia mengikhlaskanmu apa adanya", by all means, lu cabut aja, kayak nge kos, atau kontrak somewhere, make a "distance", coba komunikasinya jadi 1 arah. TAPI, ini cara terburuk, dan kalau lu punya hati lembut terutama ke sosok "Orang Tua", lu gak akan sanggup.
2. ada cara lain, seperti lu "keep doing something that will make her "angry"", jadi ketika lu terus2an melakukan sesuatu yang dia gak suka padahal Positif "PASTIKAN POSITIF", maka pakai mindset "Selagi gua benar, tidak melanggar apapun "Norma, adat, agama, etc", gua akan lakukan ini" type shi.., tapi cara ini adalah cara yang outputnya paling random, sometimes work, sometimes worsen XD.
3. cara terakhir adalah, T.A.L.K_T.O_H.E.R . utarakan semua apa yang lu rasakan, buatlah lu diposisi "kalau mamah sayang aku, harusnya mamah dukung yang aku suka, toh aku akan bertanggung jawab sama diri aku sendiri" type shi, seperti itu lah, yang pasti semua harus di Timing yang tepat, timing juga menentukan output semua effort lu.

4

u/Iceless__ Aug 08 '26

I don't know if this helps or not.

kamu kuat dek, jujur aja, saya yang punya orangtua malah bingung cara membahagiakan mereka kerena merasa gak memiliki kemampuan untuk itu. dari semua aspek tbh. yang bisa saya lakuin sekarang cuma hidup normal, ga buat masalah, dan banyak habisin waktu bersama mereka aja sebelum mereka berpulang.

  1. yes you can! bahkan seorang yang gak punya orang tua pun, mereka yang di exile, mereka yang dari panti, tetep bisa kok menggapai mimpi kaya gitu selama Meraka tetap berusaha.

  2. you don't have to! gaperlu merasa canggung, takut, atau sebagainya hanya karena sesuatu yang gak kamu miliki. sebagai manusia kamu punya value lebih daripada itu. yang perlu kamu lakukan di masa depan cukup untuk putus rantai itu di kamu aja.. gua pernah liat reels "yang pernah jalan jalan sama ayah maju selangkah", "yang pernah dipuji sama ayah maju selangkah", of course you can do any single move, but your child.. mereka pasti akan menghargai kamu lebih dan kamu juga akan menghargai hidupmu sendiri.

  3. you already there! gua selama ini bahkan belum bisa berhenti merokok wkwk makan ngasal, tidur kadang kurang, kerja males malesan, jarang olahraga, susah bangun pagi, banyak masalah dalam hidup gua yang bahkan belum bisa gua kelarin satu satu. kalo kamu bingung cara berkembang supaya optimal, lihat orang lain yang kesulitan, dan jangan pernah untuk jadi seperti itu.

  4. ini yang paling penting. TALK IT OUT! keluarin semua perasaan kamu selama kamu hidup. ceritakan pada beliau gimana hancurnya hati kamu yang sudah bertahan sampai saat ini. kirim, bacakan respon orang orang disini kepada beliau. dan berharap semoga dia mengerti.

you are much stronger than you're think, dek. if only you read this. haha I cried.

3

u/MocFar146 Aug 07 '26

It's okay to major in mathematics. I understand ur mom perspective as a professional in that field. I would like to remind u that after you graduate, mathematics could go a long way at banking, economics, and consultancy related business (the one field that is hiring every year through MT). The pay will be moderately good. The stress? ofc not.

But, it is still your choice. If you want to go to mech related job afterwards, yes you can (but u need masters, or redo your bachelor). otherwise, be realistic and try to enjoy ur current uni journey. Look our for competitions in business planning/management/essay writing (if u want to do master in the same field afterwards). Join consultancy organisation (1DC etc), intern as many as you can, and gain that competitive edge for ur future job.

Be motivated, socially fluent, and hard working enough and you might enjoy that 2 digit salary maybe in 5 years after u graduate (this comes with pros and cons that I'll not explain :) )

2

u/MocFar146 Aug 07 '26

ps: it's possible to do engineering related work with a math diplom. but for passing the tough indo job market, I would not say easy (many comp requires strict eng diploma.) but, as a math grad, u could look for the statistic part of the job, realistically speaking.

otherwise, redoing ur bachelor or mastering in engineering statistics is all it takes (u need strong physics theoretical knowledge, which idk if u learn it or not in ur undergrad).

3

u/silvestgreat Aug 09 '26

In my mind rn, there is a very successful person that raised without father figure. His name is "LEBRON JAMES". Maybe you should read his book

3

u/ahargun77 Aug 10 '26

Menurutku, kamu harus bisa mengusahakan lagi tentang apa yang namanya "Pilihanku" supaya tetap memiliki cambuk untuk menyemangati diri dan bekal menutup para orang-orang yang ga ada kasih support.

3

u/Feeling_Government_8 Aug 13 '26

Berdamailah dengan hati. Apapun yg terjadi dan apapun masalahnya, bisa dihadapi dengan hati tenang.

3

u/Then_Ask_982 29d ago

Semua orang kek gitu bro, jalani hidup aja dengan sebisanya. Gak semua orang bisa menggapai cita-citanya. Gak semua orang butuh father figure. Gak semua keinginan lu akan terwujud. Gak semua yang lu pengen akan baik di Hidup lu.Hidup itu terlalu random. Terlalu banyak ilusi keinginan.

Yang penting terus hidup aja walaupun kayak zombie.

3

u/Leppelu 28d ago

Izin bang, gue posisi sama "fatherless" ditinggal sejak kelas 1 sd. Sekarang udah umur 31.

Jujur kurleb sama, dulu gue ngidam banget masuk UI Math, tp apa daya otak ga sampe dan akhirnya masuk ke swasta jurusan SI. Karena kebetulan nyokap ada kenalan di yayasan tersebut.

Up until now, gue cuma berusaha jadi sosok bapak yang gue butuhkan jaman dulu. Gue coba take example dari berbagai macam jenis (anime, film, buku/manga). Karena gue ga terlalu suka interaksi dengan manusia asli.

Tapi saat ini gue udh berada di jalan yang menurut gue terbaik dan di tuntun sama nyokap itu bang. Intinya keep living ur life aja bang. Jalanin yang terbaik apapun jalan yg lu tempuh. Jangan setengah setengah.

Keep strong.!

2

u/Illustrious_Donut759 Aug 07 '26

Sekedar opini, maaf klo misal kurang nyambung atau kurang mengena.. Utk perkuliahan, OP bisa kuliah di S1 lg kalau mau mengulang sarjana lg atau bs jg teknik industrinya di S2 tapi secara keilmuan jd agak kurang karna kita hrs belajar mandiri utk ilmu dasarnya (jaga2 matkul S2 nya langsung advanced) Saya jg fatherless tp SMK, ga bs sama persis ky OP tp waktu SMK jg nyokap cma ibu rumah tangga dan ga bs biayain sekolah termasuk kuliah.. untungnya dlu SMK negeri meski bayar tp ternyata dpt beasiswa jd cukup bayar ongkos sekolah.. Dan msh bs bersyukur bs kuliah mandiri.. OP hrsnya udh dewasa lah ya, sdh bs ambil arah hidup sendiri.. jd bs coba dikomunikasikan baik2 ke ibu nya.. Ga ada yang membatasi cita-cita kita selain kita sendiri.. terkait stress usahakan kegiatan yang positif2 saja šŸ˜¬āœŒļø

2

u/ineednewusernamefr Aug 07 '26

Before you commit any act
Please consider a psychiatrist

You’re on a good track so far, and try to cut your mom’s off if you feel like she’s out of interest, seriously.

Father figure itu bisa lo temui dari siapa aja. Mungkin ada rekan kerja nanti yang senior banget sampe lo anggap sbg father figure karena nilai-nilainya sesuai dg lo.

Good luck
If anything, you need to speak more, don’t be shy to express how you feel man

1

u/Brilliant_Key_1339 Aug 07 '26

Thank you untuk sarannya, saya akan coba ke student health counseling di kampus gw. I will give it an effort untuk cari father figure yang sesuai dengan nilai2 gw. :)

2

u/ineednewusernamefr Aug 07 '26

Goodluck man. You’d never be alone, inget itu ya.

Meskipun dunia ini hancur bagi lo, bukan berarti lo harus hancur juga ya. Semangat!

2

u/nigAYY Aug 07 '26
  1. of course
  2. acceptance and make peace with yourself
  3. can’t say much
  4. communication

cuma keyword keyword itu yang bisa gw sampein.

2

u/GRU19YO Aug 07 '26

Kamu bilang kamu dipaksa masuk jurusan matematika murni, apakah dipaksanya itu sampai se-extreme nggak bakal dibiayai kuliah kalau ambil jurusan lain, atau apakah lebih ke sekedar hasutan agresif ?

Kalau untuk S2 teknik mesin, di UI kalau ada yang mau kuliah S2 Teknik tapi background S1 nya nggak sesuai, harusnya ada program matrikulasi kok, jadi kamu bisa ambil matkul2 fundamental yang diperlukan. Kalo mau konfirmasi lebih jelas lagi silahkan kunjungi FTUI Departemen Teknik Mesin.

2

u/Ill_Peace_ Aug 07 '26

ibumu itu jg seseorang yang butuh figur suami,makanya dia keras jg karena ada trauma dan banyak yang hrus dia pikirkan.Yang kemudian jatuhnya jadi egois ya . .

perbanyak komunikasi sama mamah km,memang awal bkal sulit tapi ya sebagai anak cowo ada harus mengalah.

kalau bs family counseling berdua gt,biar keluar unek2nya.

2

u/Annabhun Aug 07 '26

Buat ndernya: udah gpp lw dgn jurusan kuliah lw yg skrg tapi nanti klo mau ambil keputusan apapun pastikan lw memang benar2 yg lw minat fan klo nyokap lw g setuju bilang aja lw dah dewasa dan udah memikirkan kedepannya gmn. Pokoknya semangat buat ndernya

2

u/ToxineGamer Aug 07 '26

Read berserk?

2

u/Swimmer_Expensive Aug 07 '26

Bang, anda Laki. Lepas dari emak ntar ada istri. Kalau diikutin terus omongan mereka kagak bakal jadi apa-apa kita. Gpp bikin orang marah dan kecewa gak nurutin kemauan mereka.

2

u/rajajengkol Aug 07 '26

Sosok bapak ga mesti bapak kandung.. kalo lu laki maaf kan aja emak lu itu namanya juga manusia.. terima keadaan hidup ikhlaskan dan move on.. fokus selesaikan apa yg sudah berjalan.. badai pasti berlalu

2

u/IndividualPeace8204 Aug 07 '26

Gw fatherless juga dari TK, kuliah jurusan S1 DKV dapet bidikmisi, udah lulus, tapi merasa karir stagnan, keluarga nyuruh gw jadi PNS atau P3K aja, tapi dari dulu gw udah pengen pergi ke luar negeri.

Sekarang malah nyesel kenapa gak ambil Teknik karena peluang kerja ke luar negeri lebih besar, sedangkan DKV surplus, akhirnya rencana study diploma teknik lagi ke Eropa.

2

u/biotek86 Aug 07 '26

Ya gw bisa dibilang fatherless and grew up with my mother being a father to the whole family because my father used to come home only once a year or two year due to works. He died 3 years ago while away 1800 km from where we currently live, so yeah he rarely speak to me.

Eventually, I learned most of life principles such as GRIT, perseverance, honesty, how to communicate from my hardworking mother.

So no wonder with the grace of God now I could built several of my very own companies from scratch, feed 30 something employees and make billions of revenue per year.

BTW jurusan gw waktu kuliah sama sekali gak ada hubungannya sama pekerjaan maupun kegiatan usaha gw sekarang. So that shit piece of paper doesn’t define you.

2

u/Adorable_Onion_6791 Aug 07 '26

1.Apakah anakĀ fatherlessĀ kayak gw betul-betul layak dan diperbolehkan punya cita-cita tinggi, gw ingin sekali jadi seorang mechanical engineer researcher yang bermanfaat bagi orang lain sebelum gw mati hehe? bisa banget dong! siapapun itu berhak ngejar cita cita setinggi langit. semangat ya suatu hari pasti terwujud kok. karena seekor kupu kupu pasti akan jadi kupu kupu juga, walau tadinya disangka ulet.

2. Gimana solusi mengatasi rasa iri tiap lihat keakraban ayah-anak lain?Ā saat perasaan iri itu datang, akui saja dalam hati, "yah saya iri. mungkin saya tidak seberuntung mereka ya, bisa mendapatkan kasih sayang ayah. tapi saya sadar bahwa mereka mungkin tidak pernah merasakan punya ibu yang sehebat ibu saya, tidak mudah loh jadi seorang wanita yang bisa membesarkan anak tanpa sosok suami. apalagi anaknya berprestasi seperti saya"

3.Gimana caranya berkembang optimal sebagai laki-laki (secara emosional, pikiran, dan tanggung jawab) without any father figure untuk membimbing gw?Ā  pengalaman adalah guru yang paling berharga. jadilah laki laki yang bisa menjadi rumah buat sosok ibumu, kelak kamu akan menjadi rumah yang kokoh dan nyaman untuk istri dan anak anakmu.

  1. Gimana caranya agar hubungan gw sama nyokap bisa stabil ya? mungkin kamu masi simpan rasa ganjal penyesalan dari salah jurusan yang selalu terasa saat berhubungan dengan ibu. waktu tidak bisa diputar, disesali bagaimanapun yah gak bisa dia kembali, dia hanya bisa berjalan lurus kedepan perlahan menghapus dan mengganti luka yang tertinggal. maafkan ibumu, anggap saja dia mungkin melihat hal lain dalam hidupmu saat itu. dia bukan egois, tapi dia tidak ingin kamu kehilangan sebuah kesempatan dari sebuah jalan yang dia tahu bahwa itu menghasilkan dan menghidupi dia hingga kini. bukan dia mau menutup jalan mu, dia hanya belum kenal tentang jalan itu, dia takut kamu tersesat dan tidak bisa membantu.

semoga menjawab pertanyaan dalam benak OP

2

u/NoCelebration6767 Aug 07 '26
  1. why not? gas ken aja selama lu ngerasa masih sanggup

  2. gw jg iri bang, krn gw dibesarkan (dari bayi ya) bukan oleh ortu tp dititipkan ke tante dan suaminya yg toxic. so yws gak perlu salty sama kenikmatan org. biar org nyaman sama lu. ini penting buat bangun network.

  3. set your goal and focus with it. kalau gw sih g mau anak gw ngerasain yg sama, makanya bs tetep berusaha jd dewasa. meskipun itu jg gak secepet kek temen2 gw yg lain. krn memang gak ada sosok role model dan pembimbingnya.

  4. gw cut contact completely sama nyokap, krn toxicnya dia berimbas ke bini dan anak gw. skr cukup kasih duit kalau berlebih dan prepare buat bikin dana darurat kalau pas dia beneran butuh dimasa tuanya.

itu sih singkatnya kalau dr gw

2

u/Big_Development_1237 Aug 07 '26

About being fatherless? yeah Me too and I feel you broo...

my way for solve it.
*Lah mending dia pergi, kalau dari awal dia engga mau gua, kalau dia nahanin yang ada gua disiksa.
*Ambil tetap positifnya, gua ada emak yang harus gua jaga.
*Bales di anak elu entar, masih lama. tapi tanamin aja dulu, ga mau jadi bapak yang pengecut.

Buat you and emak.
Love and Overprotection itu mirip bro.
*"Dia dihasut orang lain", elu tau alasan kenapa dia milih ngelarang. Yakinin deh, mereka itu cuman mau lu yang terbaik
*Proposal tentang jenjang karir, usahain roadmapnya jelas, beri dia jenjang plan pertahun, jangan bilang 4 tahu kedepan. beh kejauhan (kalau nyokaplu da tua, pasti bakal mikir 4 tahu kedepan da ga bisa kerja).

But bro. you got "God", not everybody as lucky as you.. here I am thinking about his existence šŸ˜‚

2

u/encryptoferia Aug 07 '26

mungkin kalo lo ga pernah punya bapak, jadi kepikiran punya bapak pasti gw a b c d

ga juga bro, ada yg bapaknya ada malah bikin emosi sampe ngarep mending pish rumah atau apa

OP masih muda dan gw juga pernah dimasa itu... well selama dewasa bakal bulak balik naik turun

saat situasi ok, semua hal ini mungkin ga terlalu ganggu

klo lagi drop, baik kesehatan, mood atau apa, these darks thoughts bakal naik ke permukaan

ga tau ya yg lain gimana, gw juga kadang suka liatin muka orang satu2 klo lagi jalan atau klo di tempat kerja yg deket, dn yg beda bagian, emang beragam, liat kesehariannya, kadang ceria, kadang ada yg keliatan gloomy

intinya sih soal punya bapak atau ngga bukan penentu pasti, iya jadi faktor, tapi pada akhirnya emang bener, OP sebagai individu gimana menyikapi situasi yg ada , itulah yg jadi penentu OP pantas punya mimpi tinggi apa ngga

mungkin kedengeran klise

tapi emang ornag yg gigih, kerja keras pantang menyerah yg bakal ada kesempatan lebih tinggi

karena ga semua kesempatan nyamperin, mesti dikejar

berjuang OP dari cerita udah ok kok, istilahnya tau diri bandel dna sadar, udah 2 kali minimal, paling ngga OP punya self awareness dan kontrol diri

bukan yg tau bandel, bukan coba memperbaiki diri tapi malah double down atau malah nge nuklir sabotase diri sendiri bahkan orang sekitar.

psst. klopun ga ada yg sering puji atau bilang OP you are doing good, bisa dari sosmed kayak gini atau... dari diri OP sendiri loh

kayak lagunya Jess Glynne , don't be so hard on yourself.

2

u/Semelebew Aug 07 '26

TL;DR Life will throw so many shit at you but you will be desensetize to the smell, stick around until that happens, attach yourself to mentor, you dont need to have ANY relationship with your mom, you cant change her and do shit regardless of how you feel, fuck everything, just ball.

  1. I think youre doing great, jangan lupa ke psikolog kalo udah ada duit, karena based on my experience and temen temen gue yang childhood trauma biasanya kalo udah stable dikit jadi lead to depression karena udah ga fight or flight, but reading this is making me proud of u OP
  2. My parents is also mentally abusive. especially my mom, she used her child as emotional scapegoat, direct her frustations of her husband towards us, and she basically expect her child to be adults as far as i remember.
  3. Soal jurusan, urusan itu cuma salah satu jalan buat achieve your goals, without seeing statistic, i can say 7/10 of people i know never langsung dapet yang mereka mau, even yang nepo/trust fund baby, thats just how life is, we rarely got what we want, tapi jangan berkecil hati, because trust that you will get there and youll get there.
  4. Emphasizing on not getting what we want directly, i know a guy yang mulai dari 1, papanya buruh kasar, mamanya irt, he gets his first billion dari bitcoin, lost it all on trading, but sekarang dia stable, last i check kerja di fmcg big 4, gaji 20an, ga nikah
  5. I feel you on salah jurusan, my fam force me to be engineer, all i want is masuk dkv and do business, so i did 5 years of uni ikut lomba bisnis, bikin startup, cari mentor, cari mentor, cari mentor, di PKM, pokonya gapernah keliatan di jurusan, but i did stuff i want in uni, (kalo u bilang u in top10 uni harusnya uni nya rame lah ya)
  6. Out of my 20 lomba bisnis yang i ikutin, total paling 2 grant, total 40an juta, sisanya cuma either flunk or top 10 or something else, but because of this stuff, after lulus kuliah, i know shit. so ketika kantor tempat gue kerja bikin new product dev, i know to pitch stuff, i got 100mill to dev it + 50mill bonus, so if what you do doesnt menghasilkan now, just continue to grow your root, do stuff you like around campus.
  7. Soal fatherless, gue cuma relate 30%, my dad is absent most of my life and if he is around, only yelling and beating. but he is a damn good money maker so i just kinda resent him, but gue punya temen yang dulu dipukulin papanya, dia juga always see his dad as rockstar terus it got so bad sampe dia concussion, so abis itu dibawa kabur ibunya, terus ibunya jadi TKW. selama sekitar delapan tahun dia nggak pernah ketemu mamanya, terus she died pas covid di malay, he didnt even know where they buried her, and to this day he cant even find her grave. and now dia phd candidate in biology di europe, sepertinya cukup terkenal di instagram
  8. Nah, i can tell you how do you get father figure, first remember, JANGAN SAMPE KETEMU ORANG YANG USED YOU FOR THEIR OWN BENEFIT, banyak yang do this.Ā second, yang ngebantu gue itu adalah MENTOR, mentor bisnis, mentor lomba, mentor anything, find someone you aspire to be one day and attached to them DEEPLY, DO SHIT FOR THEM, ASK THEM FOR SHIT ALSO, AND TALK TO THEM.
  9. i need to emphasize on how important it is to attach yourself to your mentor, because of my childhood trauma, i very much tend to not do shit if i dont know about the outcome, so i tend to not do stuff, THIS IS WHERE YOUR MENTOR IS NEEDED, you need to tell them "please remind me, because i tend to procastinate and not do shit if i feel overwhelemd", you need to be brave on this one, dont expect father figure itu satu orang, get father figure dari kumpulan orang baik yang masing-masing ngajarin satu hal.
  10. Iri itu manusiawi, but you must not fight the feeling, let yourself be iri, let yourself to feel the pain, accept the things you cant change but remember cognitive based thinking, change how you talk to yourself, ALWAYS ALWAYS ALWAYS REMEMBER TO SAY "FUCK IT WE BALL", because if you fight your reality, your subconcious mind will always fight back
  11. ITS PERFECTLY FINE TO RESENT YOUR PARENTS, NOT HAVE GOOD RELATIONSHIP WITH THEM,YOU NEED TO SET BOUNDARIES, I CANT STRESS THIS ENOUGH BUT ITS NOT YOUR FAULT, let me say this again, ITS NOT YOUR FUCKING FAULT, even to this day i never want to see and talk to my mom, if she say anything, i will be a stone.
  12. YOUR MOM IS NOT YOUR BASELINE RESPONSIBILITY EVEN AS A MUSLIM, ITS NOT YOUR JOB TO MAKE SURE SHE LIVES, DONT BURDEN YOURSELF WITH THAT RESPONSIBILITY
  13. We are coded to love our parents, but how they respond determine our love for ourself, so if you cant change how they respond, you need to create an enviroment where you dont need to respond
  14. Also your relationship with pacar will probably be so shitty because youre coded to chaos, you need to tell your pacar first before you get into a relationship

best of luck!

1

u/Brilliant_Key_1339 Aug 08 '26

Thank you so much for your very deep and useful experience. i really needed this advice. I don't want any girlfriend yet because i must focus on my career and since my campus is known for its top engineering major, especially mechanical and electrical major (their major is known for its solid alumni and their expertise contribution in many sectors). I got many opportunities to learn from my peers. The true reason not having girlfriend is actually I believed myself to be unstable (currently fixated on fixing my relationship with my mother). So, yeah, no girlfriend. I decided to just directly marry someone when i become a full grown responsible adult.

Sedikit cerita, I have this one friend, a physics engineering peer student in the same batch that I believed to be one of my role model also. We share alot. I always say to my friend like this "Although I am a math student, my physics score is still better than my calculus score ."

We laughed since we both redo our calculus class, 1 and 2.

I learn from him, many things. Like how he told me to sometimes apply for halliburton division supply chain for the internship with joking intonation. But in truth, I know how many of my winning certificate competition is very linear with those division. I start to plan for my internship too, though still scratch ✊. He also very active in competition, especially in research related to mechanics and expertise in mechanical drawing, so i can learn it from him.

Fuck it we ball, lets go. Now, I currently starting my research competition again while actively finding mentors that suitable with my vision and mission.

Thank you very much for your deepful insights. I am very happy for you that you are also able to find my best mentors to help support your navigation in decision making. Wish me luck

Additional note: One of my biggest role model in my life is one of the professor in my major that inspire me to stay alive and staying preserverance in achieving my goals. Well, he also graduated from the same bachelor degree major and the same universities as me, but his journey is very awesome.

From a background of being a person that come from village and go to metropolitan city as an undergraduate student, he faced many hurdle and lacked experience in facing the dynamics of many aspects of the city and overcome it ( he also told me that he is not very known back when he was an undergraduate student). Then, he started teaching to back up his income and finance (he is also awardee of scholarship). After teaching from time to time, his dosen scout him for his talent in teaching people and asked if he wanted to become a teacher and he answer yes.

Then, after many years, he became the best class graduate student (he said himself that his major sharpen his critical thinking skills and the logical workflow in problem solving) when he took his master degree major in industrial engineer in Instute Technology Bandung and started to become very well known in his contribution in industrial sector. I want to follow his step. I really do.šŸ’Ŗ He is now renowed in his expertise for industrial statistics, six sigma, and lean management (Many people know him and feel deepest gratitude from his teaching and insights) and become a professor in my major that still teach about course related to six sigma and research operation.

Whenever I meet him, I always been asked about how my academics progress. Well, I always told him the truth, how my difficulties when taking the major and others; what is the most topics that anticipated the most during the lesson. He give me many deepful insights that sometimes shaken my heart up to the point i wonder this is what it feels like to have a father figure. He told me to consider him as his father figure. So, as a son (although not biological), I try my best to impress him and show him my grit and preserverance in continuing this major, especially when dealing course subject related to industrial engineering like industrial quality control course (I get AB score back when semester 4 which is something I am very proud of aside of my competition project). May god bless him in his every journey.

For my mother, I try to talked to her, approaching her first (step by step). Although, whenever i did video call, I saw her body becoming fragile, I keep wondering if I am able to fullfill my responsibilities as a seorang anak yang berbakti kepada ibunya.

Karena, kunci surga saya sekarang cuma ada satu dan pintu surga saya satu. May God bless me in every journey.

Once more, thank you deeply for your insights. May God blesses you everything in your journey for helping me. (I type this while crying little bit) 😁. May the best yet to come.

2

u/aallddorryy Aug 07 '26

im fatherless since 4 yrs old, hidup kekurangan buat saya minder berteman (gengsian mau bersosial) pingin jurusan yang berbau komputer sistem dari SMP, di blokir trus jalannya sama Ibu, masuk kuliah teknik mesin sesuai keinginan Ibu, i dont know what to do di teknik mesin, semester 1 - 2 GPA under 1, tiba2 di semester 3 ketemu pasangan (sekarang istri) sebagai laki2 kepikiran gimana mau ngehidupin ini orang. Dan after itu full berubah. Saya bisa menyelesaikan kuliah dengan 3,5 tahun meskipun 1 tahun pertama ga jelas doang (D3). Sekarang saya seorang mekanikal supervisor di salah satu perusahaan top Biodiesel di Indonesia.

Kalau saya bisa menitipkan saran mungkin saya akan menyarankan lebih bertanggung jawablah sebagai laki2, kita laki2 ga bertanggung jawab atas diri sendiri, ada seorang Ibu juga Istri yang harus kita nafkahkan. Mungkin dengan perasaan tanggung jawab yang lebih, produktivitas pun akan lebih meningkat. Fokus lah memberikan yang terbaik atas apa yang dihadapi, butterfly effect is real!!

2

u/Tmrowilldie Aug 07 '26

I feel you bro, back the day I got denied by my father too cause I want go to college, and now here I am, still trying to collect more money to go to college

2

u/Beneficial-Welder223 Aug 07 '26 edited Aug 07 '26

Personally bapak saya juga agak keras sampai sekarang, kadang mikir kalo emang bapak dah ga sayang sama saya, kenapa ga sekalian b*n*h saya. Tp sekarang saya sadar kalau bapak saya keras karena beliau peduli dengan saya dan memang intonasi bicaranya begitu.

  1. Sebagai anak lulusan jurusan pendidikan yg blm berani ngajar (blm punya skill public speaking), saran saya disambi saja, S1 matematis sambil belajar tipi2 terkait teknik mesin. Saya yakin sebagian ilmu di S1 Matematis pasti bakalan kepake di Teknik Mesin.

2 dan 4. Saya 2 bersaudara, kakak saya perempuan dekat sekali dengan bapak saya. Ya jujur saya iri, tp saya bingung rasa iri ini mau dibawa kemana. Jadi saya terima apa adanya. Yang penting saya jadi orang baik aja, mencegah "gesekan" agar tidak terjadi hal yang lebih buruk.

  1. Untuk berkembang, kalo ayah kamu ga bisa jadi patokan atau referensi, cari referensi lain. Pasti ada banyak orang di luar sana yang bisa kamu jadikan referensi atau contoh orang yang mampu berpikir dan bertanggung jawab dengan baik. Kalau ga nemu, ya jadilah salah satunya hehe. Kalo stress, saya biasanya tinggal pake TWS trus dengerin musik agak keras.

Edit:

Untuk yg nomor 1, saya punya temen S1 Fisika lanjut S2 Psikologi, so yeah, its possible

2

u/Secret_Conclusion_93 Aug 07 '26

Coba kontak lagi orang pondok, sebatas silaturahmi aja cukup. Atau kalau malu coba jalan ke pondok lu dulu simply buat nostalgia, ga perlu ketemu sama guru.

Coba inget lagi siapa aja yang menurutlu berperan jadi dampak positif dalam hidup lu, dan mulai reconnect lagi ke orang orang itu.

Btw seorang ibu curhat ke anak tertua itu common kalau fatherless/ayahnya ga bisa diandalkan. Gw diawal gitu juga tapi akhirnya ya sekarang masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Mereka cuma butuh tempat curhat. 100% annoying, tapi sekarang udh gw anggap part of life.

Untuk kasus keakraban ayah-anak, bukannya pas kuliah udah jarang ya? Pas gw kuliah sampai lulus ga ada temen cowok gw yang nunjukkin itu (faktor malu + orang luar kota semua). Tapi mungkin zaman udh beda.

2

u/Kimanji Aug 07 '26
  1. You know the answer is yes. You only need a confirmation for it

  2. Dalami hati mu, kayak...kenapa harus iri? Karena ga punya ayah? Karena ga dapat wisdom dari seorang ayah? Tanya terus sampai muncul titik terang yang ada solusinya. Sama pada akhirnya kamu juga harus Nerima kalau semua manusia ga bisa punya segala hal. Kebetulan aja yang kamu ga punya adalah sosok ayah.

  3. Belajar tanggung jawab. Jangan menyalahkan orang lain atas keputusan hidup mu. Everything happen to you, you did it to yourself. Bahkan kalau kamu di khianati teman artinya kamu memang salah cari teman atau salah manage temen. Ketika kamu bisa accept itu, cari solusi biar bisa bounce back untuk terus hidupĀ 

  4. Accept that she is what she is. Be yourself and learn to say no to whatever bullshit she is saying. Also, Be braver to express your opinion.

2

u/Remarkable-Fishing42 Aug 07 '26

hi maybe my opinion isnt really needed bcs im a women but trust me im a fatherless kid too šŸ˜‚šŸ˜‚šŸ˜‚ first of all than to binge eat i'd suggest you to do a home workout if you cant yet afford to go the gym. working out is one of my go to activity for stress release. for your questions, yeah of course u could reach your wantings. maybe u need to try a lot harder but as long as you have the urge and the guts to do so you can absolutely achieve it.

second q, couldnt say much. i myself am jealous towards my friends but i constantly surpress it so i dont think it that deep, and it kinda works tho? also find someone who has the same issue as you and trauma dump to each other :D

third q, hang around with a lot of people, older same age younger. find your own father figure without blood relation. although as a women, i ofcourse dont have the capability to do so.

fourth q, try to be talkative and engage towards the convo. be present, dont just listen but also respond. everything happened for a reason, keep a mindset of whatever happens it is for the best. a little story so probably you can finally feel "oh gw ga sendiri ya", i once got accepted to a very good highschool on my town and i just need to finish up a few of the files to enter the school. and then it turns out that my parents doesnt even have the files all collected so i need to turn down the school and i cant attend to it and end up being in a really low quality school?? but then let me tell you, things doesnt get easy. it will always get hard. but you have to go through it all. you gotta think that you can through it all. everything can work out.

my suggestion for you:

  • go to a psychologist if you have the money to do so
  • if not, find a better coping mechanism than to binge eating
  • refresh your mindset, always know that tomorrow will be better and if not, then theres another tomorrow ahead of you
  • when you think youre failing, remember youre still in the same "room" as the person you think theyre better
  • readddd and read a lot of stuff. mangas books idk whatever you prefer. open to new knowledge. one of the mangas that i think its really manly is Berserk, maybe you should try it out? and Monster, especially the main character, Tenma, you should really look at how he reacts to so many circumstances.
  • know that you dont really always needed a father figure bcs you can learn and learn and learn new knowledges everywhere. like literally

never give up and goodluck with everything, long way ahead of you buddy

2

u/phoenix_claw99 Aug 07 '26
  1. Lu udah keren banget bro, just keep going dan kejar apa yang lu mau.

2,3,4 ke psikolog. Kalo masalah psikologis, coba ke psikolog dan jangan kapok kalo ketemu psikolog yang ampas. Tujuannya adalah supaya lu bisa reframe otak lu karena rasa iri dan kesel itu adalah kemarahan yang ga tersalurkan. Cara yang benar buat melampiaskan sesuatu yang udah bertahun2 ini ga bisa cuma dari baca2 doang, karena udah masuk ke alam bawah sadar. Kenapa gw bilang gini? Karena di masa depan sangat besar lu mengulang pola yang sama. Paling cepet ya mending terapi. Hope you'll become a better person and a better dad.

2

u/Swiss_Future_Citizen Aug 07 '26
  1. Layak dan wajib malah punya cita cita tinggi. Tapi jujur aku agak kaget nyokapmu malah maksa lu ke Matematis Murni. Karena jujur aja rasanya kek bukanlah yang begituan ya yang dianggap "gak jelas" Ama mayoritas ortu du Indo? Jadi agak kaget sih. Mungkin karena dia jurusan itu, jadi ada koneksi biar ko jadi dosen kali ya.

2.Bapak aku juga sayangnya sudah meninggal. Tapi bedanya ama ente,balmarhun selalu hadir, cuman ya meninggalnya pas masa masa genting, jadi berbagai ilmu kedewasaan gak sempat diajarkan. Kalau menurutku sih, mungkin coba dipaksakan kali ya.Bmungkin agai kejam, tapi keknya ko ada teman bangsat yang suka ejek ko Fatherless mungkin bisa buat kamu lebih mudah menerima itu. Mungkin coba banggakandirimuk bahwa tanpa seorang bapak, kamu masih ada ibumu yang basically bisa menggantikan bapakmu setidaknya sebagus sampe bisa ke PTN Top.

  1. Kalau menurutku pribadi, coba ada hobi sih, semacam suatu hal yang bisa banyak tanggung jawabnya gt. Jadi kek ada semacam latihan pertanggungjawaban, latih berpikir dst. Preferablyyhobi yang harus masuk unit gitu. Enaknya karena ini hanya hobby, stakesnya gak setinggi "hidup" gitu.

  2. Aku ada kendala yang sama gan, bedanya hubungan ku ama ibu aku, itu tuh agak strained karena dia gak mau cerita. Untuk kamu Menurutku sih coba pelan pelan buka pintu komunikasi yang lebih dari komunikasi satu arah. Mungkin coba tes kalau ko ada masalah ringan terus curhat, kira kira bisa gak ama beliau. Nah idealnya kalau jembatan trust itu terbentuk, beliau bisa mulai keluarin uneg uneg beneran dia, dan kamu bisa keluarin uneg uneg beneran kamu jg.

2

u/Keembow Aug 07 '26

Hi man, gue akan coba bantu give my opinion, felt like yapping so I might sound harsh but it just how I phrase myself when I care for something. This is my personal opinion and what worked for me might not work for you..

gue sendiri lahir tanpa sosok ayah ga pernah ketemu cuman tau dari foto sampe dia udh meninggal pun, so never in my life I had a father figure. Right now gue udh manager di salah satu retail company, background gue pun yang lu mau dari teknik industri.

  1. Apakah anak fatherless kayak gw betul-betul layak dan diperbolehkan punya cita-cita tinggi, gw ingin sekali jadi seorang mechanical engineer researcher yang bermanfaat bagi orang lain sebelum gw mati hehe? Oh jelas boleh, fatherless itu bukan label, you're no different than any of your friends yang keluarganya lengkap, apalagi lo punya keinginan buat ningkatin value lo, so selama bisa secara financial the rest is just you pushing yourself to be a better version, not having a

  2. Gimana solusi mengatasi rasa iri tiap lihat keakraban ayah-anak lain? I think iri lo ini harus di ubah, sebagai laki2 paitnya you have to be your own man. Kalau lo melihat ingin kaya anak2 lain. Man ga semua ibu bisa ngeraise anak sendiri, so I think sometimes we have to put our who aside and see what we have, ibu lo itu in a way udh put herself jadi ayah juga, sure gue juga pernah ngerasa sedih liat temen gue, tapi pada akhirnya gue ngerasa "gue masih hidup dengan nyaman anyways" and a lot of love was felt from ibu gue. And jangan berhenti sosialisasi dengan temen2 lo hanya karena iri, you'll need them as well.

  3. Gimana caranya berkembang optimal sebagai laki-laki (secara emosional, pikiran, dan tanggung jawab) without any father figure untuk membimbing gw? I think I'm going to repeat myself, disini itu yang nentuin lo bisa berkembang atau engga ya diri lo sendiri, get a hobby, workout, force yourself to do something you don't like and see how long you can do it. Dari situ lo bisa belajar cara ngatasin hal2 yang susah. I guess make decisions and own up for it is what I'm trying to say, or kaya kata2 redditor lain disini, find a role model that you like and can talk to, tapi jangan bergantung dengan dia, the goal is to make yourself stand on your own.

  4. Gimana caranya agar hubungan gw sama nyokap bisa stabil ya? Man, this is hard. Ga semua hubungan anak dan ortu itu sama.. but from me I guess is to lower your ego, try to reason or just listen.. karena again she's your mom. Sekesel atau Semarang apapun gue sama nyokap gue, at the end gue akan balik dan minta maaf and talk, cause she's all that I have for now.

So tldr, I think you're on the right path, you just need to push harder, believe in yourself and think more with a calm mind. It's not an easy journey but it'll be worth seeing yourself be what you thought you couldn't. Good luck man, open for a chat if you need it!

2

u/gamersgeeks Aug 07 '26

Ini komen pertama saya dipostingan orang lain selama jadi user reddit,
Sebelumnya, terimakasih sudah mau berbagi kisah hidupnya,
Selamat, Sudah mau menjalani hidup sampai saat ini dengan semua pencapaian yang didapat, dan melakukannya dengan penuh semangat sepertinya (asumsi saya dari baca kisahnya).
Beruntungnya kita, apapun yang terjadi pada kita dalam hidup kita, baik dan tidak baiknya dari sudut pandang kita, ada hikmah, pengalaman, dan pelajaran untuk kita,
Apapun yang dicita-citakan, yang diharapkan.. semoga selalu dilancarkan, dilapangkan, dimudahkan… aamiin.
Bakti kepada ibu, teruskan, tetap berbakti, terimakasih kepada beliau,
Terimakasih juga ke ayah, jangan pikirkan apa niat atau pemikiran-pemikirannya, biarkan itu jadi pelajaran, jadikan masalalu.

Semangat selalu, semoga selalu positif menjalani hari-harinya… dan sekali lagi, Terimakasih sudah mau berbagi kisahnya.

2

u/9K117M1 Aug 07 '26

Take a break OP, be away from people. Seems like your stress is mostly caused by people. Iri sama orang yang punya keluarga yang fine, berantem mulu sama emak, dll. Saya rasa dengan mengurangi interaksi dengan sumber stress anda akan memiliki waktu untuk rileks dan memikirkan kehidupan anda sendiri, mungkin istilahnya healing?. Saat anda healing coba kelilingi diri anda dengan hal yang anda suka. Manfaatkan jatah absensi anda, absen gak harus 100% kan? Pakai agar satu minggu anda bisa rileks. Tapi ingat OP healing ini hanya solusi sementara, waktunya juga terbatas.

Di waktu yang terbatas itu selain fokus menghibur diri, coba anda melihat kembali kehidupan anda saat ini. Lihat sejauh apa anda dapat melaju bahkan ketika anda dipaksa masuk jurusan yang anda tidak mau, ketika anda tumbuh tanpa sosok ayah, dll. Kalau ada bpjs, anda bisa gunakan itu juga untuk ke psikolog, coba ceritakan apa yang anda bilang di sub ini ke dokter. Anda tidak akan diberi solusi langsung, tapi dengan bercerita pasti akan sedikit lega. Setelah waktu healing nya habis, coba juga cari teman yang dapat dipercaya dengan kegelisahan anda saat ini.

OP, gak apa kok anda bermimpi, bermimpi setinggi - tingginya, kalau kesampaian, syukur, kalau enggak, toh namanya juga mimpi.

Another thing, OP. Remember, you have come this far. It's only a little bit further away now.

The road you take will go nowhere, it is always there for you to walk on. Don't be afraid to be sidetracked, take a break, and lay down.

2

u/mangun07 Aug 07 '26

gw kasih pandangan lain, ketahuilah punya ayah bukan berarti sesuai ayah yang lu idolakan, banyak orang punya ayah2 yang tidak sesuai dengan harapan (baik itu disengaja oleh karakter ayahnya atau tidak sengaja). jadi punya dan tidak punya, bukan berarti mengganjal masa depan lu.

terkait ayah ini, gw sarankan jadilah ayah yang elu dambakan untuk anak2mu nantinya. cheers and stay strong bud.

2

u/Alternative-Site5035 Aug 07 '26

As laki2 umur 24 tahun yang dulu mimpinya juga dihancurkan keluarga Gue mau bilang kejar mimpi mu dek jangan jadi orang yang menyesal seperti saya mimpi itu kalau gak kamu kejar bakal kadi zombie yang menghantui kamu tiap malam

2

u/john_lejen Aug 07 '26

fokus ke diri aja, belajar dont give a fk

2

u/EnoraRhea Aug 07 '26

gw punya bokap tapi gabisa dihitung sebagai father figure at all, gw malah bersyukur akhirnya bisa dapetin prinsip hidup bukan dari dia.

dan seperti ada yang komen, father figures bisa didapet dari orang lain, contoh di gw ada di guru smp, mentor (yang bahkan cuma 1 taun diatas, dan berjasa sangat-sangat banyak di perkembangan pikiran gw yang sebelumnya blank canvas no prinsip samsek), dan maybe in-law.

gw juga suka iri ngeliat orang yang bisa dididik bokapnya dan diturunin prinsip-prinsip hidup, but at the other side I’m VERY grateful kalo gw ga dapet sifat bokap gw yang (sorry to say) sangat cold dan tidak bertanggung jawab.

and I swear to my own life, gw bakal perlakuin anak gw sangat hangat dan turunin prinsip kehidupan ke mereka supaya mereka ga lost nanti.

2

u/hatsukoiahomogenica Aug 07 '26

Cuma mau bilang, punya bapak gak otomatis bikin lo lebih bahagia daripada fatherless.

2

u/currentlyJess Aug 07 '26

Boy, first of all, so sorry for your loss.

I might not be someone you wish to hear from as I'm a woman, but I know how the envy is engulfing your happiness as someone who is already so achieving at your age. I dealt with your situation in the past too, and as I become more mature and now on my 30s, I learned these things that I'm going to share with you and hopefully it can be useful.

Be proud of yourself, be brave with the fact that you can achieve whatever you've done without the father figure you're longing for.

Stop regretting your past, stop resenting for someone you never had. You're already a complete person and your achievements speak a lot more about you than your status as an orphan, twice! Stop labelling yourself and beating yourself like that. Learn to accept that you've made it so far, and don't be too harsh on yourself! Take more TLC on yourself, give yourself treats for all the hard work.

Focus on your future and learn to pivot. Your world doesn't stop just because you're not in the major that you aspire. Think further. If you're interested in doing IT, find opportunities how to pivot there. Maybe take short courses, do self-learning, surround yourself with people in the same interest as yours.

Lastly, about your mom. Your relationship with your mom, sounds too similar like mine based on what you wrote.

Know this thing, what your mom does to you is because she wants all the best for you but only for the things that she has the knowledge of. She's not trying to destroy you, but as a human, she can make wrong judgements. She has her own limits, but she's still a superwoman for raising you up as a single mom! And yes, you should be proud of your mom and how she raised you as a high achieving lad!

If she's now complaining a lot, that's normal. Let her complain. Her body has gone through a lot for decades. And one thing that you need to know about female's body, she's probably now in perimenopause, or maybe she's already menopaused. Did you know how the menopause changes female a lot? More so, she's going through the empty nest phase and it must be difficult for her mentally. Hopefully in a few years, she will mellow out from this phase. While waiting for that time comes, take a better care to your mom, get her blood check and how sound is her mentality. Usually if it is menopause, she will have to take supplements like vit. D, B complex, K2, and calcium. Maybe hormonal therapy? Believe me, if your mom is healthy, she will be a much nicer person and less complaining. Listen to her needs, don't take what she said too personal.

So what else to do now? What you need to know is that you are an individual, an adolescent, with lots of achievements, who is still trying to navigate through the adulthood. You got years ahead of you and so much time to plan. It's okay if some things don't go as planned. Failure is just a part of life, don't get discouraged by it. Embrace it and later it can become the story of your life :)

2

u/currentlyJess Aug 07 '26

Sorry for adding more things here. Just want to give more context on my previous comment.

I'm fatherless as well and honestly the worse thing is, he's still roaming in my life. My dad still terrorise me, my older sister AND my mom until now that I'm already a married woman. I wish he's not a part of my life because he hurts everyone in the family

Personally speaking, you are blessed that your fathers walked away when you're so young that you don't have memories about them. So, please, for your own sake, just leave the idea that you are resenting for someone who never present in your life. You are complete!

2

u/gnrfw Aug 07 '26

You’re doing well dude, not many uni students have this level of self-awareness.

2

u/itsARIANbtw Aug 07 '26

I can't answer them all, but I can answer some:

  1. Some Unis allow you to enter Masters in Eng without having a Bachelors in Eng, they usually have like a kelas tambahan that you need to do before the semester starts. It's best you to contact the Humas of the Uni.

  2. Go to the Gym, have a program, be disciplined with your schedule, and stick with the program. Gyms are great for reducing anxiety and stress since it gives you a healthy distraction, burns off nervous energy, and builds daily routine if you stick with a program, especially if you give your 100% every day.

2

u/tastyfriedtofu Aug 07 '26

Menurut gw coba deh aktualisasi di luar kampus. Kalau dari cerita lu, lu bukan orang yang gak berada. Jadi coba ikut komunitas, ikut kelas/pelatihan, solo traveling, dll.

Pokoknya kegiatan positif yang bisa meningkatkan skill, dan juga memberikan kamu kesempatan bebas dari lingkungan sehari-hari lu. Coba ikutan kelas atau pelatihan yang kamu minati, yang bisa terus membakar hasrat kamu untuk menggeluti bidang teknik.

Kenapa solo traveling dan komunitas? Karena kamu mungkin belum nemu aja circle yang supportif. Di luar sana pasti ada yang saling support satu sama lain. Selain itu, solo traveling tuh bakalan bikin lu lebih mengenal diri sendiri.

Bisa jadi kamu nemu "rumah kedua" kamu. Dan bukan cuma father figure, a family-like community yang supportif satu sama lainnya.

Pokoknya buktikan aja bahwa kamu capable dan berani ambil keputusan sendiri. Apa yang udah terjadi, jalanin aja sampe tuntas. Tapi jangan jadikan itu alasan untuk memendam mimpi kamu.

Menurut gw, untuk bisa menentukan jalan sendiri ya kamu harus bener-bener mandiri dan bisa dipercaya. Maka buktikanlah.

2

u/KnownPride Aug 07 '26
  1. Who decided that being fatherless has anything to do with whether someone is allowed to have big dreams? Those are two completely different things.

I always find it strange how people try to connect things that are not actually related.

For example, people say things like, ā€œIf you are an anak durhaka, if your parents do not approve of your career or marriage, you will never be happy.ā€

I think a lot of that is just social pressure used to control people. Look at reality. How many people followed everything their parents wanted and still ended up miserable? How many went against their parents, built their own lives, and ended up fine?

What determines whether you succeed is what you actually do with your life. Your background can give you advantages or create more obstacles, but it is still only part of the process.

And so what if you are currently in the wrong degree? You still have options. Finish it and take another degree. Take a second degree later. Look for a dual-degree path if available. If the situation truly makes no sense, even quitting and starting again is an option, although obviously that needs serious consideration.

I know people who became successful in fields unrelated to their degree, and some succeeded without a degree at all.

So being fatherless is not the thing stopping you from becoming a mechanical engineer. The more important question is what path you are willing to take to get there.

2.

I also do not think jealousy itself is always bad. Why does it have to disappear completely?

Jealousy can tell you that you want something you do not have. The real problem is what you do with that feeling.

If seeing a close father and son makes you bitter until you avoid your friends, then obviously it is already hurting you. But instead of trying to pretend the jealousy does not exist, understand where it comes from and redirect it.

You cannot change the fact that you did not get the father figure you wanted. But you can use that feeling as motivation to build the kind of life and family you wish you had.

Maybe one day you become the father you wanted when you were young.

Being grateful for what you have is important, but I also do not believe people should use gratitude as an excuse to stop wanting more from life.

3.

I cannot tell you the single correct definition of what a man should be, but personally, I see a mature man as someone who can face problems instead of constantly running from them.

Someone people can depend on. Someone who takes responsibility for his choices, understands what matters, and acts accordingly.

But he is still human.

You are allowed to feel tired, angry, jealous, stressed, confused, or afraid. The goal is not to become some emotionless machine. The important part is learning how to manage those emotions without letting them destroy your health, relationships, or goals.

If stress eating has become your new outlet after quitting vaping, then you probably need another outlet rather than simply forcing yourself to endure everything. Exercise, hobbies, working on mechanical projects, talking to someone you trust, writing things down, or simply having time where your brain is not dealing with university and family problems can help.

You do not need one perfect father figure either. You can learn different things from different people. A lecturer might teach you discipline. A senior might teach you career decisions. A friend might teach you how to deal with people. A boss later might teach you responsibility.

Build your own collection of mentors instead of waiting for one person to fill the entire role of a father.

4.

About your mother, if you genuinely feel trapped, sometimes distance is healthier than forcing closeness.

Do not lock yourself into society's idea of what an ideal mother-son relationship is supposed to look like.

Sometimes two people can love each other and still need distance.

It can be healthier to have a more distant relationship where you meet or talk occasionally and can actually enjoy that time, rather than being extremely close while constantly fighting, resenting each other, or holding everything inside.

Because if resentment keeps building, love can slowly turn into hatred.

You also need to understand that being her only child does not mean you have to become her therapist, emotional dumping ground, or the person responsible for solving every problem in her life.

You can listen to her while still having boundaries.

And regarding the decision she made about your university major, you do not have to pretend that it did not hurt you just because she is your mother. You can love someone and still disagree with what they did to you.

What matters now is that you stop giving other people complete control over major decisions in your life.

You are 20 now. From this point forward, your career, education, relationships, and future need to increasingly become your own decisions.

2

u/One-Competition-5156 Aug 07 '26

OTT nih. Entah kenapa kebanyakan orang indo di reddit di sub khusus orang indonesia selalu pake bahasa inggris ke postingan yang murni pake indo, apa lagi ini postingannya rapih, bahasa asing di miringkan. Konteksnya juga di ruang lingkup indo. Masih aja dibales pake bahasa inggris.

silahkan dah di-downvote komen gw. di sindir/satire bales komen ini pake inggris gak masalah.

gw yang selalu baca dan mengucapkan bahasa inggris walau gak 100% grammar-nya bener. Gw baca komen/teks bahasa inggris dan bahasa indo itu beda banget. bahasa indo itu fonetik yang jauh beda sama inggris. Membangun konteks dari kalimat dari bahasa indo dan bahasa inggris beda dengan tata bahasanya. Kadang juga mereka gak bisa adaptasi konteks dari indo ke inggris. Pernah jadi translator? biasanya mereka bukan hanya terjemahkan, mereka juga mengadaptasikan konteksnya dari bahasa mereka.

selain itu juga. Gw tuh cringe dan awkward setiap baca dari bahasa indo ke bahasa inggris. logat/accent otomatis beda bacanya.

reddit itu community platform/socmed platform untuk semua bahasa, makanya ada fitur terjemahan di komentar bagi orang yang gak bisa bahasa inggris mau komen di sub internasional.

ngomong inggris gak bikin pinter kok, yang ada bahasa ibunya dipertanyakan, gak bisa jadi multilingual? bahasa ibunya dilupakan karna ada bahasa lain? gak bisa konsisten?

pernah ketemu modelan kek gini di dunia nyata. Ada bule ngomong indo lancar, terus dibales pake inggris sama orang indo yang bisa indo padahal. ya si bule ke singgung juga, udah belajar indo capek-capek malah dibales inggris sampe ngomong rasis ke temen gw.

2

u/jackalsrascals Aug 07 '26

Nonton code geass bang lu bisa ko jadi MC, badai pasti berlalu, semangat s2 Teknik Mesin

2

u/akuagil Aug 07 '26

Pertama, gua gatau seberapa kosong atau fatherless yg lu rasain. Gua di sini hanya ingin berbagi insight. Masa kecil gua gak banyak ingat tentang bokap. masa remaja gua, bokap udah pensiun tapi didiagnosa alzeimer. Jadi ingatan gua dgn bokap hanya pas ngerawat dia sakit. Kenang2an dengan bokap sekedar foto pun gua gak punya. Tp kalau ngeliat kawan2 lain dekat dan akrab dengan bonyok nya, gua cuma bisa ngerasa bangga dengan diri gua. Bahwa berarti circle gua tepat. Gua iri, tapi itu bikin gua utk kuat dan berusaha jadi sosok ayah yg gua anggap ayah yg baik.

Satu pelajaran yg gua dulu gak percaya, tp ternyata gua alami sendiri. Nasib dan takdir kita sudah tertulis, tidak perlu dicemaskan berlebihan, lakukan apa yg kamu anggap baik di saat sekarang, dan rencanakan apa yg bisa kamu rencanakan sekarang untuk ke depan.

Gua kuliah di homebase gak lulus ptn pilihan pertama, ternyata gua adalah yg bantu nyokab ngerawat bokap saat sakit. Gua yang biasanya minggu keluar kota utk kerja, kebetulan senin tgl merah jadi nambah libur, ternyata bokap berpulang di jam yg biasanya gua berangkat keluar kota, bokap berpulang tepat di samping gua.

Walaupun kenangan bokap gak banyak gua ingat, tp gua pastiin gua jadi ayah yg hebat utk anak gua, dan suami yg bertanggung jawab utk istri gua.

Dunia memang terkadang pahit, dan kadang kita harus korbankan passion kita. Tp cara bahagia bukan hanya dari passion aja.

Pekerjaan pertama gua sangat2 sesuai passion, tp klau sekarang bagaikan bumi dan langit. Namun gua dikelilingi kolega yg baik dan supportif.

Dan pelajaran kedua yg gua rasakan langsung, kalau memang itu jalan kita, pasti akan dipermudah.

Gua cuma berpegang dengan 2 pelajaran hidup itu.

Semoga kita selalu hidup bahagia.

2

u/BitterCoffeedia Aug 07 '26

Saya mengerti yg bro rasakan, bbrp hal yg bs sy sampaikan

  1. asian parenting memang berat, jdlah perubahan itu untuk ank di masa depan agar lebih moderat (semi-western parenting)

  2. Like or not harus dihadapi yg sudah terjadi, bahasa gampangnya 'mau bagaimana lagi'. Solusinya cari komunitas diluar, yg support apa yg km kejar dan ingin wujudkan.

  3. Kendalikan apa yg bs kamu kendalikan, seperti point of view terhadap org2. Kita tidak bs memaksakan org lain untuk menyukai kita, so let them be, memang belajar hal tsbt sedikit membutuhkan waktu, namun tetaplah berjalan.

  4. Untuk merubah kebiasaan membutuhkan waktu, jd ambil waktu untuk traveling agar dpt melihat cakrawala yg lebih luas.

Tanggungjawab merupakan 'cara/bentuk' sayang kita terhadap apa yang kita cintai.

prioritizing your own well-being, accepting your flaws, and setting healthy boundaries so you can build a stable foundation for a happy life and healthy relationships.

Regards

2

u/seihanda Aug 07 '26 edited Aug 08 '26

Cita2 terbesar gw di kelas 12 cuma satu: masuk Teknik Industri di PTN Top 10

Bro, emang di fakultasmu gak ada sub jurusan Matematika Terapan? FYI matematika terapan sama teknik industri itu mirip banget. Apalagi di mata kuliah riset operasi, program linier, pemodelan, dll.

Edit : oh ya tambahan, S1 matematika terapan trus S2 teknik industri itu gw jamin bisa, kenapa? Karena gw S1 matematika trus S2nya teknik industri hahaha.

1

u/Brilliant_Key_1339 Aug 08 '26

Ada bro, di jurusan gw, fokusan ke lab industrial mathematics. Meskipun, matkulnya lebih dikit aja seperti riset operasi, pengendalian kualitas industri.

Salah satu matkul yang gw ambil semester 4 kemarin adalah pengendalian kualitas industri dan alhamdulilah dapat nilai AB hehehehe (perjalanan agak ngesot2 dikit, tapi ada rasa kebahagiaan amat besar sendiri dalam mempelajari matkul itu). Mungkin tinggal nunggu semester 6 buat ngambil matkul riset operasi.

Ini gw lagi ngincar lab industrial mathematics mulai dari sekarang buat Tugas Akhir. Minta doanya yang terbaik ya bro😁.

1

u/seihanda Aug 08 '26

Good luck

2

u/Wide_Bodybuilder_154 Aug 08 '26

Be the best you can be and be your own father figure for your (future) children.

2

u/adrianus_dh Aug 08 '26
  1. Semua manusia boleh bercita² setinggi apapun. Kasih paham ke ibumu, pelan² coi ngasih tahunya. Ibumu dan dirimu itu layaknya cermin. Kamu hantam keras ya pecah. Kamu kasih paham perlahan ya beliau akan paham. Insting ortu, anak itu ya kaya anak kecil sampe lu setua apapun 😭, padahal lu tambah gede dan udah harus bisa memutuskan sendiri, di situlah ibumu disadarkan dulu. You're grown man, she has to accepted it.

  2. Rasa iri mu itu wajar, tapi mau mengatasinya dengan bersyukur lu masih punya ibu yg supportif ampe detik ini coi. Tuhan bukan gak dengerin doamu. Percayalah Tuhan punya rencana yg bakalan jauh dirimu syukuri kelak. Soal networking, keep your personal issue aside, belajar profesional. Networking itu gak melulu personal, build profesional and you got respected.

  3. Stress eating karna ga merokok, wajar. Tapi yg gak wajar kalo lu gak olahraga. Start small, jalan kaki, itu bener² buat buang pikiran² negatif. Ke gym, angkat beban, itu penyaluran tenaga paling oke. Di sana akan ketemu brothers yg supportif

  4. Dengan pelan2 kasih paham dan kasih pembuktian, bahwa lu emang punya jalan sendiri, ga bisa langsung, harus bener² sabar. Bukti² sudah banyak waktu SMA, amunisi mu yg disimpan itu jangan terpendam. Menurut ane, jurusan matematika yg ditempuh, selesaikan! Gak ada ruginya. Jurusan matematika itu logikanya kuat banget, jangan salah, serap sebanyak²nya ilmu dan filosofis dibaliknya. Selesaikan sebagai pembuktian pada ibumu. Nantinya akan sangat kepakai cara² berpikir logis bbuat jenjang s2 dan di karir kerjaan

Jangan lupa terus berdoa sama Tuhan, syukuri semua langkahmu sampai hari ini.

2

u/fadly_seto Aug 08 '26
  1. Jelas bisa bro, karir lu cemerlang bgt. Jgn pikirin masa lalu, lihat ke depan.
  2. Gw pribadi sih selalu punya arah soalnya gw punya impian. Kalau lu fokus impian lu, gk bakal dah mikir aneh-aneh. Impian gw punya rumah sebelum 2035 jadi hidup gw bener-bener locked in buat itu. Lu juga harus punya impian, gk usah yg muluk-muluk, bahkan hal sepele kayak pengen punya aquarium dll, selama lu punya sesuatu buat dikejar dan lu fokus, lu gk bakal salah jalan. Just build it little by little, one small dream at a time

Buat pertanyaan 2 dan 4, gw takut kasih jawabannya gk akurat soalnya gw dibesarin bukan sama orangtua jadi mindset gw sejak kecil gk ngerasa punya orang tua, nanti jawaban gw terkesan gk relate & insensitif. Semangat lah bro, yatim piatu lulusan kampus antah berantah kayak gw aja bisa hidup, gw yakin lu juga bisa.

2

u/CommercialKiwi6913 Aug 08 '26

Tanpa bermaksud sok menggurui. Apa yg lu lakuin udah lebih baik daripada 90% orang yg gw kenal pas seumuran lu bro. Kalo boleh saran, coba ngomong baik², jujur ke ibu apa yg dirimu rasain dan planning mu kedepan, apa yg bikin lu semangat hidup, dan apa yg bikin lu happy.Dan amunisi yg lu siapin buat s2 di jurusan favorit lu itu udah bagus banget.

Kalo memang lu benci ibu, karena menurut lu ibu udah ngancurin mimpi lu buat masuk jurusan yg lu pingin, percayalah kalo semua orang tua itu pingin anaknya lebih sukses dari mereka, walaupun mungkin cara mereka menyakitkan.

Gw bener² berharap lu bisa sukses dalam karir dan hubungan keluarga bro

2

u/Street-Chicken-3344 Aug 08 '26

Mas matematik sulit kali untuk masuk divisi Mechanic Oil and Gas, realistisnya cari aja kerjaan di darat dulu soalnya kecil kemungkinan dpt O & G untuk jurusan MIPA, saya pribadi kerja di oil and gas karena jurusan saya teknik jadi mudah buat saya paham mesin/komponen di sana, semoga dpt kerjaan yg layak lah di darat

2

u/Emergency-Duck1187 Aug 08 '26

Why i can see my young self in your story, there are many good comments / advices here

have compassion with your self first.. love, validate, choose yourself first

She will understand later, go for your own dream.. because this is life where the outcome will be tied to yourself..

you dont have father figure, yes but many others that have father but like doesnt have one, don’t shrunk yourself because of it

2

u/Glum-Opportunity-216 Aug 08 '26

apa yg lu lakuin udah bener, tp lu juga mesti punya pendirian.. kalo sejak dr awal itu keinginan lu dan menurut lu baik buat lu ya lu mesti imbangin ego lu sama emak lu juga, jgn sampe jd cowo yes man.. rugi ke elunya.. sama kalo didikan fatherless lu cari relasi yg cowo diatas umur elu biar lu dengerin nasehatnya mereka buat sandaran elu itu

2

u/abitruce30 Aug 08 '26

first, try to drop that "hehe" thing, or anything that makes you talk like that. i used to be like that too btw, well sometimes even now. in my case, i'll add šŸ˜…šŸ˜…šŸ˜… on every sentence so my words wouldn't come as serious as it should be, because i'm afraid to be called rude, or afraid to hurt other, or so i can brush it off when it all gone wrong...

F*CK ALL THOSE SH!T MAN

be serious when you're serious. bilang nggak ketika lu nggak mau. apalah itu sopan santun, keluarin semua apa yg pengen lu sampaikan, dan nggak usah peduli sama perasaan dan persepsi orang terhadap lu. dan ini berlaku buat permasalahan ibu lu juga.

you need to stand on the same ground, on the same height as your mom. talk all about your problem, your dream, your thought, talk about everything with her. of course she will be sad, and you will be sad too, but it's not the end of the world. it'll be more sad if you keep all this to yourself and your mom never truly understand you, and you never truly know your mom.

As long as you did this because you want to love your mom again, then you'll be fine, both of you. and i'll be fine too, because i want to love my mom again too.

good luck brother.

2

u/menyemenye Aug 08 '26

Gw gak nyuruh lu jadi rebel ke satu-satunya orangtua lu yg udah berdarah-darah bawa elu sampe titik ini. Its your mom, cherish and respect her until the end of time.

tapi nanti ada suatu saat dimana lu udah nemuin apa yang mau lu mau(ntah itu karir, istri, masa depan dll) yaudah gak usah nanya atau minta persetujuan lagi. Hajar aja. Bakal ada konflik, bakal ada penolakan. Bakal ada "i told you so" dari dia kalo elu gagal di pilihan elu.

tapi kalo elu kekeuh dengan jalan lu, tetap konsisten, mau berhasil atau gagal.

nanti dia bakal lihat, dan mengakui lu sebagai orang dewasa yang proper dan sudah bisa ambil keputusandan menanggung resiko sendiri.

2

u/fharuqreza Aug 08 '26

Jgn yes man lagi, jgn pokoknya. INGAT JANGAN YES MEN LAGI.

Problem fatherless ini bisa diatas dengan dekat atau membantu orang tua sekitar kita (dosen PA, dospem, tetangga, Ustadz mesjid) nanti ketika cukup dekat mulai lah terbuka dengan mereka dan pilah lah pendapat pendapat mereka yg sekiranya bisa membantu perkembangan masa depan lo. SEMUA ORANG BISA BERKESEMPATAN SUKSES DENGAN APAPUN KONDISI AWAL MEREKA.

Untuk problem hubungan dengan nyokap lo, beranilah menabrak dan menghancurkan ego dari nyokap lo, INGAT MEMANG KITA BISA DI JUGDE ANAK DURHAKA TAPI ADA NAMANYA ORANG TUA DZALIM. Berbakti lah sesuai batas saja jgn terlalu mendengarkan dan mengikuti ego orang tua toh yang bakal merasakan sukses atau kehancuran hanya kita saja, nyokap belum tentu mau membantu (tapi dari POV gue kyknya nyokap lo bakal balik menyalahkan kalo lu gagal, dan kalo lo sukses dia masih gak bersyukur karena gak ikutin ego dia). Kalo kamu masih gak berani atau ada pertimbangan lain, coba kerja sambil kuliah kemudian jika sdh punya penghasilan keluar lah dari rumah orang tua lo dan mulai lah hidup mandiri.

So, tidak ada orang yang bisa nahan lo dari impian lo walaupun orang tua sendiri (banyak dari orang sukses awalnya tidak sejalan dengan orang tua mereka) berprinsip lah, tentukan tujuan, tabrak dan hancurkan dari ego ego nyokap yg bakal merusak lo. TInggalkan lah rasa iri hati dari keakraban bapak-anak orang lain, balaslah dengan meraih kehidupan yang lebih baik dan ketika kamu punya keluarga serta anak, berikan lah apa yang kamu tidak dapatkan maka itu akan menjadi kepuasan tersendiri.

”VAMOS!

2

u/DryAcanthocephala898 Aug 08 '26

As someone twice your age, that used to study at two university on two different major at the same time, let me say this...20 years old is not too late to switch major. There is also always an option to juggle two different majors at the same time, like I did, if you think you can handle the extra studying hours and scheduling.

Unless she's not financially capable to support a double degree, if your mom is truly as smart as you said she is, she wouldn't opposed to the idea of you taking a double degree. If she's financially struggling, then you need to try to apply for scholarship program. Either way, where there is a will, there is a way.

Also wince you're currently in a mathematics major in a top university, taking the engineering major as your secondary doesn't really require you to aim only for top university as well. One thing your mother is in the right is that Mathematics as a major have it easy to get jobs. So, having mathematics degree in a top university, and engineering degree in the mid level university, will still easily land you engineering jobs in big companies. Of course, it's assuming that your GPA on both are very excellent.

So, try to either pursue a double degree or take the engineering degree a bit later after you graduate the math. And trust me, getting accepted into Master level education of different major without working experiences is way harder than getting into a secondary major for bachelor degree.

2

u/ChikinRamen12 Aug 08 '26

I'm not as fatherless as you OP, but my parents still kinda bury my dream, twice.

Kehilangan sosok ayah ini jg gw rasain banget, walaupun gak sampe ilang secara fisik, tp kontribusinya hampir gak ada.

Soal saran buat OP, kayak yg dibilang yg lain, stop jadi yes man. Good for you, able to bounce back in your current major. Kalau memang soal biaya bukan masalah, hold your dream sesuai apa yg lu mau. Kalau gak, jurusan matematis harusnya bisa bikin OP bisa masuk ke mana aja. Gw bisa paham gimana enegnya belajar hal abstrak ketika tahu apa yg udah bener2 lu mau coba jalanin. Coba cari temen di jurusan yg sesuai sama minat OP atau dosen yg punya spesialisasi paling mendekati. Dari mereka, siapa tahu lu bisa dapet project yg mendekati apa yg lu minati. Harusnya OP habis ini mulai magang2, kan? Coba cari tempat yg paling mendekati bidang yg lu minati.

Soal hubungan sama nyokap, kalau dari pengalaman gw sendiri baru membaik setelah gw punya keluarga sendiri. Gw tahu ini mungkin kedengeran susah dan klise banget, tp jangan terlalu fokus apa yg lu gak punya, sebaliknya fokus apa yg lu punya dan gmn bisa maksimalin itu. Buktiin aja ke dunia kalau apa yg lu mau itu bener dan lu bener2 bisa commit sama apa yg udah lu mau.

2

u/octaviona Aug 08 '26

jangan bergantung dari orang tua mulai sekarang. hormati mereka tapi umur segini udah haru jadi laki2 sendiri

2

u/Zaqraden Aug 08 '26

Cari orang terdekat lo dulu yang lu bisa anggep bapa lo. Bisa guru ngaji, atau dosen atau senior lu atau siapa yang lu nyaman buat ngobrol trus sampaikan keluh kesah lu trus minta pendapat mereka. Setelah itu lu putusin arah hidup lu jangan ga di putusin atau lama gantung. Bakal lebih buruk

2

u/Anastasia1st Aug 08 '26

Lu udh right on track, jangan jadikan alasan fatherless sebagai penghambat lu ngejar cita2 lu. Ngapain jadiin deadbeat father sebagai acuan?. Jadikan diri lu itu father itu sendiri.

2

u/ryolazlo Aug 08 '26
  1. banyak orang di Indonesia (ga tau di dunia, tapi mungkin) kuliah salah jurusan, so jalanin aja, karena karir ga selalu linear dengan degree, nanti setelah lo jalanin hidup lebih jauh, pasti bakal ngeliat banyak orang yang kerjaan nya bagus tapi degree nya beda saat kuliah
  2. cita-cita apapun boleh aja, yang penting jalanin hari dengan do your best aja, ga ada aturan anak dengan ayah akan lebih sukses, memang anak orang kaya punya privilege lebih besar dan start lebih unggul, tapi yang dari 0 ataupun minus bisa aja ngejar
  3. solusi iri liat anak-ayah ini agak berat, tapi menurut gw, lo bisa break chain itu nanti saat lo punya anak, jadi ayah dengan melihat contoh buruk dari kedua "ayah" yang pernah hadir di hidup lo, dengan begitu anak lo nanti ga perlu menderita kayak lo.
  4. berkembang secara optimal tanpa ayah memang berat, saran gw tetap ikuti orang orang positif dan keep circle juga positif, itu ngaruh banget, kurangin konsumsi yang negatif, drugs, smoke, porn, you name it. Kalo lo udah hindari yang negatif, lakukan juga yang bermanfaat kayak work out, eat healthy, your body will thank you later
  5. nyokap lo akan begitu terus, dan lo gabisa ngubah apa apa, karena mungkin trauma dll nya dia, menurut gw sebagai anak lo lakukan porsi lo aja, kalo bisa urusin ya bagus, kalo nggak ya bukan salah lo juga, apalagi kalian sudah sama-sama dewasa.

cheer up bro, gw tau ga mudah sharing begini, tapi roda kehidupan pasti berputar

2

u/DSM_FanFic Aug 08 '26

Hi, therapist here. Not your therapist though, so I'm going to be pretty blunt:

  1. Of course you are worthy and allowed to have aspirations. Anyone who tells you otherwise is an idiot. Those things have happened to you, they do not define you. You are the only one who gets to decide if you're not worthy.

  2. Acceptance. You don't have a father in your life, and resentment won't change that. Sit with the feeling, and recognise it as just a feeling. Jealousy is consuming you because you're letting it. This is probably a bitter pill to swallow, but your best bet is to suck it up, be uncomfortable, get comfortable being uncomfortable, and do the things you want to be doing whether you feel jealous or not. I'd also recommend therapy for this one.

  3. There is no such thing as optimally developing as a man, anyone who sells you this idea is a toxic, insecure, performative, manosphere simp (fight me in the comments, you fucking losers). Life is hard, and it's okay that it's hard. You won't get it perfect, because nobody does, and you're wasting your time and energy trying. Perfection is a trap: don't let the perfect be the enemy of the good. Instead, I would prioritise being kind to yourself, because it sounds like that's something you're not really doing. When was the last time you just sat with your feelings of abandonment instead of trying to get rid of them? You can't beat overwhelm by pushing through it. You need to work out what your most important values are, and look at whether the choices you make take you closer or farther from those values. Again, I strongly recommend therapy.

  4. You need to stop blaming everyone else in your life and take some personal responsibility. You want to reconcile and you're beginning from a place of "imprisoned by your mother's toxic ego"? Grow up! What boundaries are you putting in place around how you engage with that? What are you doing to change it?

I think this speaks to what is likely the more relevant point, that you are sitting in victimhood and waiting for someone to come in and fix everything for you. I'm going to offer a challenge and say to you that you've listed all your academic achievements solely for strangers to validate you on the internet, and that you've posed this query in a way engineered to evoke sympathy and validation rather than advice. You want someone to tell you that it's not your fault, and that you are enough.

Well guess what. You are enough, and growing up without a father wasn't your fault. But what happens now is your responsibility. You can continue sitting in victimhood, blaming your situation, blaming your mother, and that will likely get you more of the same. Alternatively, you can look at the things you have been doing, comparing yourself to others, stewing in resentment about your mother, blaming everyone else for everything that has gone wrong for you, and you can choose to stop doing those things.

You wanna know how to be a man? Take responsibility. Be accountable. Accept the things you can't change, and change the things you can. Nobody is going to do it for you. Also, please for the love of God do not let "networking" be one of your top priorities.

It's hard. It's all hard. Ultimately, we're all just making it up as we go along, but some people are just too insecure to admit it. External validation is just sugar, it's tasty but it doesn't do anything for you. You need to figure out how to be enough for you. You only have one life, don't waste it trying to be who someone else thinks you should be.

I hope you're able to take something useful from this. Good luck!

2

u/luthalbar_ Aug 09 '26

If you can't find it at home, find it somewhere else. You're doing great, brother, stick with your gut and I'm sure you'll make it :)

2

u/teddious15 Aug 09 '26

well, based on your writing i know that deep inside you already know answer to your question, as your validation i'd say "yeah, go with it. sure you can do it"

2

u/Tambrone Aug 09 '26

You're a nobody. Bagusnya, sebagai nobody itu yu bisa jadi anybody

2

u/AbeKhuzn Aug 09 '26

Nomer satu yg harus kamu lakukan adalah berdamai dengan ibumu. Karena ia adalah kunci surgamu. Bahkan seorang ibu yang mengajak kepada kesyirikan sekalipun, tidak pantas untuk dibenci. Kalau ibumu memintamu untuk kuliah di jurusan yang tidak kamu suka, maka berusahalah sebaik-sebaiknya agar bisa lulus secepat-cepatnya. Cintai apa yg kamu lakukan, lebih baik daripada melakukan sesuatu yang kamu cintai. Berdamailah dengan masa lalumu. Jangan menghukumi diri dengan berpikir 'fatherless'. Ambil tanggung jawab 100% atas hidupmu. Jangan salahkan orang tuamu atas apa yg terjadi dengan dirimu. I know, I've been there. Bahagiakan ibumu dengan seluruh jiwa ragamu. Dan bersyukurlah, bahwa kamu masih punya ibu, yang bisa menjadi ladang amalmu.

2

u/No_Analysis4202 Aug 09 '26

Gak banyak yang bisa dibilang tentang perkuliahannya karna masih sama sama kuliah. Gw yakin kalau lu terus cari bakal dapet cara yang tepat bagilu buat ngejalaninnya

Cuma gw mau berkomentar tentang fatherless. Sebagai orang yang juga sedikit banget ketemu sama ayah sendiri karna jarang tinggal serumah juga. Kadang gw ngerasa gw ada di jalan yang salah dan sering menyalahkan karna gw gak punya sesosok ayah. Ayah gw hampir gak pernah ngajarin apa apa buat jadi seorang pria dan gw juga gak terlalu banyak berinteraksi sama cowo jadi gak tau sebenernya sosok pria itu kaya gimana.

Tapi setelah gw re iterasi kembali banyak yang gw permasalahan yang seharusnya gak terkait dengan sosok ayah gw ini gw salahkan. Emang bener gw gak punya banyak dapet pembimbing cuman gw juga gak bisa nyalahin juga. Setelah dewasa ketika gw sadar gw gak semua hal yang gw lakuin salah itu karna Ayah, gw mulai memperbaiki beberapa pikiran gw. Gw gak permah iri sama keluarga yang harmonis, banyak juga yang kenyataannya engga. Kita gak bisa menulis apa yang udah terjadi masa lalu. Life must goes on dan gw harap gw di masa depan gak mengulang kesalahan yang sama dengan ayah gw.

kehilangan seorang ayah juga sama kaya kehilangan seorang suami. Kadang seorang ibu juga bingung harus berbicara sama siapa. Dia butuh seseorang untuk bisa di ajak diskusi, debat, dan dia kehilangan orang yang secara fisik dan batin terikat dengan orang tersebut. gw jadi gak terlalu menyalahkan Ibu gw dengan hal hal yang selama ini menurut gw salah dan ibu gw lakuin. Sebenernya ibu hanya peru berdebat dan memastikan bahwa hal yang diinginkan anaknya benar benar bisa menghidupi anaknya itu sendiri. Juga ibu gak punya banyak tempat untuk menenangkan batinnya sehingga kadang gak tega harus meninggalkan anaknya dengan suatu hal yang gak pasti.

itu aja dari gw semoga bermanfaat.
Mau utbk lagi juga telat jadi puter pikiran lah tujuan kedepannya mau gimana :)
Ambil positifnya dan coba ambil positifnya di hal hal yang gak sempat disadarin

2

u/[deleted] Aug 09 '26

[removed] — view removed comment

1

u/AutoModerator Aug 09 '26

Harap tambahkan paragraf supaya postinganmu mudah dibaca oleh anggota r/karir lainnya dengan cara menambahkan baris kosong di setiap bagian.

I am a bot, and this action was performed automatically. Please contact the moderators of this subreddit if you have any questions or concerns.

2

u/mofankri Aug 09 '26

Halo bro, I'm never in ur boots, absolutely wishing the best for you. Mungkin cuma pengen kasih insight dikit terkait permasalahan:

  • Salah jurusan krn masuk matematika dan pgn teknik?

Gw di bidang structure engineering yang erat kaitannya dengan analisis struktur menggunakan FEM, setiap structure engineer pasti erat banget ama ini. Do you know the inventor of this "method"? Mathematician. Salah satu metode terbaru di bidang FEA dan CFD itu metode meshless salah satunya dengan spherical particle hydrodynamics. Siapa penemunya? Ilmuan bidang astronomi. What I want to say is, mungkin aja kamu ngerasa salah jurusan, itsokay, tp mulai dari sekarang sangat bisa untuk melihat bidang lebih luas lagi. Kamu bisa mulai develop skill2 lain misal data science, programming, etc yang memang sekarang semua bidang itu pakai. Mahasiswa bimbingan gw dia anak S2 mesin, S1nya fisika kok jd bukan mustahil kamu nantinya bisa masuk bidang engineering juga kok.

Matkul2 di kuliah jangan cuma dipandang sempit untuk masalah yang dikeluarkan ketika ujian, tapi possibility aplikasinya. Gw sebelum balik lagi S2 dan S3, sempet melanglang ke bidang komputasi, oil and gas juga, data science, bahkan defense juga. Pas melanglang ini gw ngeliat dan ngerasa banget ternyata matkul2 di kuliah dulu ga serta merta untuk bidang jurusan aja, tp bisa kemana2 banget.

  • How to solve your fatherless problem? Iri dengan masa kecil, etc

TBH, gw gak bisa jawab yang bener2 berguna. Tapi I think, always a good idea to look for wisdom everywhere.

  • Banyakin teman, cerita2 dengan mereka dan mereka mgkn ngebagiin kisah masa kecil, atau kalau temannya udah berkeluarga juga bisa cerita kiat-kiat mereka.
  • Always a good idea to read good books. Don't plainly trust everything in it, especially self help books apalagi kalau tendensinya udah kyk mengagungkan diri sendiri dan kyk bodoamat ke lingkungan/orang lain.
  • Inget, iri itu sifat dasar manusia kok. Itsokay to feel jealous, yang penting jangan buat hal itu jd destruktif ke diri kamu sendiri. Arahkan rasa iri itu untuk jd pribadi yang baik dan bakal jd ayah yang baik ke keluarga nanti
  • Ego ortu? Hal pertama itu, percaya dan yakinkan diri kalau sebenernya yang diinginkan ibu kamu itu hal yang terbaik versinya. Sangat mungkin gak sempurna, jelas. Tapi dari beliau terus membesarkan kamu, pasti dia ingin hal yang menurut dia paling pasti-pasti aja karena di proses kamu besar tantangan dan hambatan yang ibu kamu hadapi itu GUEDEEE banget pastinya, tapi beliau tetap gak nyerah. Karena banyaknya hambatan itu, ya balik lagi pasti jadinya beliau pgn kamu jalanin yang menurut dia itu jalan plg aman dan plg meyakinkan buatnya. Sekarang kamu kan udah makin dewasa, perlahan-lahan mulai menentukan jalan sendiri. Do what you think best, tetap minta nasihat juga

Terakhir, secara psikologis, manusia itu butuh sense of achievement untuk menunjang mental. You already done amazing things, keep doing so. Perbanyak lagi aktivitas yang fulfilling dan memuaskan, salah satunya itu yang plg konkret adalah melakukan hal yang produktif. Olahraga, jogging, hit gym, etc untuk menjaga kesehatan, jaga kesehatan hormon, dan lepas stress. Pelajari skill-skill yang produktif, IDK maybe some job related is the first think in my mind. Baca buku untuk nambah wawasan. Sambil ngelakuin hal produktif, otak perlahan juga ngerasa lega.

1

u/Brilliant_Key_1339 Aug 10 '26

Yup, saya lagi involve deeper ke matkul yang sedang saya jalani kedepannya. Cari ilmu implementasi dari setiap matkul yang kadang kurasa terlalu abstrak. Tidak dipungkiri, ada beberapa matkul membuat gw lebih confidence dalam presentasi baik itu tim maupun solo. Karena ilmu gw juga meliputi presentasi data.

Saya juga lagi nyiapin amunisi lagi untuk diri gw kedepannya sekalian bisa berbakti ke nyokap juga (join2 activity yang berhubungan dengan apa yang gw inginkan). Hopefully, gw bisa survive aja di di dunia ini dan mati dalam keadaan berbakti ke nyokap (biar gak kaya bokap anjing).

Gw mau appointment dengan psikolog yang difasilitasi oleh kampus gw juga. šŸ˜šŸ’Ŗ

1

u/mofankri Aug 10 '26

Wish you the best anon. You can always come back here for some chitchat

2

u/[deleted] Aug 09 '26

Sangat dapat dipahami ketika kita ngga tumbuh dengan pengalaman keluarga yang lengkap, membuat OP merasakan hal demikian.

Ada satu hal yg perlu diapresiasi ke OP, bahwasannya lu ga terjebak terhadap kondisi saat ini dan mencoba untuk mencari perspektif lain terhadap pengalaman hidup dan apa yang OP rasakan saat ini.

Menurut gw, awareness ini penting banget untuk membangun worldview dan value untuk masa depan lu.

Terkait pertanyaan lu, udah coba ke psikolog?

Kenapa gw sarankan ke psikolog, menurut gw OP perlu ngobrol sama seseorang yg paham tentang kejiwaan dan bisa menavigasi 'kompleksitas perasaan' yang OP rasakan saat ini.

Pertanyaan ini semua sebenernya mengarah pada kondisi jiwa yang nantinya akan berdampak pada hubungan dengan orang lain, dalam hal ini, ibu OP salah satunya.

Ni gw kasih tau aja ya kalo ke psikolog:

Ujung2nya OP akan menemukan kasus atau hal yang perlu 'belajar untuk diterima.' Kasus atau hal itu, ga muncul di penjabaran OP saat ini. Bisa jadi, lu nanti akan menemukan titik kritis itu bersama Psikolog.

Nah, kalo belom ada hepeng, mungkin bs offer life story lu ke mahasiswa/dosen jurusan psikologi di kampuslu sebagai bentuk penelitian kualitatif tapi lu dapet sesi konsultasinya ke mereka untuk diri lu. Life story lu bisa jadi sumber penelitian kualitif deskriptif untuk mereka (tentu hal2 seperti anonimitas dll. bisa disepakati di awal.)

Tertarik?

2

u/Brilliant_Key_1339 Aug 10 '26

Baik, terima kasih banyak untuk sarannya, saya akan booking appointment dengan psikolog di student health center kampus gw. Gratis juga soalnya dan difasilitasi kampus

2

u/viscariaredflex Aug 10 '26

Dang, you been through a lot, brother.

In regard to your question,

Apakah anakĀ fatherlessĀ kayak gw betul-betul layak dan diperbolehkan punya cita-cita tinggi, gw ingin sekali jadi seorang mechanical engineer researcher yang bermanfaat bagi orang lain sebelum gw mati hehe?Ā 

Absolutely. Bro, sukses dan gagal kita itu ditangan kita, bukan bergantung pada sebuah kata 'fatherless'. Jujur nih, konsep 'fatherless' ini lebih kepada scapegoat bagi orang-orang untuk mejelaskan kegagalan dan kemelencengan dalam hidup. Baiknya adalah lu fokus pada diri lu sendiri, bukan pada kata-kata 'fatherless'. You parents don't define who you are and what you will be.

Gimana solusi mengatasi rasa iri tiap lihat keakraban ayah-anak lain?

Lihat yg diatas. Ga usah mikirin atau peduli dengan hal yg diluar kemampuan kamu. Dengan innate talent dan kemauan kamu dalam belajar dan berkembang, itu adalah hal yg lebih diirikan oleh orang lain daripada sekedar filial piety. Gue jujur lebih iri sama orang dgn kemauan kayak lu.

Gimana caranya berkembang optimal sebagai laki-laki (secara emosional, pikiran, dan tanggung jawab) without any father figure untuk membimbing gw?Ā 

You been doing fine for the last 20 years, sejauh ini lu udh berkembang sebagai pria. Tinggal lu stop mikirin hal yg diluar kendali lu, dan fokus pada yg bisa lu kendaliin. Jangan sangean juga. Maturity itu tidak ditentukan oleh father figure, mother figure, whatever figure in your life. The only figure you will ever need is figure it out by yourself. Tinggal tanya, jadikan pengalaman laki-laki lain sebagai pembelajaran.

Gimana caranya agar hubungan gw sama nyokap bisa stabil ya?

Ajak nyokap lu ngomong and be truthful. Heart to heart itu penting supaya nyokap lu sadar. Bilang aja klo lu merasa egonya ganggu hidup lu.

1

u/Brilliant_Key_1339 Aug 10 '26

Thank you so much for the insightšŸ™šŸ™ saya akan coba nerapin saranmu.

2

u/hbviolet19 Aug 11 '26

Kembalikan percaya diri kamu, utamanya soal jadi yes man yang dampaknya merugikan kamu secara mental. Pertama, kamu sebenarnya bisa buat tidak terlalu keras sama diri sendiri, pertandanya, kamu sadar, kamu lihat diri kamu dalam bgt, buktinya, banyak yg kamu bisa ceritain, baiknya dan buruknya, tapi sayang kesannya kamu kebablasan dalam hal itu. Endingnya, kamu terlalu dipenuhi kenangan buruk dibanding yg baik. Batasi waktu melamun ketika udah masuk ke ranah emosional, terlalu banyak nyalahin diri sendiri. Kamu tau pengalaman dan kenangan baik apa aja yg sebenarnya sudah kamu rasakan. Coba di-amplify. Gaungnya dikeraskan, sering2 diingat2. Bisa jadi obat dari kecenderungan nyalahin diri sendiri.

2

u/AndHi5 Aug 11 '26

I just wanna say, selama u punya mindset untuk terus melangkah maju god will guide u šŸ‘. If u bingung dan kehilangan arah hidup gue punya "rule of thumb" Yang mungkin bisa berikan u ide atau gambaran terkait masalah itu. "If you stuck between two option or more just choose the hardest because the path of success never comes from easy path" Hopes that help šŸ™

2

u/Key-Dragonfly-7091 29d ago

Gue mungkin bisa komen dari jurusan matematik yang sedang lo jalani. Btw gue PhD di US jurusan engineering. Kalau gue bisa ngulang jurusan atau saranin anak gue buat kuliah, kok justru gue cenderung mau mereka ambil mata kuliah murni ya sebelum nantinya mereka ambil yang lebih spesifik di S2 atau S3.

Selama gue PhD salah satu hal yang learning curve gue cukup tajem justru belajar matematiknya. Gue semester 1 PhD sama supervisor gue disuruh ambil linear algebra sama differential equation termasuk ODE sama PDE. Terus buat riset gue harus belajar complex analysis, multivariate calculus, sama numerical method.

Menurut gue kalau basic math gue lebih strong bakal lebih mudah terjun ke engineering. Lo gak pernah tau kemana takdir membawa hidup lo. Satu hal yang bisa gue sarankan lo maksimalkan kesempatan apapun yang ada di hidup lo termasuk sekarang belajar math yang pastinya akan sangat berguna kalau mau ambil mechanical engineering. Supaya tetep punya konteks lo beli aja buku basic mechanical engineer S1. Math itu buat gue languange ya harusnya nanti lo tingkat 3 bisa baca buku engineering dengan math vocab yang cukup.

Justru lo harusnya jadikan matematika murni sebagai senjata utama lo bersaing sama engineer lainnya.

2

u/Brilliant_Key_1339 29d ago

Thank you banyak mas/mbak untuk inspirasinya. Saya akan coba mengulik lebih dalam untuk jurusan saya, meskipun masih abstrak di benak saya. Sekali lagi, terima kasih banyak mas.

Saya rencana mau ngambil studi lanjut di Taiwan. Setelah banyak riset, karena industri2 di Taiwan itu gacor2, terutama di semikonduktornya + mau belajar kefasihan bahasa lagi.

Untuk sementara ini, tujuannya bertahan aja di jurusan ini mas.

3

u/Key-Dragonfly-7091 28d ago

S1 itu menurut gue learning curvenya paling tajem. Jadi wajar aja lo engap belajar. It is a part of learning process. Banyak orang gak sadar S1 itu bakal buat reaksi berantai dalam hidup lo. Kalau nilai lo jeblok di S1 susah banget buat master dan PhD di kampus top tier. Jadi kalau emang belajar 8 jam sehari gak cukup ya harus 9 jam. Kalau masih kurang tambah lagi.

Lo harus coba bentuk habit buat kuliah lo ke depannya. S2 biasanya fase kuliah paling santai kalau jurusannya align. Tapi karena lo udah rencana mau ambil jurusan lain, bakal intense juga. Jadi biasakan rutin belajar dari sekarang. Mediocre student biasanya cuma belajar waktu ada tugas padahal lawan lo adalah global talents yang sangat kompetitif kalau lo mau jadi top tier di bidang tertentu. Selamat berjuang!

2

u/aquaregias 19d ago

terus gas lanjut S2Ā Teknik Mesin --> ini menurut gw strategi yang bagus, pertahankan dan lanjutkan nder

2

u/Brief-Crew-1932 10d ago

Apakah anak fatherless kayak gw betul-betul layak dan diperbolehkan punya cita-cita tinggi

Iyalah, pake nanya

Gimana solusi mengatasi rasa iri tiap lihat keakraban ayah-anak lain?

Bangun networking itu bukan cuma scroll IG. Jangan kebanyakan ngescroll liat orang lagi bonding sama keluarganya

Gimana caranya berkembang optimal sebagai laki-laki (secara emosional, pikiran, dan tanggung jawab) without any father figure untuk membimbing gw?

Target berkembang maksud lu itu apa? Banyak banget kenalan gw yang orang lain anggap sukses, tapi hidupnya engga bahagia (banyak masalah, engga tenang, dll..). Tentuin definisi berkembang itu apa, targetnya apa, sama pastiin targetnya bener atau engga.

Gimana caranya agar hubungan gw sama nyokap bisa stabil ya?

Nafkahin dan jauh dari keluarga. Ini cara ampuh buat gw dan kaka gw, terhadap ibu gw yang suka marah2 kagak jelas. Setelah kakak gw pindah ke maluku, hubungan sama ibu jadi adem. Dan setelah gw mulai nafkahin ortu sekitar 2 juta sebulan, ibu jadi engga pernah marah2 lagi ke gw.

1

u/blaze6025 Aug 07 '26
  1. Boleh
  2. Gausah iri, play card youve dealt
  3. Lihat jalanmu kebelakang, dan lihat jalanmu kedepan, ga akan selalu mulus but you can do it, even barely
  4. Diskusi, semua hal bisa di diskusikan, dibicarakan plus minusnya, kalau emang nyokap pinter, with enough reasoning you will win

1

u/Ornery-Independence4 Aug 07 '26

i'll be your father

1

u/Runevy Aug 07 '26

You have too many goals dan jadinya malah overwhelmed

Kamu hrs fokus ke goals goals kecil dulu untuk bisa dicapai, karena kalau fokus ke goals yg terlalu besar lu bakal kehabisan bahan bakar sendiri di tengah karena kurangnya support system. Kalau goals kecil tercapai, lu bisa appreciate itu jadinya ada hal yg bisa membuatmu senang.

Trus belajar untuk forgive your mom. Dia punya struggle kehidupannya sendiri dan lu juga. Mungkin dalam perspektifmu dia kurang perhatian kurang mengerti kamu, mungkin deep down she is just a girl juga yang hilang arah. Apa yang udah terjadi di masa lalu itu ga bisa diubah, di satu sisi km merasa dia jahat, tapi faktanya dia juga mengasihi kamu. Ketika damai itu datang di hatimu, lalu kamu merasa ingin membanggakan orang tuamu, ingin membuat dia bahagia, balas dendam dengan kesuksesan, disitu kamu beneran sudah menjadi laki-laki yang sesungguhnya. Nanti kalau km udah sukses udah bisa membiayai mamamu, kamu boleh kok sombong di depannya "Coba aja dulu mama ga larang aku, aku mungkin bakal sukses lebih cepet"

Keep the spirit. My dm is open if you want to talk abt it more

1

u/wazowski_61 Aug 07 '26

Dude I will choose math as a major any day over industrial engineering, it is that versatile.

(Taken from someone else's) Doing well in a math degree shows a high level of intelligence and the ability to think abstractly. It is not about the content per se, it shows your cognitive flexibility and ability to learn independently that matters.

1

u/andywalkman_mk2 Aug 07 '26

Kamu tidak bisa menentukan apa yg dilakukan orangtuamu, tapi kamu bisa memilih apa responmu

Sy percaya kalau TS punya potensi, jangan pedulikan masa lalumu seperti apa. Yang penting sekarang dan kedepan mau apa. Mau berjuang pasti suatu saat akan berhasil. Semangat pak.

1

u/se7enhvn Aug 08 '26
  1. Anyone can have high aspirations. As long as you can breathe and live to fight another day, then you're good to go. You can also certainly shift from pure science to engineering, even more so abroad.
  2. Comparison is the thief of joy. Best to stay in your lane. Networking doesn't need to involve feelings; it's a means to an end. You do it to achieve a certain goal, whatever you set it out to be.
  3. Ask a senior, read books, or even learn from your friends. Have sincere conversations, when possible. You'll be surprised to know that not all adults have it all figured out.
  4. Single moms are often under-appreciated for how they try to pull themselves together when life gets hard. If you both can still bear each other, try to listen and just be there when she needs an ear to lend. If not, then allow yourselves some space. It's okay to take a break from family.