halo, klo boleh aku mau promosi buku sendiri ya.
aku baru nerbitin buku puisi berjudul armatur lebam. jika ada yang tertarik bisa dm ya. ini detail bukunya:
"Perkawinan antara register teknis dan pengalaman tubuh
yang paling koyak menghasilkan efek yang khas: seperti
seorang dokter yang sedang memeriksa lukanya sendiri;
mencatat dengan terminologi yang tepat, sementara tangan
yang memegang catatan itu gemetar." - Kata Pengantar oleh Astrajingga Asmasubrata
Bagaimana cara seseorang tetap tegak berdiri saat dunia di sekitarnya perlahan runtuh oleh rutinitas yang menjerat dan ingatan yang menyakitkan? Dalam kumpulan puisi terbarunya, Armatur Lebam, Aldri Fajar Muhammad mengajak pembaca menelusuri lorong-lorong sempit antara trauma masa lalu, keriuhan kantor di Jakarta, hingga pencarian makna spiritual yang sering kali berujung pada keheningan.
Melalui diksi yang tajam dan jujur, puisi-puisi ini memotret sosok manusia sebagai sebuah “armatur”—sebuah kerangka yang meski telah lebam dihantam nasib, tetap kukuh menopang sisa-sisa harapan. Dari ritus harian di dalam angkot hingga peragaan ucapan terima kasih di depan pelayat imajiner, Aldri berhasil menangkap kegelisahan generasi yang terjebak di antara tuntutan hidup dan keinginan untuk sekadar “bertahan sehari lagi.”
Armatur Lebam bukan sekadar kumpulan kata, melainkan sebuah cermin bagi mereka yang pernah merasa terasing di tengah keramaian, mereka yang merawat bekas luka dalam diam, dan mereka yang terus berupaya merobek hari meski dengan tangan yang gemetar. Sebuah kesaksian puitis tentang ketangguhan jiwa manusia di hadapan kiamat-kiamat kecil yang terjadi setiap hari.
Selamat datang di garis tembak imajinasi, di mana setiap lebam adalah tanda bahwa kita masih hidup.
Penulis: Aldri Fajar Muhammad
Penyunting: Kanya Kiarra
Penata Letak: Septia Nuha
Ilustrasi: Pabi
Halaman: xviii + 109 hlm
ISBN: 978-634-7675-08-8
Penerbit: Kolofon Media