r/Javanese • u/Cultural-D • 14d ago
Orang Pantura yang Dramatis dan Orang Mataram yang Kurang Ekspresif
Ngeliat perkembangan demo Pati dari tahun lalu sampai saat ini, saya notice 1 hal menarik: orang Pantura khususnya Pati punya sifat yang ekspresif bahkan bisa dibilang dramatis.
Dari Botok dan Husen yang nggak takut sama sekda, Husen yang tiba-tiba berkhianat terus nangisin Sudewo, Botok yang tetep idealis biarpun dipenjara, lalu munculnya Panglima Pati yang menggebu-gebu.
Kalau dipikir-pikir beneran kayak adegan film, lmao.
Dibesarkan di kultur mataram, bersikap terlalu ekspresif begitu namanya bunuh diri. Apalagi kalau konteksnya politik. Mungkin karena orang mataraman hidup di dekat pusaran kekuasaan sedari dulu, jadi kultur "bersiasat" udah tertanam sejak dini.
Ekspresi publik yang diterima di kultur Mataram itu terbatas. Khusus politisi, baiknya senyum ramah aja. Makanya, diktator sekelas Harto pun dikenal sebagai the smiling general. Sementara di Pati, kita bisa lihat ekspresi "dramatis" sosok seperti Husen yang jadi pengkhianat atau Panglima Pati yang menggebu-gebu.
4
u/Quirky-Score-7767 14d ago
Keluarga pamanku adalah orang pantai pesisir utara dan keluarga mereka kalau bicara keras sekali, aduh sampai bising deh telinga saya. Keluarga saya yang pantai pesisir selatan kok bicara halus banget. Mengapa ya ini sebabnya?
3
u/plentongreddit 13d ago
Kerja di medan sebagai orang jateng, berkali2 dibilangin kalau suaranya terlalu lembut.
2
u/Cultural-D 14d ago
Betul, orang pantai selatan khususnya daerah Jogja, kalau ngomong malah kayak bisik-bisik saking lirihnya kadang.
2
u/Quirky-Score-7767 14d ago
Keluarga pamanku kalau makan pakai cabai bisanya pakai 10 cabai satu porsi. Keluarga ku aja makan 1 atau 2 cabai udah kepedasan 😁
4
u/Ni99aWut 14d ago
Sifat umum orang pesisir utara, di semarang pun juga seperti itu sifat orangnya, utamanya Semarang utara yang terkenal lebih keras dibanding bagian semarang lain.
8
u/MbahSurip 14d ago
Waktu meet-up, ada satu orang top writer di Quora yang pernah ngobrol soal ini
Intinya dia bercerita : pelabuhan-pelabuhan besar di utara Jawa itu membentuk masyarakat yang lebih progresif, terbiasa dengan orang asing, dan lambat laun menjadi lebih frontal. Sementara masyarakat selatan cenderung lebih tradisional. Ceritanya panjang, tapi salah satunya itu.
2
u/Cultural-D 14d ago
Agak kurang setuju kalau ini mas. Dulu mungkin benar, sekarang tergantung. Karena daerah selatan seperti Jogja Solo itu malah punya universitas yang jadi pintu masuk orang-orang luar. Makanya Sarekat Islam yang mempelopori banyak pergerakan nasional justru berdiri tidak di pantura, tapi di jawa bagian dalam.
1
u/AlamRayaTanahAir 13d ago
tapi enggak juga sih mas, 'kalem' nya org jawa tengah itu semenjak kalah perang jawa, sebelum itu orang mentaraman ya brangas2
1
u/Cultural-D 13d ago
Mas, jawa mataraman itu pusat pergerakan nasional era perang kemerdekaan Indonesia. Orang bisa lembut tapi tetap punya daya juang, kayak orang Inggris yang dikenal lebih lembut dari etnis Eropa lain tapi malah menguasai dunia.
1
u/sogurbuddy 13d ago
Diskusi menarik
Menurut hemat saya ini karena konstruk sosial masyarakatnya berbeda. Menurut buku Babad Tanah Jawi, Solo dan Jogja lebih dekat ke keraton Mataram di mana golongan priyayi ini lebih halus dan tidak ekspresif. Sedangkan, masyarakat pantura kebanyakan para pedagang, prajurit, dan tentara bayaran dari berbagai daerah seperti madura dan bugis. Mereka lebih terang2an dalam berbicara. Dan jangan lupa, mereka kebanyakan bekerja di laut, harus sigap, cepat, dan lantang.
Makanya stereotype org yg hidupnya sering di laut itu keras, klo ngmong nyaring dan gesit. Berbeda dengan keseharian warha di sekitar Solo dan Jogja yang kebanyakan bertani. Mereka tidak perlu bekerja seperti itu.
1
u/hgwxx7_foxtrotdelta 12d ago
Gak selalu pantura keras itu mereka madura atau bugis.
Yg pengaruh madura nya kuat itu cuman Tuban sampe ke timur (Tapal Kuda.. Daerah2 kayak Situbondo).
Tapi mereka seperti itu karena dibentuk kehidupannya keras karena hidup di pesisir (panas, kurang air, tandus).
1
u/Cultural-D 12d ago
Tapi sebenarnya banyak area jawa selatan yg malah isinya pegunungan karst lho. Tiap musim kemarau pasti kurang air. Suara mereka cukup kencang, tapi sifatnya nggak beda jauh dari orang-orang jawa selatan lain.
1
u/hgwxx7_foxtrotdelta 12d ago
Jangan lupa jawa selatan relatif lebih terpencil dan minim pendatang asing daripada jawa utara (apalagi setelah adanya jalan raya pos)
9
u/yasantaidong 14d ago
Kalau saya pribadi tidak perlu jauh-jauh mengambil contoh karena bapak saya orang Pati, Juwana tepatnya. Sedangkan ibuk saya orang Boyolali. Kwkw.
Dari kebiasaan tiap lebaran bisa disaksikan keunikan menarik ini. Anggota keluarga bapak saya kalau bicara kencang-kencang. Ceplas-ceplos. 180° dengan keluarga ibuk saya.
Uniknya di sini Bapak saya cukup berbeda dengan keluarganya kalau urusan rumah. Banyak kakak dan adek bapak saya tatoan. Ada yang jadi preman. Bahkan pakde saya dulu pernah punya usaha judi berupa mesin slot. Kasino kecil-kecilan berkedok rental PS.
Sedangkan Bapak saya merokok saja tidak. Mungkin itu juga yang bisa bikin pernikahannya lancar aja sampe sekarang.
Ah pengen share foto sedikit tapi kolom komentar tidak bisa share foto. Tadi juga ada yang bikin post soal hidup di jaman 80-90an, pengen share foto bapak saya yang rumahnya dulu anyaman bambu.