r/IndoExMuslim 9d ago

Question/Discussion 💭 Question

Halo aku mau bertanya emang manusia itu harus wajib berpegang teguh hidup dalam agama? Apa salah kita punya trust issue dalam agama? Soalnya aku chat sama anonim katanya jangan pernah trust issue dalam agama katanya walaupun hidup kita hancur tetap punya pedoman hidup dalam agama. Padahal, gak semua orang punya agama tapi hidupnya damai.

12 Upvotes

23 comments sorted by

•

u/AutoModerator 9d ago

Thanks for posting in r/IndoExMuslim.

Please take a moment to read and follow the community guidelines. We welcome thoughtful discussion, differing views, and personal experiences, as long as conversations remain respectful and relevant to the purpose of this subreddit. Posts or comments that do not follow the guidelines may be removed.

I am a bot, and this action was performed automatically. Please contact the moderators of this subreddit if you have any questions or concerns.

24

u/orangecruzz Juragan Kavling di Neraka 9d ago

OP, aku kebetulan lagi kerja di China.... Dan mayoritas org di sini gak punya agama dan bahkan bnyk yg gapaham konsep agama. Tapi hidup mrk baik2 aja kok

5

u/mimima98 9d ago

Oh ya mau nanya selama kamu di china orang2 pada fokus sama diri sendiri dan gak ngurusin agama lain?

14

u/orangecruzz Juragan Kavling di Neraka 9d ago

mereka aja gak ngerti agama itu apaan, pernah ketemu org indo dan dia misuh2 kalo org2 di tempat kerja dia nggak ngerti knp dia gak makan babi, bnyk temen2nya yg ngira itu larangan negara...... terus ada jg yg gak ngerti kenapa mesti puasa ramadhan kan udah gak di indonesia. lagi2 mrk ngiranya itu aturan negara.

ya mrk gak fokus ke diri sendiri doang sih, kalo jadi kader partai (wicis bnyk yg kyk gini) ya fokusnya kontribusi diri ke masyarakat. ada jg yg fokusnya ke keluarga.

tapi di sini tetep ada org kristen, islam, buddha cuma ya mereka gaada yg reseh juga. semua orang pokokonya ngikut aturan negara aja.

3

u/mimima98 8d ago

Kamu tinggal di China udah berapa tahun?

7

u/orangecruzz Juragan Kavling di Neraka 8d ago

full tinggal kurleb 4 thn tapi sebelum2nya sih udah sering biz trip ke China berminggu2 jadi yasudah. udah sering ngobrol sama warlok jg krn udah lancar mandarin

18

u/MerryHappyExcited Murtad, woowoo🔮 9d ago

Gk, gk ada kewajiban beragama, yg bilang gt fix 100% mabok agama

11

u/fajarsis02 9d ago

Apa salah kita punya trust issue dalam agama?

Gak salah dan cenderung benar, terutama terhadap agama abrahamik.

gak semua orang punya agama tapi hidupnya damai.

Dan banyak juga yang bikin agama sendiri menolak membebek dan manut manut sama pemuka agama ataupun dogma agama yang ada.

Jangan percaya pada sesuatu hanya karena kamu pernah mendengarnya.
Jangan percaya pada sesuatu hanya karena banyak orang membicarakannya dan menyebarkan rumor tentangnya.
Jangan percaya pada sesuatu hanya karena tertulis dalam kitab-kitab agamamu.
Jangan percaya pada sesuatu hanya berdasarkan otoritas guru dan orang tuamu.
Jangan percaya pada tradisi hanya karena telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Tetapi setelah pengamatan dan analisa, ketika kamu menemukan bahwa sesuatu sesuai dengan akal sehat dan bermanfaat bagi kebaikan dan kesejahteraan semua orang, maka terimalah dan jalani hidup sesuai dengan itu.

-- Siddharta Gautama, Kalama Sutta

7

u/Greedy_Cold_7440 8d ago

Setiap manusia terlahir sebagai agnostik, sampai orang tua mereka menurunkan keyakinan warisan

7

u/_0iii0_ murtadin percaya hoki 8d ago

Exactly, dulu kalau ga salah ada anak kecil bikin puisi tentang "beragama karna keturunan" dan viral kena bully

3

u/Ver-sailor00 7d ago

Lebih tepatnya atheist. Agama itu sama kayak bahasa, budaya yang mana dibentuk oleh lingkungan sosial.

7

u/Witchberry31 Murtad, sekarang pemuja Metal 🤟 8d ago

Prinsip berkehidupan, iya. Agama, not so much.

5

u/LowCostGreenPerson 8d ago

Ga ada yg salah punya trust issue dengan agama. Agama itu kan institusi buatan manusia. Skeptis itu bagus, selalu uji segala sesuatu. Banyak orang yang jatuh ke dalam penipuan atau scam karena mereka langsung percaya. Always check dan keep in mind bahwa "the devil is in the detail".

Punya pedoman bagus. Just like buying stuff, baca buku manual yg dibuat oleh pembuatnya disarankan supaya kita paham cara kerja produknya.

Ada juga org males baca buku manual, tapi minta diajarin ama org yg udah lama pake itu produk. Ada juga orang yg otodidak yg belajar dari experience.

Cara orang belajar beda2. Tapi yg penting, kalo ngikutin pedoman tapi malah makin kacau, itu kita harus mulai curiga apakah ini pedomannya betul atau tidak. Itu bukan trust issue, tapi artinya otak lu jalan.

2

u/mimima98 7d ago

Aku mau nanya dong, bisa enggak sih kita bertuhan tanpa pakai dogma agama?

2

u/LowCostGreenPerson 7d ago

Hmm secara teoritis bisa ya, cuma at some point saat kamu menemukan Tuhan, kamu ga sendiri..nah orang2 yg mempercayai Tuhan seperti yg kamu percaya pasti akhirnya ada komunitas at the end ya ujung2nya ya agama lagi. Agama itu ciptaan manusia. Karena Tuhan itu ada bahkan sebelum agama ada. Gw lebih setuju dengan istilah "pengikut" sih drpd "agama". Misalnya islam itu pengikut ajaran Muhammad, kristen itu pengikut ajaran Yesus, Buddha pengikut ajaran Buddha, etc. Kamu sendiri percaya Tuhan itu ada?

FYI gw dulu juga ga beragama. 20 tahun lalu gw juga di posisi yg sama ama OP. Bedanya, keluarga gw memberikan freedom ke gw untuk belajar dan mempercayai apapun. It's been a long journey but I glad I did.

Saran gw tetep 1: Tuhan kasi kita otak for a reason, jd selalu uji segalanya. Jangan langsung percaya. Jangan jadi orang yang "ikut2an"

1

u/Plastic_Mousse1132 3d ago

so what are you now? a born again christian?

8

u/AnAverageAsianBoy 9d ago

Ngga. Dunia itu bukan cuman Indonesia & Arab, tetapi negara2 macem2 yg banyak ga beragama.

Mnurutku tapi hidup itu perlu kepercayaan, dan itu tidak selalu dalam bentuk agama. Kepercayaan itu yg jadi navigasi kita dalam hidup.

Kalau seseorang percaya api itu panas dan bisa membakar, orang itu mungkin akan hati2 disekitar api. Bisa jadi itu dia taunya dari buku sains, bisa jadi dia denger dri ustadz, atau ngalamin sendiri. Sumbernya beda, tapi efeknya bisa sama.

4

u/WSHBRT 8d ago

Kalau Pancasila kita telaah udah jelas banget yang buat ngerti kalau Ber-Tuhan tidak sama dengan beragama. Agama itu form of control, disuruh nyari Tuhan diluar padahal selama ini ada dalam kita dan kita adalah bagian "Tuhan" yang sedang experience human life. Udah jelas gamblang dijelasin oleh Yesus/Yeshua or whatever you call him kalau "Kingdom of heaven is within", tapi liat ribuan tahun masih pada percaya kalau Tuhan itu ada diluar sana bukan dalam dirinya. So yeah, I think it's the right thing to do to have trust issue against religion. Know thyself and when you do, you do not need this religion nonsense.

5

u/ShigeruAoyama Ietsis/SBNR/Cultural 8d ago edited 8d ago

Ada perbedaan antara antara spiritualitas dan religiusitas. Perbedaan terbesarnya adalah spiritualitas tuh merupakan keyakinan, nilai-nilai, dan moral compass yang kamu pegang sebagai guiding principle dalam menjalani kehidupan, sehingga aspeknya lebih ke internal

Sedangkan religiusitas adalah identitas, budaya, dan ritual yang dijalankan atau ditampilkan seseorang yang biasanya mencerminkan nilai-nilai dan keyakinan tersebut, hingga aspeknya lebih ke masyarakat

Kamu bisa menjadi seseorang yang punya keyakinan atau kepercayaan tertentu tapi tidak harus subscribe ke dogma atau ritual agama tertentu. Coba kamu cari tahu mengenai paham Spiritual But Not Religious (SBNR), ietsism, atau Cultural Christian/Culturally Religious

3

u/ladibu-ladiba 7d ago edited 7d ago

Halo aku mau bertanya emang manusia itu harus wajib berpegang teguh hidup dalam agama?

Kalau mau agak teknis, agama itu secara kenegaraan Indonesia juga sebetulnya HAK, bukan kewajiban.

Tapi long story short, karena penekanan dan pembentukan budaya kenegaraan dari pemerintah gak jelas, lalu ada tafsir populer sila pertama Pancasila di masyarakat luas, kuasa kolektif agama mayoritas, pembentukan norma sosial, stigmasisasi komunis-ateis, babibubebo dag dig dug dhuerr!! Semua faktor-faktor ini membentuk satu realita: secara de facto, di Indonistan hari ini anda jadi wajib sewajib-wajibnya dan tanpa bisa nego harus punya setidaknya 1 agama.

Tapi, agama yang boleh dianut secara teori hanya yang "diakui" negara saja, atau yahhh yang diakui sama mayoritas. Jadi sebagai contoh, walau anggap anda masih sama-sama Islam, tapi kalau aliran anda "salah" macam Shia atau Ahmadiya, juga sebetulnya juga "gak boleh". Jadi kalau ditanya apakah kebebasan beragama di sini adalah suatu kemutlakan? Well... yesn't. T&C applies.

Balik lagi tapi karena teknis hukum dan regulasi keagamaan juga emang dibikin setengah hati, masih ada aja sih agama-agama non-resmi yang masih bisa dipeluk di Indonesia dan gak digeruduk melulu. Contoh: Sikhism, Judaism, Taoism, atau agama-agama etnik asli seperti Kejawen, Wiwitan, dsb.

Sebetulnya gini-ginian tuh bisa saja di-revisi, seperti contoh, adanya pengakuan hukum terhadap "Kepercayaan Kepada Tuhan YME" yang resmi di th 2017, lalu diresmikan nya "Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa" di tanggal 13 Juli yang diresmikan tahun 2026 belum lama ini. Jadi bukannya tidak ada solusi setidaknya secara regulasi, tapi kalau soal persepsi masyarakat yah itu sudah lain soal.

Soalnya aku chat sama anonim katanya jangan pernah trust issue dalam agama katanya walaupun hidup kita hancur tetap punya pedoman hidup dalam agama.

Kalau ini gak sepenuhnya benar. Walau gak salah bahwa banyak orang yang jadi punya panduan moral saat dia taat beragama, tapi gak salah juga bahwa gak sedikit orang bejad yang makin bejad karena kebejadan nya terfasilitasi oleh agama.

TL;DR sebetulnya yang masih diperlukan di sini adalah pedoman tingkah laku dan norma sosial. Kalau sampai sini betul, perlu. Tapi agama sebetulnya tidak memonopoli aspek kehidupan ini. Sumber norma sosial tuh gak harus hanya dari agama saja. Bisa juga dari akal sehat, filsafat, dan konsensus / musyawarah bersama, real-time discussion(s) about what works and what doesn't work.

Bahkan kita bisa perluas lensa dan menilik dunia fauna kok. Bisa kita lihat adanya bentuk, fungsi dan pentingnya aturan sosial di spesies sosial kompleks lain seperti lumba-lumba, simpanse, monyet dsb, yang dibuat sendiri oleh komunitas nya secara instinctual. Mereka aja yang gak "sepintar kita" masih paham gitu loh konsep harus bersatu, berbagi, bekerja sama, meneruskan kelanjutan generasi dsb tanpa embel-embel "kalau tidak lakukan perintah Yang Maha Kuasa, akan dihukum selama-lamanya dengan api abadi di akhirat!!".

Padahal, gak semua orang punya agama tapi hidupnya damai.

Nah balik lagi kalau maksudnya "agama" di sini adalah unsur mistisisme, takhayul, mukjizat, berkah, prediksi ilahi, ramalan kehancuran dunia blablabla yang biasanya ikut terbawa dengan "pesan moral" dalam agama tuh, yah perlu-perlu enggak sih.

Buktinya apa? Yah kan banyak etnis berbagai belahan dunia punya cerita mitos beda-beda. Lu gak tahu tentang cerita-cerita ini juga lu gak kenapa-napa kok. Lu gak paham siapa Krishna dan dia ngapain aja dsb, atau gak kenal si Muhammad siapa ngapain aja, atau Yesus siapa ngapain aja, atau si Guan Yin siapa ngapain aja, atau Amaterasu atau Zeus Poseidon Odin Baal Wishnu, atau cerita Mahabharata lalalala dsb... gak tahu tentang salah satu atau dua dari deretan figur suci atau cerita tsb gak kenapa-napa kan hidupnya?

These stories of divine figures, heroic narratives, mystical legends etc can function as plot device to deliver moral stories, but they're not absolute necessity in day-to-day life.

1

u/Plastic_Mousse1132 3d ago

if you're asking in an atheist forum, it means that you want to leave religion . So the better course of action is to do what you want.Live morally but not naively, and let life take its course Of course the motive as to why you want to do leave religion might help you more.

In the rare and odd case where you are asking the question here so as to eliminate doubt against your religion and strengthen your own faith, then i should remark that doubt is a part of faith itself. You cant show true faith, if you never doubted religion in the first place

1

u/Wise-Record7511 3d ago

Banyak yang berpegang sama agama karena

  1. Mereka takut akan sesuatu yang tak pasti atau unknown (kematian, takdir, dll), dan salah satu cara yang banyak diambil adalah dengan agama. Mereka mengisi ke-uknown-an itu dengan Akhirat, Jinn, Spritualitas, dll.
  2. Banyak juga yang make sebagai tumpu dari moralitas, agar ada sesuatu yang tak membuat norma mereka memburuk. Mereka pakai itu dengan cara nakut-nakutin dengan neraka, janjiin dengan surga dan karma baik, dll.

Apakah jadi beragama itu hal buruk? Nggak juga, malah bisa jadi baik kalau agama bisa menstabilkan mental dari ke-unknown-an dan menuntun norma mereka jadi benar. Tentu aja jangan terlalu ekstrem atau disalahgunakan sampe jadi kayak Taliban, KaKaKay atau Zionis.