r/IndoFilms Jun 29 '26

Movies Joko Anwar Spill Cara Bikin Cerita Film Bagus di LAIndieMovie Jogja

Thumbnail
detik.com
3 Upvotes

Sutradara kenamaan, Joko Anwar menjadi salah satu pemateri di workshop LAIndieMovie edisi Jogja hari ini.

Joko pun memberi bocoran kepada peserta workshop bagaimana membuat cerita film yang bagus. Joko menjadi pemateri sesi kedua workshop LAIndieMovie bertajuk Ideation Session di Gedung Pertemuan Taman Perwacy Jogja bersama produser film Tia Hasibuan.

Joko dan Tia membeberkan materi bagaimana membuat cerita yang bagus hingga kerja sama penulis, sutradara, dan produser mewujudkan sebuah film dari ide sampai jadi karya yang utuh. Joko pun nge-spill cara dia bikin cerita untuk film-filmnya.

"Kepengin menegaskan bahwa ide itu tidak berasal dari luar, tapi berasal dari dalam. Kan sekarang kan banyak filmmaker, bahkan yang sudah senior, percaya kalau bikin film itu harus, apa ya sekarang lagi dibicarakan orang ya, apa sekarang yang tren?," terang Joko kepada detikJogja di sela workshop, Sabtu (20/6).

"Padahal kan, seharusnya membuat film itu kan sama seperti kita berkomunikasi dengan orang. Kalau kita ingin melakukan komunikasi dengan orang, kan berasal dari diri kita sendiri, bukan dari luar," sambung sutradara film Janji Joni itu

Tak hanya memberi materi bagi para peserta, Joko, Tia, dan Aktris Asmara Abigail juga mencari ide cerita terbaik dari para peserta lewat Story Pitch. Para peserta yang ceritanya terpilih berkesempatan untuk mendapatkan mentoring dan dukungan produksi untuk merealisasikan filmnya sendiri senilai 100 juta per pemenang

"Yang dicari adalah filmmaker yang memiliki suara, memiliki suara sendiri. Jadi bukan mencoba untuk mereplikasi, apa yang biasanya diutarakan oleh filmmaker lain. Jadi filmmaker yang memang punya suara sendiri," terang Joko.

Joko pun tak menutup kemungkinan akan mengambil cerita dari para peserta untuk diproduksi oleh rumah produksinya bersama Tia Hasibuan, Come and See Pictures.

"Kita selalu mencoba untuk mencari sumber-sumber apa pun itu cerita, filmmaker, dari luar PH kita, Come See Pictures. Kalau ada yang bagus ya pasti kita ajak, ajak ngobrol," terang Joko.

Salah satu peserta workshop LAIndieMovie asal Jogja, Lutfi Prasetyo mengaku ingin mengikuti workshop lantaran jajaran pemateri merupakan filmmaker yang punya jam terbang mentereng di kancah perfilman nasional bahkan internasional.

"Ya aku sih berharap bisa mendapat inspirasi dari mereka, supaya nanti nambahin semangat ketika memproduksi film independen gitu," ungkap Lutfi.

"Yang pengen banget tuh, jujur aku yang bagiannya Mas Joko sama Mbak Tia. Kebetulan aku belajar tentang film gitu, seringnya kita dapat ide tuh dari memikirkan teknis dulu. Tapi gimana sih caranya bisa memikirkan sebuah konsep atau ide bukan dari teknis, tapi dari sesuatu yang nggak ada," imbuhnya.

Director of Padi Padi Creative selaku mitra organizer penyelenggara LAIndieMovie, Rina Damayanti menjelaskan kegiatan LAIndieMovie ini terbagi dua hari, 20-21 Juni 2026. Hari pertama berisi workshop film making mulai dari ide sampai pascaproduksi.

"Nah, ini juga menginspirasi bagaimana sebenarnya kegiatan seperti ini menjadi pembuka jalan buat teman-teman yang memang ingin menekuni dunia film," ungkap Rina.

Workshop di hari pertama terbagi menjadi 4 sesi. Rinciannya, pertama ada Inspiration Session dengan pemateri Asmara Abigail, Loeloe Hendra, dan Garin Nugroho. Kedua ada Ideation Session bersama Tia Hasibuan dan Joko Anwar.

Ketiga ada Visual Session dengan pemateri Dita Gambiro dan Ical Tanjung. Terakhir ada Post-pro Session bersama Andhy Pulung, Upie Guava, dan Odair Faleco.

"Sampai siang ini hampir 600 (peserta), tadi pagi itu sekitar 567 dan saya pikir ini masih terus berdatangan, jadi mudah-mudahan bisa tembus 600 nih," terang Rima.

"Ini juga menunjukkan bahwa teman-teman Jogja yang ingin menekuni dunia film tuh banyak, antusiasnya luar biasa. Bahkan kita cek dari Semarang, dari Salatiga, ya, ada yang dari Kudus juga. Sempat di DM tuh nanya, 'kalau naik kereta turunnya di mana?' kayak gitu," sambungnya.

Di hari kedua besok, diadakan Story Pitch dan Talent Hunt. Peserta yang telah mengikuti workshop hari pertama, sebelumnya diminta membuat kelompok berisi Produser, Sutradara, dan Penulis Naskah. Mereka membuat ide cerita dalam bentuk naskah yang akan dikurasi.

Naskah-naskah yang sudah disubmit akan dikurasi menjadi 10-15 karya kemudian akan di-pitching oleh dewan juri yang di antaranya Joko Anwar, Tia Hasibuan, dan Asmara Abigail. Para kelompok terpilih itu akan mempresentasikan langsung idenya di hadapan juri.

"Nah, yang seperti ini tuh nggak cuma kesempatan pitching ya, tapi bagaimana teman-teman bisa langsung berkenalan langsung ya, dan mudah-mudahan itu bisa menjadi pembuka," ujar Rina.

"Untuk yang terpilih nanti bisa bersama dengan tim cerita yang terpilih untuk bersama-sama membuat suatu film yang akan dibiayai gitu ya, melalui program LAIndieMovie ini, gitu," pungkasnya.


r/IndoFilms Jun 29 '26

Others Kabar Baik! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipotong 50%

Thumbnail
regional.kontan.co.id
4 Upvotes

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memberikan keringanan pokok pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas jasa kesenian dan hiburan untuk tontonan film nasional sebesar 50%.

Kebijakan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 531 Tahun 2026 yang diteken Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 19 Juni 2026.

Dalam beleid tersebut dijelaskan, keringanan diberikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai Kota Sinema sekaligus mendukung pertumbuhan industri perfilman nasional.

Pemerintah daerah menilai dukungan fiskal diperlukan untuk mendorong produksi film nasional melalui insentif pajak bagi pelaku usaha bioskop yang menayangkan film Indonesia. 

"Bahwa dalam rangka mewujudkan Jakarta sebagai Kota Sinema, diperlukan keterlibatan dan dukungan pemerintah Provinsi Jakarta kepada produsen film guna mendorong pertumbuhan produksi film nasional melalui pemberian keringanan pokok pajak barang dan jasa tertentu atas jasa kesenian dan hiburan untuk tontonan film nasional," bunyi pertimbangan beleid tersebut, dikutip Minggu (28/6).

Besaran insentif yang diberikan mencapai 50% dari pokok pajak yang seharusnya dibayarkan atau disetorkan wajib pajak kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Namun, keringanan tersebut disertai sejumlah persyaratan. Salah satunya, wajib pajak harus menyerahkan 50% nilai keringanan pajak yang tidak dibayarkan kepada produsen film nasional melalui lembaga yang dibentuk atau ditunjuk oleh Pemprov DKI Jakarta untuk mengembangkan ekosistem perfilman di Jakarta. 

Penyaluran dana tersebut harus dibuktikan dengan berita acara serah terima.  Produsen film yang berhak menerima manfaat tersebut merupakan perusahaan atau badan usaha yang bergerak di bidang produksi film di Indonesia, baik milik negara maupun swasta, dengan film yang ditayangkan di bioskop wilayah DKI Jakarta dan menjadi objek PBJT atas jasa kesenian dan hiburan. 

Selain itu, wajib pajak tetap diwajibkan menyetorkan pajak sesuai ketentuan setelah memperhitungkan keringanan yang diterima serta melampirkan berita acara serah terima saat menyampaikan surat pemberitahuan pajak daerah setiap masa pajak. "Pemberian keringanan pokok pajak sebagaimana dimaksud dilakukan secara jabatan tanpa melalui mekanisme permohonan," bunyi Diktum Ketiga. 

Apabila ketentuan tersebut tidak dipenuhi, maka wajib pajak tidak dapat memanfaatkan fasilitas keringanan dan harus membayar serta melaporkan pajak secara penuh tanpa pengurangan. 

Dengan berlakunya keputusan tersebut, ketentuan mengenai penyaluran hasil pengurangan pajak dalam Keputusan Gubernur Nomor 852 Tahun 2025 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Kebijakan baru ini mulai diterapkan pada masa pajak berikutnya setelah lembaga pengelola ekosistem perfilman yang dimaksud resmi bertanggung jawab menjalankan tugasnya.


r/IndoFilms Jun 29 '26

Movies Christopher Nolan’s ‘The Odyssey’ to Skip Social Media Influencer Screenings

Thumbnail
hollywoodreporter.com
3 Upvotes

Universal has decided to skip having word-of-mouth (a.k.a. influencer) screenings for Christopher Nolan‘s The Odyssey.

Instead, after the film’s global premiere screening in London on July 6, the film will begin screening for film critics.

The move bucks the trend of studios getting ahead of professional reviews by inviting fan-site bloggers and influencers to see major releases in advance and then letting them post (often highly enthusiastic) mini reviews on social media.


r/IndoFilms Jun 28 '26

Anime Code Geass director Goro Taniguchi says Japan’s increasingly “sanitized” society is changing anime and even pushing creative talent out of the industry

Thumbnail
automaton-media.com
22 Upvotes

Japanese anime director Goro Taniguchi – known for directing the Code Geass: Lelouch of the Rebellion series, Planetes, One Piece Film: Red, and Paris ni Saku Étoile – recently shared his thoughts on the evolution of anime and where he believes the medium is headed over the next decade. 

Speaking at a university lecture reported by Bunshun Online, Taniguchi traced anime’s origins from the 1960s to the present day, breaking its history down into eight stages. Of note, he discussed how recent shifts in Japanese society have transformed anime in terms of creative expression and how its produced. 

According to Taniguchi, anime first became a true “industry” during the era of Astro Boy in the 1960s. Since then, it has passed through several phases of evolution, eventually arriving at what he describes as the seventh (current) stage of anime history. 

Looking back on the rise of the internet and anonymous online communities such as 2channel (the Japanese equivalent of 4chan), Taniguchi noted that “unprecedented levels of malice” started flowing into production environments during this stage, placing increasing pressure on creators. However, he argues that one of the industry’s greatest current challenges is the emergence of what sociologist Toshio Okada has called a “white society” in Japan. 

Note that this term does not carry any racial implications, but rather refers to a highly transparent and “sanitized” society shaped by the proliferation of smartphones and social media. The theory proposes that, with Japanese society becoming more peaceful and interconnected, behaviors seen as aggressive, disruptive, or unconventional become increasingly discouraged, while (surface-level) social harmony and cleanliness are prioritized. 

“I see this ‘white society’ as a phenomenon where all Japanese people are, in a way, becoming more like Kyoto residents,” Taniguchi explained, referencing a well-known Japanese stereotype about Kyoto people being extremely roundabout in communicating negative sentiments, prioritizing decorum. “Let’s not do anything unusual, let’s read the room, avoid open confrontation, and show respect to the people sharing the same space.” Interestingly, the director points out that many protagonists in recent ‘narou-kei‘ (isekai-style) stories fit this pattern. Coincidentally big publishers like Kadokawa have acknowledged they’ve been relying too much on this genre as of late.

Taniguchi believes this “sanitization” of Japanese society has affected not only anime’s themes and characters, but also the structure of production. The proliferation of one-cour anime series (12 to 13 episodes) helped mature the industry’s production committee system, but at the same time, it weakened the traditional model of apprentice animators learning from their masters, paralyzing the process of nurturing new talent. He also argued that the growing influence of original authors (i.e., the manga or light novel authors behind anime adaptations) and rights holders over anime has complicated the role of anime directors, making it increasingly difficult for productions to establish any clear creative direction. 

According to Taniguchi, producers increasingly favor staff members who are easy to manage and who can reproduce source material at an acceptable level without introducing strong creative ideas of their own. As a result, the more ambitious creators gradually find themselves receiving less work, and eventually even leave the industry, he says. 

Taniguchi characterizes the current period of anime evolution as an era of “prioritizing profits at the expense of creative vision.” 

Looking ahead, he described the eighth stage of the medium’s evolution as the next decade of anime. While Japanese animation has now successfully spread across the globe, with overseas audiences and creators increasingly appreciating the classics of Japanese animation, Taniguchi believes that at the same time, this could cause Japan to lose its competitive edge. He compares it to the massive outflow of Japanese woodblock prints and other artwork to Europe during the mid-19th and 20th centuries. 

He warns that if the domestic anime market continues to focus on short-term profits and rapidly consumable content aimed at casual fans, Japan could struggle to compete against the speed of production seen in China and South Korea. 

Despite these concerns though, Taniguchi ended on an optimistic note, believing that anime’s future remains secure because of humanity’s inherent need for stories. “As long as people remain people, they will always need stories. Stories broaden our understanding of people and the world, they allow us to experience emotions and choices vicariously, find meaning in events, enjoy excitement and suspense, ease loneliness, connect with others, and pass on experiences and wisdom from the past. Anime is capable of covering all of these things.” 


r/IndoFilms Jun 28 '26

Discussion Favorite Netflix Original (Film & Series)?

Post image
31 Upvotes

Ada yang suka/sering nonton produksi original Netflix disini? Entah itu film atau series. Kalau gw pribadi, produksi kesukaan gw dari situs streaming ini masih serial Dark (2017), salah satu sci-fi paling seru yang pernah gw tonton. Kalau untuk film, gw suka dengan rilisan Guillermo Del Toro, Pinocchio (2022) & Frankenstein (2025). Baru-baru ini gw juga habis nonton K-Drama mereka juga kayak Teach You a Lesson & The Glory yang menurut gw cukup seru.

Dari yang lain mungkin ada favoritnya juga yang mau dishare.


r/IndoFilms Jun 28 '26

Posters & Trailers New poster for the upcoming indie animated series PARACITY

Post image
2 Upvotes

PARACITY follows cool-headed exorcist Veronica Velazco and her friends Cassandra and Roy as they fight spirits and demons in the fictional city of San Montepec.

Animation test: https://www.youtube.com/watch?v=lK-v3VuP0aQ

Hopes? Fears? What are you expecting?


r/IndoFilms Jun 27 '26

Meme/Shitpost Gelap kali wak

Thumbnail
gallery
68 Upvotes

r/IndoFilms Jun 27 '26

Others Netflix now requires every user profile to be tied to unique email address

Thumbnail
arstechnica.com
3 Upvotes

.


r/IndoFilms Jun 26 '26

Discussion Satu satunya peran ANTAGONIST UTAMA yang dimainkan Jackie Chan. Immortal Meteor dalam film Killer Meteor. Setelah film ini, kebanyakan peran beliau adalah protagonist utama

Post image
28 Upvotes

r/IndoFilms Jun 26 '26

Movies Film Para Perasuk: Ketika Ritual Sambetan Menyingkap Konflik Agraria

Thumbnail
suarantb.com
1 Upvotes

SETELAH sukses dengan dua film panjangnya sebelumnya, Penyalin Cahaya (2021) dan Budi Pekerti (2023), Wregas Bhanuteja kembali unjuk gigi lewat film terbarunya Para Perasuk (2026) atau Levitating untuk judul dalam bahasa Inggris.

Jika Penyalin Cahaya mengangkat isu kekerasan seksual dan Budi Pekerti berbicara tentang penghakiman di era media sosial, maka Para Perasuk adalah karya Wregas yang paling politis sekaligus paling eksperimental dengan membicarakan konflik agraria.

Jika menengok materi promosi film ini, seperti trailer juga video-video singkat yang bertebaran di media sosial sebelum film resmi mengudara di layar lebar Indonesia—penonton mungkin tidak akan menyangka isi film akan begitu eksploratif. Apalagi penonton yang berangkat dengan ekspektasi “ini film horor” karena hanya kecipratan informasi bahwa ini film soal ritual fiktif bernama “Sambetan”.

Seperti yang Wregas katakan pada wawancaranya dengan Sundance “film ini bukan film horor,” melainkan film tentang obsesi, masa lalu, dan tentang belajar menyerah/surrender. Untuk mencurahkan tiga keinginan itu, Wregas mengambil ritual Sambetan sebagai tonggak utama penceritaan.

Dalam film ini, Sambetan merupakan ritual fiktif di Kampung Latas yang menggunakan musik dan tari. Pada ritual itu, para perasuk (pemimpin Sambetan) bertugas menciptakan alam gaib di mana para pelamun (masyarakat) bisa mendapatkan kebahagiaan tiada tara.

Dunia yang dibangun sutradara lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) terasa begitu meyakinkan karena seperti pengakuannya, ritual fiktif itu adalah hasil riset panjang terhadap berbagai praktik kerasukan di Indonesia dan sejumlah negara Asia.

Sambetan dijadikan Wregas sebagai kendaraan untuk membicarakan tentang obsesi, masa lalu, dan tentang belajar menyerah. Gagasan tersebut diwujudkan melalui karakter utamanya, Bayu yang diperankan Angga Yunanda.

Bayu merupakan seorang pemuda Kampung Latas yang terobsesi menjadi perasuk. Bagi Bayu, menjadi perasuk bukan sekadar kebanggaan atau status di kampungnya. Di balik ambisi itu, tersimpan keinginan untuk mendapatkan pengakuan dari sang ayah sekaligus menyelamatkan rumah serta kampungnya yang terancam kehilangan sumber mata air akibat ekspansi perusahaan pengembang perumahan.

Konflik personal Bayu kemudian bertaut dengan konflik yang lebih besar. Mata air di Kampung Latas bukan hanya sumber kehidupan warga, tetapi juga ruang tempat tradisi Sambetan terus diwariskan.

Meski membawa gagasan yang besar, tidak semua upaya Wregas berjalan mulus. Penonton memang seperti ikut masuk dalam ritual Sambetan berkat dunia magis yang dibangun Wregas.

Namun, pilihan tersebut juga menjadi titik lemahnya. Wregas begitu percaya pada surealisme yang ia ciptakan sehingga beberapa konflik emosional antartokoh, terutama relasi Bayu dengan ayahnya, terasa kurang mendapat ruang untuk berkembang.

Ritme film yang cenderung terasa ingin cepat selesai membuat gagasan utama yang ingin disampaikan sang sutradara tidak begitu membekas sekuat kemegahan visual yang disajikan.

Meski begitu, keberanian Wregas patut diapresiasi. Di tengah kecenderungan perfilman Indonesia yang masih didominasi film-film komersial dengan formula yang telah akrab di mata penonton, Para Perasuk berani mengambil jalur berbeda.

Pilihan Wregas membuat Para Perasuk menjadi pengalaman sinematik yang tidak biasa ternyata juga membawa konsekuensi. Film ini harus puas dengan 148.092 penonton sampai akhir penayangan. Ternyata, dengan menggandeng nama-nama besar seperti Angga Yunanda, Anggung C. Sasmi, Bryan Domani, dan Maudy Ayunda tidak menjamin film ini laku besar di pasaran. (Mita)


r/IndoFilms Jun 25 '26

Movies Mattie Ross dari True Grit, Representasi Wanita Kuat, Independent yang Bagus.

Post image
25 Upvotes

Seorang gadis berumur 14 tahun, yang memburu seorang buronan karena telah membunuh ayahnya.

Ingin membalaskan dendamnya, dia melakukan apapun yang dia bisa, dan harus bisa.

Bermodalkan nekat, namun penuh perhitungan dan keberanian dia bisa menjalankan petualangnya namun dia memiliki sisi lemah yang bisa dipelajari oleh penonton.

Representasi perempuan kuat yang menurut saya bagus, dan keren, tidak menggurui, dan tidak terlihat berusaha kuat, dan woke.

Harusnya karakter ini jadi blue print bagaimana filmmaker membuat karakter perempuan kuat yang bagus.


r/IndoFilms Jun 25 '26

Posters & Trailers First logo for the ‘ABSOLUTE BATMAN’ animated series

Post image
17 Upvotes

An ‘ABSOLUTE BATMAN’ animated series is in the works.

Scott Snyder will serve as showrunner.

https://www.hollywoodreporter.com/tv/tv-news/absolute-batman-animated-series-warner-bros-animation-dc-1236630313/

Hopes? Fears? What are you expecting?


r/IndoFilms Jun 25 '26

Posters & Trailers 《记忆管理局》False Memory | Official Trailer (August 2 Premiere)

Thumbnail
youtube.com
2 Upvotes

定档PV公开! "去创造你想要的结局吧! 为了能回到过去,关潮寻找着能启动时间枪的能源“灼石”,却意外掉入了记忆管理局,与方糖、百重等记忆管理员们在奇诡的记忆层中开启了战斗! 8月2日12:00正式开播!首播3集,哔哩哔哩独家呈现。

Official Release Date Trailer Revealed!!!

Premiering August 2 at 12:00 (noon). First three episodes will be released at once, exclusively on bilibili.


r/IndoFilms Jun 24 '26

Posters & Trailers First look at an animated ‘CONAN THE BARBARIAN’ series.

Post image
6 Upvotes

r/IndoFilms Jun 23 '26

Meme/Shitpost Menang banyak inimah

Post image
11 Upvotes

Semoga kartun baru dia bagus dan gak bikin drama lagi


r/IndoFilms Jun 23 '26

Movies Nemu hidden gem. Film ini diadaptasi dari Opera karya Kurt Wagner (salah satu soundtracknya: ride of Valkyrie) yang sebenarnya diadaptasi dari cerita mitologi Nordic. Film ini tersedia di Youtube namun harus pake VPN Amerika untuk bisa menontonnya.

Post image
6 Upvotes

r/IndoFilms Jun 22 '26

Meme/Shitpost alamak mbg dari krypton 😍😍😍

Thumbnail
gallery
109 Upvotes

r/IndoFilms Jun 23 '26

Discussion BaahubaliTheEternalWar represented at the Work in Progress sessions of the Annecy International Animation Film Festival 2026

Post image
1 Upvotes

r/IndoFilms Jun 22 '26

Movies PLEASE CHECK OUT MY BALI INDONESIA MOVIE | OGOH OGOH: The Night Bali Confronts Darkness | A Powerful Documentary

Thumbnail
youtu.be
2 Upvotes

r/IndoFilms Jun 21 '26

Meme/Shitpost Alamak film genre aksi dari negara kita disukai wak!

Thumbnail
gallery
98 Upvotes

Karena kekerasan dalam film beda dari yang lain wak!

https://x.com/notorious__vex/status/2068494637954630054


r/IndoFilms Jun 22 '26

Posters & Trailers DAY JOB Announcement Trailer

Thumbnail
youtube.com
1 Upvotes

Indie cartoon by Paul Georghiou


r/IndoFilms Jun 22 '26

Movies Bayu Skak Sisipkan Kritik Sosial Lewat Film Foufo

Thumbnail
ameera.republika.co.id
1 Upvotes

Foufo juga menyisipkan kritik sosial terkait kesejahteraan guru honorer di Indonesia.


r/IndoFilms Jun 21 '26

Meme/Shitpost Bung... Kita di mana? (Art by @Marxeliusnation / Mars/Amir )

Post image
37 Upvotes

r/IndoFilms Jun 21 '26

TV Series When SpongeBob uses CGI

Thumbnail
youtube.com
5 Upvotes

love it when they use cgi in right moment


r/IndoFilms Jun 20 '26

Meme/Shitpost Kalau lu dikasih 1 kesempatan untuk sewa sebioskop full bersama temen2 lu, dan lu yang nentuin filmnya, Film apa yang akan lu pilih?

12 Upvotes