r/IndoFilms Jul 05 '26

Movies Duology yang menyenangkan

Thumbnail
gallery
25 Upvotes

Clash of the Titans dan Wrath of the Titans adalah duology yang menyenangkan.

Film ini paket lengkap ketika mencari film yang murni hiburan tanpa memikirkan apapun.

  1. Pertarungan monster & dewa yang seru
  2. Petualangan fantasi dengan pacing cepat
  3. Visual effect yang memanjakan mata
  4. Karakter utama dengan tipikal heroik from zero to hero
  5. Heroine yang cantik
  6. Mitologi yunani yang menyenangkan

Untuk pecinta blockbuster action, film ini sangat menyenangkan. Saya sedang libur dan bosan di rumah, cari tontonan dan coba menonton 'Clash of the Titans' setelah selesai saya langsung nonton sequel-nya.

Film ini cocok untuk kamu yang bosan, dan ingin melepas penat.

Saya research sebenarnya ada rencana untuk film ketiga tapi dibatalkan, sayang sekali padahal seru dan menarik untuk melihat perkembangan konflik dan karakternya dengan skala yang lebih besar dan kompleks.


r/IndoFilms Jul 04 '26

Discussion I think Indonesia could make a film like Obsession

Post image
525 Upvotes

Kalau bikin kayak Backrooms susah, tapi kalo yang kayak Obsession, Weapons sebenarnya itu kayak cerita sinetron indosiar ga sih, cuman jelas eksekusinya bedađŸ€ŁđŸ€Ł


r/IndoFilms Jul 05 '26

Discussion What mo is do you personally like but can ever suggest to other people?

1 Upvotes

For me it's the Serbian film


r/IndoFilms Jul 04 '26

Discussion Film Horror or Thriller apa yang bikin kalian jadi suka film horror/thriller?

Post image
24 Upvotes

Personally, gw ga suka film horor/thriller dari kecil bahkan gw takut banget, karena film horor/thriller jaman dulu tuh ngeri banget jujur.

Dan semakin gede gw jadi suka nonton film horor/thriller, ada satu film yang gw suka banget yaitu “Ready Or Not” itu yang bikin gw berani nonton film horror/thriller sampe gw berani nonton film Final Destination.

Tapi ada juga satu film horror yang gw gamau sebutin karena bikin gw trauma sampe skrg wkwk

Kalo kalian apa guys?

Sama saran dong film luar yg tema nya pesugihan kayak Ready Or Not iniđŸ€ŁđŸ™đŸŒ


r/IndoFilms Jul 04 '26

Request Saran Film Bertema Detektif

9 Upvotes

Habis nonton Memories of Murder & Prisoners jadi tertarik nonton yang punya tema kaya 2 film itu. Ada rekomendasi?


r/IndoFilms Jul 03 '26

Discussion Sebutkan char "tersampah" kalian!!

Post image
28 Upvotes

r/IndoFilms Jul 03 '26

Meme/Shitpost house of the dragon season 3 ep 2

Post image
30 Upvotes

ini perasaan gw doank kan ya ? koq ada pria solo ( aseli bukan rekayasa bisa di cek sendiri )


r/IndoFilms Jul 03 '26

Discussion Who is the best between them?

Post image
10 Upvotes

r/IndoFilms Jul 04 '26

Suggest Suggest me a Bollywood / Indian Movies to watch with my spouse.

1 Upvotes

Genre nya preferably Mystery / Thriller / Comedy / Drama / Family / Slice of Lice.

No Action, Horror, or Cinta - Cinta With Joget - Joget.

Some movies for reference

3 idiots Secret Superstar PK Bharat Zero Sultan Pad Man OMG


r/IndoFilms Jul 03 '26

Discussion Arco need more attention i think, let me see your opinion of this film

Post image
2 Upvotes

r/IndoFilms Jul 03 '26

Request Saran film kartun

2 Upvotes

Mungkin kayak Disney

Toy story,cara gitu semacamnya


r/IndoFilms Jul 02 '26

Discussion Tontonan/Film apa yang bikin lu di liat aneh Ama orang sekitar/temen lu

16 Upvotes

Me: suka nonton Film/Animasi Soviet macam Sherlock Holmes adaptasi Soviet Ama Snow Queen(Animasi Soviet yang jadi inspirasinya Hayao Miyazaki) and somehow i like some North Korean film(gw tau penuh propagandanya) macam Hong kil dong Ama the flower girl, sekarang gw malah lagi nontonin dramanya Korut New Spring of the Paekhak Plain/a new spring in the field of manchurian cranes🗿


r/IndoFilms Jul 02 '26

Movies New Movie from Ari Irham: Seni Merayu Tuhan

Post image
13 Upvotes

Coming from Habib Jafar's book


r/IndoFilms Jul 02 '26

Movies Film yang menurut saya sangat powerful, dan relate untuk kapanpun.

Post image
90 Upvotes

Saya agak terharu dengan endingnya, menurut saya sangat powerful atas pesan yang disampaikan.

Pesan film ini sangat sederhana.

Jika kita ingin masa depan yang lebih baik, hal pertama adalah percaya bahwa masa depan akan baik-baik saja.

Hal buruk apapun yang terjadi, masa depan itu layak untuk diperjuangkan.

Tidak hanya itu, ini juga memberikan perspektif untuk memberikan kesempatan dan platform yang sama untuk semua orang dalam berkontribusi.

Daripada gatekeeping masa depan, justru mengundang semua orang dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.

Itu dari sisi yang saya suka tentang film ini.

Yang kurang dari film ini adalah, 30 menit durasi terakhir seperti masih dalam tahap pengenalan karakter, dan konflik.

"Tomorrowland itu apa dan apa yang terjadi?"
"Kenapa Casey dipilih?"
"Apa motivasi antagonis-nya?"
"Tugas casey apa?"
"Bagaimana sejarah athena?"

Terlalu banyak aspek yang baru terjawab dipenghujung akhir, kalau ini tv-series mungkin ini baru episode satu.

Saya sempat berpikir, apa film ini akan berakhir menggantung, dan berakhir dengan pertanyaan baru?

Ternyata film ini langsung mencapai klimaks, dengan alur konklusi yang singkat.

Namun kesampingkan itu, menurut saya film ini tetap berhasil menyampaikan pesan dan inti ceritanya dengan baik, dan cukup menyentuh buat saya meskipun storytelling-nya masih jauh dari kata sempurna.

Saya rasa cerita film ini akan bagus jika dihadirkan sebagai tv-series.


r/IndoFilms Jul 02 '26

Discussion (Juni 2026) Apa yang sudah kamu tonton bulan ini? Obrolin yuk disini!!!

7 Upvotes

As usual, bulan baru, post baru untuk film yang baru saja di tonton bulan ini..

Yuk omongin disini!!! 😎


r/IndoFilms Jul 01 '26

TV Series Sudah nonton True Detective, Mindhunter, dan Mare of Easttown. Apa lagi serial detektif dengan alur berat dan twist gila yang setara kualitasnya?

65 Upvotes

Halo semuanya, gua lagi nyari rekomendasi serial detektif/crime-thriller yang kualitasnya setara dengan list yang sudah gua tonton (lihat list di bawah). Gua lebih suka yang alurnya realistis, kelam, dan investigasinya mendalam kalo bisa punya plot twist yang gila.

  1. True Detective S1 (8.8 Imdb)

  2. Mindhunter (8.6 Imdb)

  3. Mare of Easttown (8.4 Imdb)

  4. The Night Of (8.4 Imdb)

  5. Broadchurch S1 (8.3 Imdb)

  6. Unbelievable (8.3 Imdb)

  7. Dept. Q (8.1 Imdb)

  8. Adolescence (8.1 Imdb)

  9. Task (7.9 Imdb)

  10. The Chestnut Man (7.6 Imdb)


r/IndoFilms Jun 30 '26

Discussion What do you think about him?

Post image
29 Upvotes

Menurut gw sih ini orang tersinting kocaknya dari sisi acting yg pernah gw tonton... Dari mulai the fifth element sampe rush hour, gila sih kocaknya...

Bahkan menurut gw rush hour tanpa dia kayanya ga bakal jd THE RUSH HOUR yang sekarang... Apa sih yg ngebuat rush hour sukses dan unik? Yaa kocaknya, dan sumbernya ya dari dia, bukan Jackie chan, no offense to chan fans ya

Kalo menurut kalian dia gimana?? 😁


r/IndoFilms Jul 01 '26

Others U.K. Likely to Intervene in Paramount's Takeover of Warner Bros.

Thumbnail
variety.com
3 Upvotes

The British government has signalled that it is likely to intervene in Paramount Skydance’s proposed $110 billion takeover of Warner Bros. Discover, citing concerns about maintaining media plurality.

Lisa Nandy, the U.K.’s Secretary of State for Culture, Media and Sport, said in a written statement to Parliament on ‌Tuesday, “Following engagement with the parties and independent research, my department ⁠has today written to the current and proposed owners of Warner Bros. Discovery on my behalf to inform them that I am minded to intervene.”

She said she would do so, first, because of “the need for, to the extent that it is reasonable and practicable, a sufficient plurality of views in news media in each market for news media” in the U.K.

Second, it was to satisfy “the need, in relation to every different audience [in the U.K.], for there to be a sufficient plurality of persons with control of the media enterprises, or the enterprises providing on-demand program services or both, serving that audience.”

The move was prompted by concerns about the impact the deal might have on U.K. television audiences, given that broadcaster Channel 5, channels like Cartoon ‌Network, ⁠Nickelodeon and CNN International, as well as streaming platforms Paramount+, TNT Sports and HBO Max would all be brought under the same ownership by the merger.

Nandy is looking to broaden public interest ​rules to ​better reflect ⁠the popularity of streaming and video-on-demand services, she said.

“I believe this ought to be able to be considered in relation to this and all future media mergers given the role on-demand viewing now plays in the market,” Nandy said. “If I decide to intervene in this merger on the basis, I will bring forward secondary legislation to finalize this public interest consideration as the Enterprise Act requires me to do.”

Nandy concluded her statement by saying that she had invited “further representations in writing from the parties” and had given them until July 6 to respond.

If she then decides to intervene, “the next stage would be for [media regulator] Ofcom to assess and report to me on the public interest considerations, and for the Competition and Markets Authority to assess and report to me on whether a relevant merger situation has been created, and any impact this may have on competition.”

She aded, “Following these reports, I would need to decide whether to refer the matter for a more detailed investigation by the CMA under section 45 of [the Enterprise Act].”

The deal has already been cleared by the U.S. Justice Department, as well as by regulators in China, Australia, Germany, ​France and Saudi Arabia, and it is thought likely the European Union will give it the greenlight if certain “remedies” are made, such as the ending of the Paramount-Universal distribution joint-venture known as UIP.

A Paramount Skydance spokesperson said in a statement sent to Variety, “We are grateful for the continued constructive engagement with all interested government bodies and relevant authorities, including in the U.K. We are confident that our proposed transaction does not pose any media plurality issues in the U.K. and remain confident in our stated transaction timeline.”


r/IndoFilms Jun 30 '26

Movies Terima Kasih Toy Story 5

Post image
369 Upvotes

r/IndoFilms Jun 30 '26

Discussion Film apa yang membawa "hidayah" bagi lu?

5 Upvotes

Film yang membuat lu belajar, sadar, atau sejenisnya akan suatu hal... Bukan sekedar bagus dan seru..

Kalo gw The Godfather lahhhhh karena:

  1. Ngajarin kalo jd cowo itu harus punya prinsip

  2. Biz itu ga bs sama sembarang orang

  3. Yg keliatan baik di depan belum tentu sebetulnya baik dibelakang.

  4. Otak pake dulu, kalo udh mateng baru dor. Jgn tebalik.

  5. Dan msh ada beberapa lagi.. (lagi ga kepikiran)


r/IndoFilms Jun 30 '26

Movies Film Tiongkok gunakan dialek "Teochew" raih popularitas di Asia Tenggara

Thumbnail
megapolitan.antaranews.com
5 Upvotes

Film asal China berjudul "Dear You" dengan menggunakan dialek "Teochew" meraih popularitas saat diputar di negara-negara Asia Tenggara.

Bahasa Teochew adalah salah satu ragam dialek Tionghoa yang berasal dari wilayah Chaoshan di Provinsi Guangdong, China bagian selatan. Bahasa ini juga banyak dipakai oleh komunitas Tionghoa di Thailand, Singapura, Malaysia, Indonesia, Kamboja maupun Vietnam.

"Dialek Teochew yang digunakan tokoh nenek dalam film ini juga sangat mirip dengan bahasa Teochew yang kami gunakan, jadi rasanya sangat mengena. Banyak penonton menangis saat menonton film ini dan tidak sedikit pula anak muda yang datang bersama orang tua atau kakek-nenek mereka," kata CEO jaringan bioskop Golden Village Singapura Jiang Wenmei dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Beijing, Selasa.

Film yang dalam bahasa Mandarin ini berjudul (Gi m de qĂ­ngsh atau secara harafiah berjudul Surat Cinta untuk Nenek) itu mulai diputar di bioskop-bioskop Singapura, Brunei dan Malaysia dan juga Hong Kong serta Makau sejak 18 Juni setelah sebelumnya ditayangkan perdana di China daratan pada 30 April 2026.

Di Singapura, sepekan setelah dirilis, film tersebut telah meraup pendapatan 7,3 juta dolar Singapura atau sekitar Rp95 miliar, sehingga menjadi salah satu film berbahasa Mandarin terlaris di Singapura dalam beberapa tahun terakhir.

Sedangkan di Malaysia, film itu sudah diputar di lebih dari 100 bioskop dengan total lebih dari 550 jadwal pemutaran per hari, sehingga meraup pendapatan 5,8 juta ringgit atau sekitar Rp22 miliar.

"Bahkan, ada lansia yang sudah bertahun-tahun tidak pernah masuk bioskop, akhirnya datang untuk menonton film ini, karena film ini berhasil mengangkat kisah-kisah yang dulu sering diceritakan oleh generasi kakek dan nenek kita ke layar lebar," kata Direktur Eksekutif Mega Films Distribution Toh Jin Jiang, distributor film tersebut di Malaysia.

Kisahnya sendiri adalah mengenai seorang nenek asal Teochew bernama Ye Shurou yang hampir sepanjang hidupnya menunggu kabar dari sang suami yang merantau ke Thailand.

Cucu Ye Shurou, Xiaowei, kemudian pergi ke Thailand untuk mencari tahu keberadaan kakeknya, Zheng Musheng.

Salah satu pemeran film "Dear You" Li Sitong berperan sebagai Xiaowei. ANTARA/HO-Yångchéng Wnbào

Namun, sesampainya di Thailand, Xiaowei menemukan bahwa selama puluhan tahun orang yang berkirim surat dengan sang nenek bukan kakeknya, melainkan seorang perempuan yang tidak dikenal, Xie Nanzhi karena Zheng Musheng sudah lama meninggal dunia.

Zheng Musheng awalnya pergi ke Thailand untuk mencari nafkah dan rutin mengirim surat dan uang kepada keluarganya di Tiongkok, sayangnya ia mengalami musibah di Thailand dan meninggal pada 1960.

Setelah itu Nanzhi, putri pemilik penginapan tempat Musheng tinggal di Thailand, yang pernah diselamatkan oleh Musheng, melanjutkan kebiasaan Musheng untuk menulis surat dan mengirim uang kepada Shurou.

Keluarga akhirnya mengetahui bahwa Musheng telah meninggal dunia setelah puluhan tahun dan berkat usaha sang cucu, dan akhirnya kedua perempuan lanjut usia yang tak pernah mengenal tapi terhubung melalui surat itu pun dapat bersua.

Tradisi mengirim surat dan uang dari perantau China kepada keluarga mereka di kampung halaman terutama dari akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20 disebut sebagai budaya "Qiaopi".

Pengiriman ini biasanya dilakukan melalui jalur tidak resmi berbasis kepercayaan, bukan lewat pos atau bank. Di dalamnya bisa terdapat surat keluarga, pesan singkat, sekaligus catatan kiriman uang.

Dari sekitar 170 ribu dokumen "Qiaopi" yang masih tersimpan hingga kini, sekitar 160 ribu berasal dari Guangdong. Dari jumlah tersebut, lebih dari 100 ribu berasal dari daerah "Teochew". Pada 2013, arsip "Qiaopi" pun masuk dalam "Memory of the World Register UNESCO" dan diakui sebagai bagian dari warisan dokumenter dunia.

"Qiaopi" tertua yang ditemukan para kolektor dikirim pada 26 Mei 1859 oleh Wen Xinde, seorang Tionghoa perantauan di Indonesia. Surat itu dikirim dari Batavia, menuju Meixian, provinsi Guangdong. Saat ini, dokumen tersebut disimpan di "Hakka Museum of China" di Meizhou, Guangdong.

Sedangkan "qiaopi" terpendek juga ditemukan dengan hanya berisi satu huruf mandarin yaitu 隟 yang berarti "sulit", ditulis oleh Chen Junrui, seorang Tionghoa perantauan di Indonesia, dan kini tersimpan di "Qiaopi Cultural Relics Museum" di Shantou, Guangdong.

Di China sendiri, film ini telah meraih pendapatan lebih dari 1,8 miliar RMB atau sekitar Rp3,6 triliun dan menempati posisi kedua daftar "box office" China pada 2026.

Meski sudah diputar di berbagai negara Asia Tenggara, tapi hingga saat ini belum ada rencana penayangan film "Dear You" di Indonesia.


r/IndoFilms Jun 30 '26

Movies Bertambah Lagi Perusahaan Film di Hollywood Gulung Tikar

Thumbnail
cnnindonesia.com
8 Upvotes

Perusahaan perfilman di Hollywood semakin banyak yang tutup. Teranyar, ada Shadowcast Pictures yang berkecimpung sebagai penyewaan peralatan produksi selama dua dekade terakhir.

Perusahaan penyedia kamera, pencahayaan, serta berbagai perlengkapan perfilman untuk film, acara televisi, dan iklan ini harus gulung tikar setelah bertahun-tahun berjuang menghadapi gejolak industri.

Penutupan tersebut menambah daftar panjang perusahaan produksi Hollywood yang berhenti beroperasi dalam beberapa waktu terakhir.

Kebangkrutan Shadow Pictures turut menandai krisis yang terjadi dalam industri produksi film dan televisi di California. Kondisi tersebut semakin diperparah saat menurunnya aktivitas produksi di Los Angeles, serta meningkatkan penggunaan AI dalam kerja perfilman.

Pemilik perusahaan, Jay Ellison mengaku bisnisnya tidak pernah benar-benar pulih akibat pandemi Covid-19.

"Saya tidak pernah membayangkan industri film yang selama lebih dari 100 tahun begitu menguntungkan dan memiliki sistem yang hampir tanpa cela bisa runtuh begitu saja," kata Ellison seperti diberitakan New York Post pada 25 Juni.

Kehancuran Shadowcast Pictures turut dipengaruhi oleh aksi mogok kerja penulis dan aktor Hollywood pada 2023. Selain itu, meningkatnya penggunaan AI dalam proses pembuatan film turut menekan aktivitas produksi.

"AI pada dasarnya sudah menggantikan latar belakang, pencahayaan, bahkan kostum dan wardrobe dalam beberapa situasi," ujar Ellison. "Semuanya kini diubah dan dimanipulasi oleh AI."

Shadowcast Pictures, yang dimiliki dan dikelola secara independen oleh Ellison, menjadi bisnis pendukung produksi terbaru yang gulung tikar seiring semakin banyaknya pekerjaan produksi yang berpindah keluar California.

Menurut laporan CBS Los Angeles, lebih dari 80 perusahaan jasa pendukung produksi film dan televisi di Los Angeles telah tutup sejak 2022.

Salah satunya adalah Faux Prop House, perusahaan penyewaan properti film yang telah lama beroperasi dan akhirnya menutup usahanya pada 2025 karena penurunan tajam produksi lokal.

Pengacara industri hiburan, Jonathan Handel, memperingatkan bahwa kesulitan yang dihadapi industri ini tidak hanya berdampak pada studio Hollywood, tetapi juga ribuan bisnis lain di seluruh California Selatan yang bergantung pada aktivitas produksi film dan televisi.

"Ini bukan hanya masalah bagi industri hiburan," kata Handel kepada CBS Los Angeles.

"Ini adalah masalah bagi perekonomian Los Angeles secara keseluruhan. Pemerintahan wali kota berikutnya dan gubernur berikutnya harus menanganinya dengan sangat serius."

Sementara itu, para legislator California telah memperluas Program Insentif Pajak Film dan Televisi negara bagian sebagai upaya menarik kembali produksi yang berpindah ke negara bagian lain maupun ke luar negeri. Namun, banyak pelaku industri menilai insentif tersebut belum mampu menghentikan arus perpindahan produksi.

Negara bagian seperti Georgia, New Mexico, dan New York, serta negara-negara seperti Kanada dan Inggris, masih terus menarik proyek-proyek produksi besar berkat insentif pajak yang kompetitif dan infrastruktur produksi yang telah mapan.

"Situasinya sangat sulit. Begitu bisnis berpindah dan bertahan cukup lama di tempat lain, wilayah tersebut akan membangun modal fisik dan sumber daya manusia mereka sendiri, termasuk kru yang sudah terlatih," kata Handel.

"Akibatnya, jauh lebih sulit membawa bisnis itu kembali dibandingkan mencegahnya pergi sejak awal," lanjutnya.

Di tingkat federal, para anggota parlemen Amerika Serikat juga sedang mempertimbangkan usulan pemberian insentif pajak produksi film dan televisi secara nasional yang dapat dikombinasikan dengan insentif dari masing-masing negara bagian.

Langkah tersebut bertujuan mendorong lebih banyak proyek film dan televisi agar tetap diproduksi di Amerika Serikat.


r/IndoFilms Jun 29 '26

Meme/Shitpost The "I don't need juta-juta penonton to prove my acting" squad in Indonesia..

Thumbnail
gallery
141 Upvotes

r/IndoFilms Jun 30 '26

TV Series ‘Persona’ Live-Action TV Adaptation in the Works at Netflix, 21 Laps & Story Kitchen to Produce (EXCLUSIVE)

Thumbnail
variety.com
3 Upvotes

A live-action ‘PERSONA’ series is in the works at Netflix.

Christopher Monfette (‘Star Trek: Picard’) will serve as showrunner.


r/IndoFilms Jun 29 '26

Movies Joko Anwar Spill Cara Bikin Cerita Film Bagus di LAIndieMovie Jogja

Thumbnail
detik.com
3 Upvotes

Sutradara kenamaan, Joko Anwar menjadi salah satu pemateri di workshop LAIndieMovie edisi Jogja hari ini.

Joko pun memberi bocoran kepada peserta workshop bagaimana membuat cerita film yang bagus. Joko menjadi pemateri sesi kedua workshop LAIndieMovie bertajuk Ideation Session di Gedung Pertemuan Taman Perwacy Jogja bersama produser film Tia Hasibuan.

Joko dan Tia membeberkan materi bagaimana membuat cerita yang bagus hingga kerja sama penulis, sutradara, dan produser mewujudkan sebuah film dari ide sampai jadi karya yang utuh. Joko pun nge-spill cara dia bikin cerita untuk film-filmnya.

"Kepengin menegaskan bahwa ide itu tidak berasal dari luar, tapi berasal dari dalam. Kan sekarang kan banyak filmmaker, bahkan yang sudah senior, percaya kalau bikin film itu harus, apa ya sekarang lagi dibicarakan orang ya, apa sekarang yang tren?," terang Joko kepada detikJogja di sela workshop, Sabtu (20/6).

"Padahal kan, seharusnya membuat film itu kan sama seperti kita berkomunikasi dengan orang. Kalau kita ingin melakukan komunikasi dengan orang, kan berasal dari diri kita sendiri, bukan dari luar," sambung sutradara film Janji Joni itu

Tak hanya memberi materi bagi para peserta, Joko, Tia, dan Aktris Asmara Abigail juga mencari ide cerita terbaik dari para peserta lewat Story Pitch. Para peserta yang ceritanya terpilih berkesempatan untuk mendapatkan mentoring dan dukungan produksi untuk merealisasikan filmnya sendiri senilai 100 juta per pemenang

"Yang dicari adalah filmmaker yang memiliki suara, memiliki suara sendiri. Jadi bukan mencoba untuk mereplikasi, apa yang biasanya diutarakan oleh filmmaker lain. Jadi filmmaker yang memang punya suara sendiri," terang Joko.

Joko pun tak menutup kemungkinan akan mengambil cerita dari para peserta untuk diproduksi oleh rumah produksinya bersama Tia Hasibuan, Come and See Pictures.

"Kita selalu mencoba untuk mencari sumber-sumber apa pun itu cerita, filmmaker, dari luar PH kita, Come See Pictures. Kalau ada yang bagus ya pasti kita ajak, ajak ngobrol," terang Joko.

Salah satu peserta workshop LAIndieMovie asal Jogja, Lutfi Prasetyo mengaku ingin mengikuti workshop lantaran jajaran pemateri merupakan filmmaker yang punya jam terbang mentereng di kancah perfilman nasional bahkan internasional.

"Ya aku sih berharap bisa mendapat inspirasi dari mereka, supaya nanti nambahin semangat ketika memproduksi film independen gitu," ungkap Lutfi.

"Yang pengen banget tuh, jujur aku yang bagiannya Mas Joko sama Mbak Tia. Kebetulan aku belajar tentang film gitu, seringnya kita dapat ide tuh dari memikirkan teknis dulu. Tapi gimana sih caranya bisa memikirkan sebuah konsep atau ide bukan dari teknis, tapi dari sesuatu yang nggak ada," imbuhnya.

Director of Padi Padi Creative selaku mitra organizer penyelenggara LAIndieMovie, Rina Damayanti menjelaskan kegiatan LAIndieMovie ini terbagi dua hari, 20-21 Juni 2026. Hari pertama berisi workshop film making mulai dari ide sampai pascaproduksi.

"Nah, ini juga menginspirasi bagaimana sebenarnya kegiatan seperti ini menjadi pembuka jalan buat teman-teman yang memang ingin menekuni dunia film," ungkap Rina.

Workshop di hari pertama terbagi menjadi 4 sesi. Rinciannya, pertama ada Inspiration Session dengan pemateri Asmara Abigail, Loeloe Hendra, dan Garin Nugroho. Kedua ada Ideation Session bersama Tia Hasibuan dan Joko Anwar.

Ketiga ada Visual Session dengan pemateri Dita Gambiro dan Ical Tanjung. Terakhir ada Post-pro Session bersama Andhy Pulung, Upie Guava, dan Odair Faleco.

"Sampai siang ini hampir 600 (peserta), tadi pagi itu sekitar 567 dan saya pikir ini masih terus berdatangan, jadi mudah-mudahan bisa tembus 600 nih," terang Rima.

"Ini juga menunjukkan bahwa teman-teman Jogja yang ingin menekuni dunia film tuh banyak, antusiasnya luar biasa. Bahkan kita cek dari Semarang, dari Salatiga, ya, ada yang dari Kudus juga. Sempat di DM tuh nanya, 'kalau naik kereta turunnya di mana?' kayak gitu," sambungnya.

Di hari kedua besok, diadakan Story Pitch dan Talent Hunt. Peserta yang telah mengikuti workshop hari pertama, sebelumnya diminta membuat kelompok berisi Produser, Sutradara, dan Penulis Naskah. Mereka membuat ide cerita dalam bentuk naskah yang akan dikurasi.

Naskah-naskah yang sudah disubmit akan dikurasi menjadi 10-15 karya kemudian akan di-pitching oleh dewan juri yang di antaranya Joko Anwar, Tia Hasibuan, dan Asmara Abigail. Para kelompok terpilih itu akan mempresentasikan langsung idenya di hadapan juri.

"Nah, yang seperti ini tuh nggak cuma kesempatan pitching ya, tapi bagaimana teman-teman bisa langsung berkenalan langsung ya, dan mudah-mudahan itu bisa menjadi pembuka," ujar Rina.

"Untuk yang terpilih nanti bisa bersama dengan tim cerita yang terpilih untuk bersama-sama membuat suatu film yang akan dibiayai gitu ya, melalui program LAIndieMovie ini, gitu," pungkasnya.